Ingin Liburan Berfaedah? 8 Tempat Bersejarah di Aceh Ini Bisa Jadi Tujuan Utama

08 April 2018
|Muhammad Multazam

Menjelajahi tempat wisata yang memiliki nilai sejarah memang selalu memberikan kesan tersendiri yang tidak terlupakan. Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak cerita dari masa kerajaan hingga masa penjajahan memiliki begitu banyak tempat bersejarah, salah satu lumbung tempat bersejarah di Indonesia yaitu terletak di provinsi yang paling ujung di Indonesia, yaitu Aceh. Inilah daftar 8 tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi yang bisa kamu kunjungi. Agar liburanmu nggak cuma buat senang-senang, tapi juga bermakna.

1. Masjid Kuno Indrapuri

Masjid Kuno Indrapuri ini pada awalnya adalah sebuah candi dari Kerajaan Hindu Lamuri sekitar pada sekitar abad 12 atau tepatnya sebelum agama Islam masuk ke Aceh. Diceritakan bahwa suatu ketika kerajaan ini perang dengan bajak laut dari Cina yang kemudian dimenangkan oleh Kerajaan Lamuri atas bantuan Meurah Johan yaitu Pangeran dari Lingga, Gayo. Pada saat itulah Kerajaan Lamuri akhirnya menjadi kerajaan Islam. Dan tempat ini yang sebelumnya kuil diubah menjadi sebuah masjid.

2. Masjid Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahaman Aceh dibangun pada masa Kerajaan Sultan Iskandar Muda di tahun 1022H/1612 M. Namun pada saat agresi Belanda bulan Safar tahun 1290 H/April 1873 M, Masjid Raya Baiturrahman dibakar oleh tentara Belanda, dan 1299 H/1875 M dibangun kembali oleh Belanda. Masjid ini memiliki begitu banyak sejarah hingga hari ini.

3. Monumen Pesawat Selawah Agam

Monumen Pesawat Indonesia pertama ini merupakan tanda pengobanan Rakyat Aceh yang pernah menyumbangkan harta bendanya untuk pembelian pesawat pertama Indonesia. Monumen ini terletak di Lapangan Blang Padang Banda Aceh.

4. Gunongan

Bangunan ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada abad ke-16, untuk istrinya Putroe Phang (Putri Kamaliah). Alasan ia membangun Gunongan adalah untuk meredamkan rindu Putroe Phang akan kampung halamannya di negeri Pahang, Malaysia.

5. Lonceng Cakra Donya

Lonceng Cakra Donya ini tersimpan dengan rapi di Museum Aceh. Lonceng ini sebagai tanda persahabatan antara Aceh dan Cina di masa lalu. Di masa lalu lonceng ini pernah dipakai oleh Kerajaan Samudera Pasai sebagai genderang perang melawan pasukan Portugis, kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Aceh Darussalam.

6. Gedung Sentral Telepon

Gedung yang terletak di pangkal Jalan Teuku Umar, Banda Aceh, Provinsi Aceh ini bentuknya sangat kental dengan unsur kolonial. Jika dilihat lebih dekat bangunan ini bersegi delapan, dengan bagian atasnya setengah lingkaran. Bangunan ini merupkan kantor sentral telepon pertama di Indonesia peninggalan Belanda.

7. Kerkoff Peucut (Kuburan tentara Belanda)

Kherkoff Peucut merupakan komplek kuburan masal tentara Belanda terbesar di dunia. Kuburan ini sebagai bukti, banyaknya tentara belanda yang tewas di Aceh ketika perang Aceh berkecambuk. Kherkoff Peucut terletak di pusat kota Banda Aceh, tepatnya sisi belakang Museum Tsunami Aceh.

8. Museum Tsunami

Meseum ini dijadikan tempat untuk mengenang peristiwa dan musibah yang pernah melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 lalu yang menelan sampai 240.000 korban jiwa. Letak Museum Tsunami ini tepat di pusat kota Banda Aceh, sangat dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Itulah deretan tempat wisata di Aceh yang mengandung berbagai nilai sejarah. Mulai dari sejarah masa lalu kerajaan Aceh yang begitu berjaya, sejarah hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan di dunia, sejarah perjuangan Aceh mengusir penjajah Belanda, hingga sejarah musibah tsunami yang melanda Aceh 2004 yang lalu.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Multazam
"personal blog mltazam.com"
SHARES