Kalau Kamu Penasaran, Ini Alasan Mengapa Jumlah Ladyboy Thailand Banyak

11 Januari 2018
|Mega Fitriyani
0SHARES

Pernah dengar istilah ladyboy? Si cantik yang berjenis kelamin laki-laki ini memang sering jadi perbincangan, terutama ladyboy Thailand. Wajar saja, penampilannya kadang lebih cantik daripada cewek tulen. Mereka berpenampilan seksi, dengan make up natural, dan pembawaan yang cewek banget. Dijamin susah membedakan mana yang ladyboy, dan mana yang cewek tulen.

Di Indonesia, stigma negatif tentang hal tersebut masih mendominasi, sementara di Thailand, ladyboy justu mendapatkan dukungan. Selain itu, jumlahnya di Thailand justru makin meningkat dari tahun ke tahun?

Ada banyak hal yang menyebabkan hal itu. Beberapa penyebabnya adalah hal-hal ini.

1. Industri hiburan Thailand terkenal dengan ladyboy-nya

Industri hiburan malam di Thailand terkenal dengan banyaknya jumlah ladyboy yang cantik-cantik, yang merupakan salah satu aset hiburan malam di sana. Permintaan terhadap ladyboy Thailand sangat tinggi. Thailand punya lebih dari 200.000 industri prostitusi dengan penghasilan lebih dari $4 miliar atau setara dengan lebih dari Rp53 triliun.

Dengan jumlah sebanyak itu, industri malam di Thailand bahkan menyumbang hampir 1 persen dari GDP (Gross Domestic Product) Thailand. Persentase itu setara dengan jumlah penghasilan industri Hollywood di Amerika.

2. Ladyboy dianggap bukan sebagai penyimpangan

Ladyboy atau yang disebut dengan kathoey, dianggap sebagai sesuatu yang wajar di Thailand, bahkan merupakan jenis kelamin ke-3. Kathoey adalah pria yang mengidentifikasi diri sebagai wanita, berpakaian, dan berperilaku serta bertubuh perempuan. Di dalam budaya Thailand, kathoey dianggap sebagai karma dari kehidupan sebelumnya sehingga kathoey seharusnya dikasihani, bukan dibenci.

Agama Budha yang menjadi agama mayoritas di sana juga mengajarkan perdamaian dan toleransi terhadap berbagai hal yang sering dianggap tabu di negara lain, misalnya homoseksual dan transgender.

3. Biaya operasi kelamin yang murah

Untuk melakukan operasi kelamin di Thailand, seseorang tidak perlu merogoh kocek sangat dalam. Jika di Amerika operasi kelamin membutuhkan biaya 1 miliar rupiah, di Thailand seseorang sudah bisa mengganti kelaminya hanya dengan harga 400 juta rupiah. Maka, tak heran banyak orang dari luar negeri yang lebih memilih melakukan operasi plastik di sana. Jika ingin lebih murah lagi, ada banyak klinik yang menyediakan fasilitas itu, kok. Meski, ya, memang kualitasnya kadang bergantung pada keberuntungan.

Sudah paham kan, alasan mengapa di Thailand jumlah ladyboy sangat banyak? Selain banyak permintaan, budaya dan lingkungan juga mendungkung pertumbuhan jumlahnya. Gimana pendapatmu, apakah ladyboy ini merupakan sesesuatu yang wajar atau merupakan sebuah penyimpangan? Apapun pendapat kalian, kita harus tetap saling menghargai ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mega Fitriyani
"Why worry?"
0SHARES