Beralih Dari Surga Malam Menjadi Tempat Wisata, Ini Wajah Gang Dolly Sekarang

03 Januari 2018
|Chandra W.

Indonesia, selain terkenal dengan keberagaman dan kekayaan sumber daya alam, juga terkenal dengan pusat hiburan skala besar, dari taman hiburan seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Transmart sampai taman hiburan lain seperti...lokalisasi. Di Surabaya, pernah ada kompleks lokalisasi yang ternyata bukan hanya terbesar di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara, yaitu Gang Dolly. Di bawah pemerintahan Tri Rismaharini atau yang biasa disebut Ibu Risma selaku Wali Kota Surabaya, Gang Dolly diubah bentuk dan fungsinya dari tempat prostitusi menjadi sentra kerajinan. Seperti apa ya wajah Gang Dolly sekarang?

1. Anak-anak adalah golongan paling rentan mengalami kekerasan baik fisik maupun verbal jika tinggal di area lokalisasi. Kini anak-anak dapat bergerak dengan bebas dan aman

Lingkungan Gang Dolly kini telah diwarnai dengan mural-mural yang menghiasi dinding gang, sangat menghibur bagi anak-anak dan warga sekitar dan tentunya lebih aman bagi anak-anak.

2. Selain mural sebagai penghias dinding dan jalan di sepanjang Gang Dolly, kampung-kampung di sini juga telah beralih menjadi sentra batik

Sentra batik didirikan guna membantu eks Pekerja Seks Komersial (PSK) mencari penghasilan dari jalan lain, mencegah mereka kembali ke lembah prostitusi. Awalnya sentra batik ini didirikan hanya untuk melatih warga sekitar. Setelah berjalan beberapa waktu, ternyata hasil yang memuaskan menarik lebih banyak warga dan bahkan pengunjung dari luar untuk membeli hasil kerajinan batik dari warga eks lokalisasi Dolly. 

3. Di samping itu, ada juga berbagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkembang di Gang Dolly, seperti bisnis makanan kecil

Segala hal yang berkaitan dengan prostitusi di Gang Dolly telah lenyap dan berganti dengan usaha warga di berbagai bidang. Padahal, dulu penolakan sempat terjadi ketika kawasan lokalisasi ini akan ditutup. Alasannya, tidak manusiawi karena akan menghilangkan penghasilan sebagian warga termasuk PSK. 

4. Di bekas-bekas rumah bordil yang dulu terdapat etalase untuk 'memajang' wanita-wanita PSK, kini berubah menjadi learning center atau tempat pelatihan beberapa skill yang dibutuhkan tenaga kerja di era sekarang, seperti misalnya komputer.

Selain itu, yang tersisa hanya bekas-bekasnya. Warung kelontong, tempat isi pulsa, galon dan gas adalah beberapa di antaranya. Ada juga salon yang biasanya dulu digunakan untuk tempat 'mbak-mbak' menunggu calon pelanggannya. 

Secara keseluruhan, wajah Gang Dolly telah jauh berubah dari yang sebelumnya kelam dan negatif menjadi cerah dan positif. Meski demikian, masih ada praktik-praktik tersembunyi yang kabarnya tetap ditawarkan, entah di Gang Dolly atau di Gang Jarak yang lokasinya berdekatan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES