Ilha da Queimada Grande, Pulau Terlarang yang Dihuni oleh Ratusan Ular Berbisa

26 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Brasil dikenal akan kedigdayaan sepak bolanya. Selain itu, negara yang berada di kawasan Amerika Latin ini juga dikenal akan panorama alam nan eksotis, terutama pantainya. Namun, jika kamu berada di negeri ini dan ingin berlibur ke sebuah pulau, maka jangan pernah menjadikan pulau yang satu ini sebagai destinasi liburanmu. Pulau itu disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Ilha da Quiemada Grande. Namun, masyarakat dunia lebih mengenal pulau ini dengan nama Snake Island atau Pulau Ular. Kenapa begitu?

Sesuai dengan namanya, pulau ini dihuni oleh ribuan ular berbisa. Datang ke sini sama saja mengantar nyawamu kembali pada Sang Pencipta. Apa benar pulau ini sangat berbahaya? Lebih lanjut kita simak sama ulasannya bareng YuKepo. 

1. Luas Pulau Ular ini mencapai 43 hektare

Ilha da Queimada Grande ini memiliki luas sekitar 43 hektare. Meski terlihat indah, namun jangan pernah kamu untuk mengunjungi pulau ini jika belum punya sembilan nyawa.

2. Ribuan ular berbisa jadi penghuni tetap di pulau ini

Sekitar 2000 hingga 4000 ekor ular berbisa menghuni pulau terlarang ini. Setiap 1 meter, kamu akan mendapati setidaknya 4 hingga 5 ekor ular berbisa.

3. Ular Golden Lancehead Viper

Meski banyak sekali ular berbisa yang tinggal di sini, namun mayoritas ular dihuni oleh jenis ular Golden Lancehead Viper. Racun yang terdapat pada ular ini dapat membunuh manusia kurang dari satu jam.

4. Air laut yang naik cukup tinggi menyebabkan ular-ular berevolusi

Sekitar 11 ribu tahun yang lalu, Pulau Ular ini sempat terisolir akibat kenaikan air laut yang cukup tinggi. Namun, bukannya musnah, ular-ular tersebut diyakini oleh banyak peneliti mengalami sebuah evolusi. Dahulu, ular Jararaca menjadi penguasa di pulau ini. Semenjak kejadian naik air laut, ular tersebut kemudian berevolusi menjadi ular Golden Lancehead Viper seperti saat ini.

5. Nelayan, mercusuar, dan kematian

Karena dihuni oleh ribuan ular berbisa, maka tak heran muncul banyak cerita menyeramkan tentang pulau ini. Berdasarkan cerita dari penduduk sekitar, dahulu kala di pulau ini tumbuh beberapa pohon pisang. Kemudian, ada seorang nelayan yang berniat untuk mengambil beberapa sisir pisang dari tempat ini. Namun nahasnya, sehari kemudian nelayan tersebut ditemukan meninggal di atas perahu miliknya dengan banyak sekali bekas gigitan ular. Selain itu, ada pula kisah dari seorang penjaga mercusuar yang tinggal di sana bersama dengan keluarganya. Namun, ular-ular tersebut menyerang mereka dengan menyelinap di antara jendela. Penjaga mercusuar beserta keluarganya pun akhirnya meninggal.

6. Akibat kejadian itu, menara mercusuar dijalankan secara otomatis

Berkaca dari kejadian tersebut, pemerintah setempat kemudian menjalankan menara mercusuar secara otomatis dengan menggunakan baterai. Setiap beberapa bulan sekali, angkatan laut setempat bertugas untuk mengganti baterai tersebut dan tentunya itu merupakan tugas yang sangat tidak menyenangkan.

7. Hanya orang-orang tertentu yang dapat mengunjungi pulau ini

Pemerintah setempat secara resmi telah memberikan pelarangan bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke pulau ini, kecuali untuk orang-orang tertentu seperti peneliti ataupun angkatan laut yang bertugas mengganti baterai meriam yang ada di menara mercusuar.

8. Penyelundup satwa berdatangan, ular-ular pun berguguran

Entah bagaimana ceritanya, yang pasti sering kali terjadi penyelundupan satwa langka di pulau ini. Para penyelundup ini kebanyakan mengincar ular Golden Lancehead Viper yang di pasar gelap harganya dapat mencapai angka 10 ribu hingga 30 ribu dollar AS. Selama 15 tahun terakhir, populasi dari ular yang ada di pulau ini pun menyusut hingga mencapai 50%. Hal itu menjadikan ular Golden Lancehead Viper termasuk ke dalam daftar hewan yang terancam punah menurut IUCN.

Itulah beberapa fakta tentang Ilha da Queimada Grande, pulau terlarang yang ada di Negara Brasil. Jadi, setelah kamu membaca artikel ini, cukup punya nyali kah kamu untuk mengunjungi Pulau Ular yang satu ini? Lebih baik sih jangan kalau memang masih sayang sama nyawa.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES