15 Trik Penjahat Turis ini Pasti Mengacaukan Liburanmu! Mari Melawan!

31 Maret 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Liburan pasti menjadi momen yang paling ditunggu. Perencanaan akan liburan yang menyenangkan tentu udah dilakukan dari jauh-jauh hari. Segala sesuatu pasti akan baik-baik saja sampai kamu berada di tempat liburan! Suasana dan tempat yang asing, ditambah dengan penampilan yang turis banget bisa membuatmu jadi sasaran penjahat turis atau biasa dikenal dengan tourist scams!

Para penjahat turis ini biasanya mengintai para turis asing yang berlibur sendiri atau berkelompok. Nggak hanya di negara berkembang, kota-kota besar di Eropa dan Amerika juga banyak penjahat turis, lho. Yuk, kenali trik-trik penjahat turis dan cara melawan jebakannya agar liburanmu nggak kacau!

1. Argo taksi yang mendadak rusak

Kejahatan terhadap turis yang paling umum ada di taksi. Si supir akan mengatakan bahwa argo taksi rusak sehingga kamu akan dikenakan tarif taksi yang mahalnya nggak masuk akal. Turis yang terjebak trik ini biasanya nggak tahu seberapa jauh jarak dari bandara atau tempat naik taksi ke tempat tujuan, jadi akan mudah setuju dengan penawaran si supir taksi tersebut.

Agar uang liburan nggak habis dicurangi supir taksi, sebelum naik pastikan argo taksi nyala dan berfungsi dengan baik. Kalau supir taksi mengatakan akan lebih murah kalau nggak pakai argo, mendingan cari taksi yang lain aja. Nggak semua supir taksi curang kok.

2. Hotel yang katanya penuh

Lagi-lagi trik ini biasa dilakukan oleh supir taksi yang curang. Ketika kamu di perjalanan menuju hotel, si supir akan mengatakan kalau hotel tersebut udah penuh atau nggak bagus dan akan mengalihkan ke hotel lain yang cenderung lebih mahal. Dengan mengantarkan kamu ke hotel yang lebih mahal tersebut, si supir bisa mendapatkan komisi yang lumayan dari hotel itu.

Pastikan hotel yang kamu tuju tersedia dengan menelepon hotelnya terlebih dulu. Tanyakan juga apakah hotelmu menyediakan layanan antar-jemput atau nggak. Kalau supir taksinya tetap ngotot kalau hotelnya udah penuh, bilang aja kalau kamu udah booking (meskipun sebenarnya kamu belum booking).

 

 

3. Barang gratisan

Kalau trik ini biasanya terjadi di tempat yang banyak turisnya, misalnya di situs-situs seperti candi, pusat hiburan turis, pantai, atau tempat perbelanjaan. Biasanya mereka langsung memberikan barangnya ke kamu sebagai barang yang bisa dicoba atau diberikan gratis sebagai tanda ‘persahabatan’. Lalu tebak apa yang terjadi? Mereka akan meminta uang karena kamu udah mengenakan barangnya. Kalau kamu nggak mau bayar, mereka akan berulah. Duh!

Jangan biarkan siapapun boleh menyentuh tubuhmu dan memberikann apapun di kamu. Kecuali itu benar-benar penting dan kamu tahu untuk apa. Terutama di tempat yang turis biasa disana sebaiknya lebih berhati-hati. Jangan hiraukan dan jalan terus aja, ya!

4. Mengecoh untuk mencopet

Ketika jalan-jalan, kamu merasa ada sesuatu yang jatuh di badan kamu, entah itu kotoran burung atau memang ada yang terlihat nggak sengaja menumpahkan air di baju kamu. Lalu tiba-tiba ada orang asing yang membantu kamu membersihkan. Atau ada yang sengaja menabrakmu. Ini dimaksudkan untuk mengecoh kamu. Ketika kamu fokus sama kejadian itu, mereka akan diam-diam mencopet barang berharga kamu. Rese banget, kan?

Cara terbaik untuk melawan situasi kayak gini adalah jangan biarkan ada orang asing yang membantu kamu. Cepat cari toilet atau tempat yang aman untuk membersihkan diri. Dan pastinya, tetap waspada dengan barang bawaan, ya!

5. Polisi gadungan

Trik satu ini banyak terjadi di kota-kota besar. Kronologisnya kamu akan didatangi orang asing yang menitipkan sesuatu, seperti narkoba. Lalu akan ada sekelompok polisi gadungan yang datang dan menangkap kamu. Mereka adalah komplotan penjahat turis. Mereka akan meminta paspor dan dompet kamu, padahal mereka bukan polisi beneran.

Jangan pernah menyerahkan paspor dan dompet kepada siapapun. Minta mereka menunjukkan identitasnya kalau mereka benar polisi. Kamu juga bisa berbohong kalau paspormu ada di kamar hotel dan minta mereka untuk mengantarkanmu. Kalau mereka menolak, ya udah mendingan cepetan kabur dari situ, deh!

6. Pertunjukan yang katanya tutup

Banyak penjahat turis yang melakukan trik ini. Mereka akan mengatakan bahwa pertunjukannya udah selesai atau tutup karena ada perayaan tertentu. Lalu mereka akan membawa kamu ke alternatif tempat lain yang biasanya berupa pusat perbelanjaan. Kemudian kamu akan dipaksa beli sesuatu karena udah terlanjur ke sana. Males banget, deh.

Daripada langsung percaya dengan omongan orang lokal tadi, mendingan langsung cek ke konter tiketnya atau tanya petugas di area tersebut.

7. Pura-pura ngebantuin ambil uang di ATM

Ketika kamu akan menarik uang di ATM, ada orang lokal yang menawarkan bantuan untuk menarik uang lebih hemat karena nggak dikenakan biaya penarikan bank lokal. Sebenarnya itu trik mereka untuk melihat kode pin ATM kamu yang dipindai di alat bernama card skimmer. Nantinya mereka akan menguras isi rekening kamu diam-diam.

Lebih baik membayar biaya lebih sedikit daripada nantinya uang kamu tiba-tiba habis gitu aja. Jadi, jangan pernah membiarkan orang lain menolong kamu dalam transaksi apapun. Tutup dengan tangan ketika kamu akan mengetik pin ATM. Kalau ada orang yang mendekati, cari ATM lain aja, ya!

8. Pengemis yang mengintai

Mau jalan-jalan kemanapun, kamu akan menemukan peminta-minta di jalan. Apakah itu anak kecil, orang cacat, atau lansia yang mengemis. Biasanya mereka mengemis yang kemudian akan disetorkan pada komplotan penjahat. Trik ini dilakukan karena banyak orang yang nggak tega kalau melihat orang-orang mengemis. Padahal trik ini awal mula mereka mengintai isi dompetmu untuk kemudian dicopet, lho.

Kalau kamu merasa kasihan dengan orang-orang seperti itu, kamu bisa memberikan makanan atau pakaian. Meski susah membedakan mana orang yang benar-benar nggak berdaya dan mana yang penjahat turis, sebaiknya jangan memberikan uangmu dan membuka dompet di depan mereka.

9. Menawarkan untuk memotret

Berbekal kamera yang canggih dan keren, kamu dan teman-teman pasti berencana untuk punya foto yang bagus. Tapi masalahnya, siapa yang mau memotret? Inilah yang dimanfaatkan para penjahat turis. Mereka akan berpura-pura menawarkan untuk memotret kamu dan teman-teman di kawasan turis. Trik yang paling sering digunakan adalah dengan meminta kamu dan teman-teman untuk difoto ketika melompat. Ketika itu mereka akan kabur dengan cepat membawa kamera mahalmu. Oh, no!

Mungkin ini yang tersulit. Kamu bisa meminta foto ke sesama turis yang juga datang berkelompok, lalu tawarkan juga untuk gantian memotret. Selain itu, kamu juga bisa mencoba meminta orang yang datang dengan keluarga atau anak kecil. Karena orang-orang seperti ini akan sulit kabur untuk mencuri kameramu.

10. Koneksi wi-fi palsu

Sekarang ini jaringan wi-fi udah bisa diakses secara bebas, bahkan banyak yang nggak butuh password untuk terkoneksi. Berhati-hatilah karena bisa jadi itu trik jebakan para hacker untuk mencuri data-data penting yang disimpan di handphone atau laptopmu.

Ketika mendapatkan koneksi wi-fi, tanyakan pada petugas bandara, kafe, atau hotel. Kalau mendapatkan wi-fi tanpa password dan terlihat mencurigakan, kamu bisa menggunakan VPN (virtual private network) agar lebih aman.

11. Ganti rugi kendaraan

Menyewa kendaraan seperti motor kerap dilakukan turis untuk memudahkan mobilisasi selama di tempat liburan. Tapi perlu berhati-hati kalau tiba-tiba kendaraan yang kamu sewa lecet atau dicuri. Kamu akan diminta untuk ganti rugi kendaraan. Padahal, sebenarnya trik ini dilakukan oleh komplotan rental kendaraan tersebut. Jadi, mereka pura-pura mencuri atau merusak agar kamu ganti rugi dengan uang. Waduh!

Sebaiknya kamu foto dulu seluruh bagian kendaraan sebelum dipakai. Kalau mau mengunci, gunakan kunci yang kamu bawa atau beli sendiri bukan yang dari rental (karena kemungkinan mereka punya 2 kunci). Jangan beri tahu rental di mana kamu tinggal dan pastikan tempat yang kamu gunakan untuk parkir kendaraan aman terkendali. Kalau ada kerusakan, coba bawa ke bengkel lain rekomendasi orang sekitar, bukan bengkel rentalnya.

12. Tiket transportasi dari calo

Mungkin kamu udah nggak asing lagi dengan istilah calo tiket? Calo tiket ada di mana-mana. Mereka akan menawarkan kamu tiket dengan harga yang lebih murah atau antrian yang lebih cepat. Ketika kamu memberikan uangnya, kamu baru sadar bahwa tiketnya palsu atau justru lebih mahal.

Solusinya cuma satu: selalu beli di layanan pembelian tiket yang resmi.

13. Menawarkan barang antik palsu

Biasanya ada barang-barang unik yang dijual sebagai oleh-oleh dan menjadi ciri khas suatu tempat. Banyak turis yang tergoda untuk membeli barang-barang antik yang katanya nggak dijual di manapun kecuali di situ. Jangan mudah tergiur, bisa jadi itu trik penjahat turis, guys!

Kalau kamu pergi ke suatu daerah hanya untuk liburan dan bukan bertujuan untuk beli barang antik, jangan pernah tergoda. Semahal dan sebagus apapun, sebenarnya kamu nggak butuh-butuh banget. Lagipula, barang antik yang dijual belum tentu asli, lho.

14. Telepon dari hotel palsu

Lagi enak-enak tidur di hotel atau penginapan, tiba-tiba kamu ditelepon oleh yang katanya dari pihak hotel yang menanyakan nomor kartu kredit kamu untuk keperluan data tamu hotel. Jangan langsung percaya, segera cek dulu.

Karena lagi setengah sadar baru bangun tidur, kamu bisa bangun dulu dan tanyakan langsung ke resepsionis. Jangan pernah memberikan data kartu kredit atau apapun via telepon karena ber-ba-ha-ya!

15. Tergoda orang lokal yang genit

Biasanya ini terjadi pada cowok-cowok. Karena tegoda oleh cewek-cewek cantik di tempat liburan, akhirnya diajak ke club atau bar sampai kamu mabuk. Setelah sadar, kamu malah disuruh bayar semuanya. Lebih parahnya kalau cewek-cewek itu menyelundupkan narkoba atau barang haram lain yang bikin kamu kena masalah. Kacau banget!

Berhati-hatilah dengan orang lokal yang tiba-tiba mendekati secara agresif. Secakep apapun, kalau caranya terlalu aneh dan nggak wajar, bisa jadi kamu dijebak ke dalam trik penjahat turis tersebut!

Liburan yang menyenangkan adalah dambaan setiap traveller. Tapi selain fokus pada hal-hal yang bikin happy, kita juga harus selalu waspada. Jangan gegabah dalam memilih dan melakukan sesuatu. Lebih baik dipikirkan secara matang dan perhatikan situasi serta jangan mudah berkenalan dengan orang asing. Jangan sampai liburan kacau gara-gara penjahat turis yang penuh trik itu, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES