7 Kode Etik Pecinta Alam yang Wajib Kamu Tahu dan Patuhi!

21 September 2017
|Lidya Kartika
0SHARES

Salah satu pilihan liburan yang banyak diambil orang adalah bepergian ke alam terbuka. Mulai dari sekadar piknik sederhana, sampai pergi ke pantai, menaklukkan puncak gunung, semuanya tampak menyenangkan bagi masyarakat Indonesia. Tidak heran, Indonesia memang menyimpan jutaan keindahan alam yang seakan tidak habis-habisnya untuk dieksplor. 

Semenjak diputarnya film 5 cm, film adaptasi dari novel dengan judul sama, pada tahun 2012 lalu, naik gunung telah menjadi salah satu kegiatan yang dipilih kebanyakan masyarakat untuk mengisi liburan. Langsung aja macam-macam kegiatan dilakukan untuk menanggapi tren ini. Ada yang lekas bergabung dengan komunitas pencita alam, atau bahkan merencanakan naik gunung sendiri.

Namun ketika terdapat pendaki gunung yang kurang menghargai alam, seperti kejadian baru-baru ini, di mana beberapa pendaki memutuskan untuk memetik bunga Edeleweiss yang dilindungi, keadaan pegungungan mulai terancam. Jadi, apa yang harus dilakukan?

Sesungguhnya, terdapat sebuah kode etik yang harus ditaati para pencinta alam, lho. Apa saja sih kode etik tersebut?

Bertahun-tahun yang lalu, tepatnya pada Forum Gladian Nasional ke-4 yang diselenggarakan di Ujung Pandang pada tahun 1974, telah dirumuskan kode etik pencinta alam Indonesia. Isinya adalah sebagai berikut :

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air.

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa.

Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan:

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa,

2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya,

3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air,

4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya,

5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam,

6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa, dan tanah air,

7. Selesai.

Nah, setelah membaca hal tersebut, pastikan kamu mengikuti kode etik tersebut ya! Alam yang diciptakan bagi kita hanya satu, dan merupakan tugas kita untuk memeliharanya sebaik-baiknya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Lidya Kartika
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES