Rincian Dokumen dan Biaya Nikah yang Harus Disiapkan. Catat, Biar Segera Sah di KUA!

18 November 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Menikah seharusnya menjadi momen yang penting dan sakral. Untuk itu, kamu harus menyiapkan segalanya agar pernikahan dapat berjalan lancar. Nggak hanya venue wedding, catering, atau gaun pernikahan. Urusan dokumen pernikahan yang disahkan oleh KUA atau Kantor Urusan Agama pun tak kalah penting dan justru itulah yang akan bikin segalanya lancar.

Berikut tata cara dan proses yang harus kamu siapkan menuju pernikahan yang hakiki.

1. Tentukan dulu mau menikah di mana

Penting banget nih untuk menentukan lokasi akad nikahmu. Kenapa? Karena ini akan menentukan di kantor KUA mana kamu harus mendaftar dan mengurus dokumen-dokumennya. Kalau kamu dan pasangan tinggal di kecamatan yang sama, prosesnya akan lebh mudah. Tapi kalau kamu dan pasangan berdomisili di kecamatan yang berbeda sesuai KTP, kalian harus tentukan akan menikah di mana.

Misalnya kalau ingin melaksanakan pernikahan di kediaman pengantin wanita, maka calong pengantin pria harus mengurus surat numpang nikah terlebih dulu. Begitu pun sebaliknya. Kalau kalian akan menikah di lokasi yang bukan merupakan domisili pengantin pria maupun wanita, kalian harus membuat surat numpang nikah dulu, ya!

2. Mendaftar jauh-jauh hari sebelumnya

Dilansir dari The Bride Dept, melengkapi dokumen pernikahan memang harus dilaksanakan jauh-jauh hari, setidaknya 6 bulan sebelum rencana pernikahan akan dilangsungkan. Terutama bagi kamu yang akan menikah di hari yang disebut prime time, yaitu di hari Sabtu dan Minggu jam 9 atau 10 pagi. Jadi kamu harus antre untuk mendapatkan waktu yang pas.

Kamu juga harus antisipasi keterlambatan penghulu. Kalau penghulunya telat karena akad nikah sebelumnya telat, kamu juga harus siap mulai telat. Gimana pun, satu akad nikah bisa berdampak pada akad nikah yang lainnya.

3. Siapkan dokumen-dokumen berikut

Ketika kamu akan mendaftar di KUA, kamu akan diberikan serangkaian daftar dokumen yang harus kamu lengkapi. Banyak banget memang, tapi nggak ribet kok. Apalagi kamu yang baru akan pertama kali menikah dan bukan anggota ABRI/POLRI. Berikut daftar dokumennya.

- Surat Keterangan Untuk Nikah (N1)

- Surat Keterangan Asal Usul (N2)

- Surat Persetujuan Mempelai (N3)

- Surat Keterangan Tentang Orang Tua (N4)

- Surat Izin Orang Tua (N5)

- Surat Keterangan Kematian Suami/Istri (N6)

- Pemberitahuan Kehendak Nikah (N7)

- Fotocopy KTP dan KK

- Akta Cerai/Thalak bagi Calon Pengantin yang Janda atau Duda

- Pas foto 2×3 sebanyak 5 lembar

- Surat Izin Komandan bagi Anggota ABRI/POLRI (SIK)

- Dispensasi Camat bagi yang Kurang 10 Hari Kerja

- Izin Pengadilan bagi Calon Pengantin di Bawah Umur

- Izin Poligami dari Pengadilan bagi yang Beristeri Lebih dari Seorang

- Surat Rekomendasi Nikah

- Surat Keterangan Model K1 bagi WNI Keturunan Asing

4. Proses yang harus kamu jalani untuk mengurus dokumen nikah

Agar lancar, kamu harus ikuti dulu step by step prosesnya. Dicatat dan diingat ya!

1. Membuat surat pengantar ke KUA di RT dan RW dengan membawa materai Rp 6 ribu.

2. Setelah mendapatkan surat pengantar ke KUA, kalian harus ke kelurahan masing-masing untuk mengurus surat N1, N2, N4 dan surat keterangan belum menikah. Siapkan:

- Pas foto berdampingan ukuran 3 x 4 dan 4 x6 (6 lembar) dengan background warna biru,

- Fotokopi CPW dan CPP (2 lembar),

- Fotokopi KK CPPP & CPW (2 lembar), dan

- Fotokopi akta kelahiran serta surat pengantar RT dan RW.

3. Setelah dari kelurahan, kalian harus ke KUA kecamatan untuk mendaftar. Jangan lupa membawa surat menumpang nikah jika kamu telah menentukan lokasi akad nikah di luar domisilimu. Nantinya akan diberitahu ketersediaan penghulu dan diberikan pula pembekalan tentang pernikahan. Dokumen pada proses ini adalah:

- Surat rekomendasi nikah dari KUA domisili,

- Pasfoto 2 x 3 (4 lembar), dan

- Beberapa surat lain dari KUA setempat.

4. Nantinya kamu akan mendapatkan surat N7 atau surat pendaftaran KUA. Di sini lah kamu harus menyampaikan informasi penting terkait pernikahanmu:

- Jam akad nikah,

- Penjemputan penghulu (jam berapa dan di mana),

- Apakah sari tilawah dan qori disiapkan oleh pihak pengantin atau dari penghulu,

- MC akad nikah,

- Wali nikah, dan

- Saksi pernikahan (kamu harus melampirkan fotokopi KTP dari setip saksi).

5. Siapkan juga biaya yang diperlukan untuk menikah

Mengacu pada Peraturan Pemerintah yang baru yaitu PP No. 48 tahun 2014 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), beginilah ketentuan mengenai biaya menikah:

- Jika proses nikah dilakukan di kantor KUA pada jam kerja kantor, maka biayanya Rp 0 alias gratis.

- Jika proses nikah dilakukan di luar kantor KUA atau di KUA namun di luar jam kerja maka dikenakan biaya administratif sebesar Rp 600 ribu.

Gimana? Jadi udah kebayang 'kan apa aja yang harus kamu siapkan saat akan mendatangi KUA untuk mempersiapkan pernikahanmu? Jangan lupa, yang paling penting adalah calon pasangannya, ya! Hehe.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES