6 Hewan Langka yang Mungkin Bakal Kamu Temuin Saat Mendaki Gunung

10 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
137SHARES

Bagi sebagian orang, melakukan pendakian gunung bisa menjadi candu yang sulit untuk tidak dilakukan. Pemandangan yang jelas indah menjadi magnet bagi para pecinta alam untuk mendaki gunung-gunung terbaik yang ada di seluruh negeri. Namun, mendaki gunung berarti juga harus mau berbagi kekayaan alam dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Termasuk hewan-hewan yang tinggal di dalamnya.

Jika beruntung, tak jarang para pendaki akan menemukan hewan-hewan langka di jalur pendakian yang sedang mereka lewati. Apa saja jenis keenam hewan langka itu? Langsung deh kita kepoin bareng-bareng. Yuk, kepo!

1. Ajag sang anjing hutan

Ajag merupakan salah satu jenis anjing hutan yang hidup di gunung-gunung sehingga ketika mendaki kamu bisa saja bertemu dengannya. Namun, kamu wajib waspada ketika bertemu dengannya karena biasanya ajak ini nggak sendirian, tapi selalu hidup bergerombol. Kurang lebih jumlah temen-temennya tuh dalam satu kelompok bisa sampai lima hingga dua belas ekor.

Penampilan dari anjing jenis ini cukup unik. Wajahnya mirip dengan serigala, warna bulu yang coklat kemerahan dengan dagu dan perut yang berwarna putih. Ajag dapat juga ditemukan di Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bromo. 

2. Elang Jawa

Kliiw-iiw… kliiw-iiw… ii-iiiw… . Seperti itulah kira-kira bunyi dari Elang Jawa yang satu ini. Elang jenis ini sudah sangat langka dan tersebar hampir di seluruh Pulau Jawa. Namun, karena keserakahan manusia, Elang Jawa acapkali diburu sehingga menjadi langka seperti sekarang ini. Jika beruntung, kamu akan menemukan atau melihat elang jenis ini ketika tengah mendaki gunung.

3. Burung Paok Pancawarna

Sesuai dengan namanya, burung jenis ini memiliki lima warna dominan di sekujur tubuhnya. Burung jenis ini sangat dilindungi dan biasanya berada di ketinggian 1.500 mdpl. Ciri-ciri dari burung jenis ini adalah memiliki tubuh yang rada gemuk, berwarna keemasan dengan garis kepala berwarna hitam dan alis kuning yang mencolok. Habitatnya tersebar di wilayah Sumatra, Bali, dan Jawa sehingga sangat memungkin jika para pendaki melihat burung langka ini. Namun, akibat diburu, populasi dari burung ini pun kian menipis. 

4. Kangguru Pohon

Papua memang menyuguhkan berbagai keajaiban alam yang sungguh memesona, termasuk dengan kehadiran Kangguru Pohon yang satu ini. Habitat asli dari hewan yang memiliki nama lain Makropod ini ada di wilayah Australia, Queensland, dan Papua. Kalau kamu berencana untuk mendaki gunung yang ada di Papua, berdoa saja semoga dapat melihat hewan langka yang satu ini. 

5. Musang leher kuning

Musang leher kuning adalah satu dari banyak jenis musang yang ada di dunia. Namun, keberadaan musang jenis ini sudah mulai terancam sehingga menjadikan musang leher kuning sebagai salah satu hewan langka yang dilindungi. Musang jenis ini tersebar di Jawa dan jika kamu telah berencana untuk mendaki Gunung Semeru, berdoa saja supaya dapat bertemu dengan musang lucu yang satu ini. 

6. Burung Gagak Banggai

Masyarakat Sulawesi sudah tidak asing lagi dengan burung yang satu ini. Habitat dari burung gagak ini kebanyakan memang berada di hutan Sulawesi. Namun, karena banyaknya penebangan liar menyebabkan habitat dari burung ini berkurang yang tentunya akan berpengaruh terhadap jumlah populasi mereka. Bahkan, burung ini sempat dianggap telah punah. Namun, setelah melakukan penelitian lebih lanjut, akhirnya dinyatakan bahwa masih ada beberapa Gagak Banggai yang masih hidup.

Keenam jenis hewan langka ini harus kita jaga kelestariannya bersama. Jangan sampai karena mementingkan kepentingan pribadi sehingga kita menjadi buta dan serakah. Jika kamu menemukan mereka ketika tengah mendaki, jangan diisengin ataupun dibawa pulang. Kasian mereka.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
137SHARES