Pagpag, Makanan Olahan dari Sampah yang Sedang Viral di Filipina. Duh Miris

21 Mei 2018
|G Pangestu Jati
0SHARES

Apabila kamu salah satu penggemar ayam goreng di restoran cepat saji, pernahkah kamu berpikir ke mana tempat berlabuh tulang belulang sisa makananmu tersebut? Tempat sampah atau perut kucing dan anjing jalanan mungkin menjadi jawaban di benakmu.

Namun, pernahkah kamu membayangkan bahwa sisa tulang belulang ayam gorengmu ternyata dipunguti oleh seorang pengepul dan dimasak kembali untuk dikonsumsi? Mungkin bagimu terkesan menjijikkan, tetapi hal ini memang benar adanya terjadi di Filipina.

Di Filipina, sisa ayam goreng dari pelanggan cepat saji di sana menjadi makanan warga yang tinggal di permukiman kumuh. Nama makanan tersebut disebut sebagai pagpag.

Dalam bahasa Tagalog, pagpag diartikan sebagai debu yang dilepaskan dari karpet atau pakaian. Namun, bagi warga miskin Filipina yang tinggal di permukiman kumuh, pagpag merupakan makanan yang dipungut dari sisa-sisa restoran cepat saji.

Berjongkok bersama para kucing liar di dekat tempat sampah, biasanya para pengepul akan memilah sampah. Di bawah sinar lampu jalan yang redup, mereka memilah sisa ayam goreng yang akan diolah oleh mereka. Mereka mengumpulkan daging ayam yang telah dimakan kemudian membawanya ke rumah. Sampai di rumah, para pengepul ini akan membersihkannya, memasukkannya ke dalam plastik, dan menjualnya pada pagi harinya.

Harga yang ditawarkan oleh para pengepul ini pun sangat murah, yakni sekitar 26 peso atau setara dengan 7 ribu rupiah per kantongnya. Meski makanan sisa, ternyata banyak warga sekitar yang tertarik mengonsumsi makanan ini karena kemiskinan yang melanda mereka.

Para pembeli pagpag pun nantinya akan memasak pagpag sesuai keinginan mereka. Biasanya, mereka akan mengolah pagpag bersama bawang bombay dan bawang putih yang kemudian akan dimasukkan dalam sebuah saus merah nan mendidih. Selain itu, pagpag juga diolah bersama beragam sayuran.

Mirisnya, tak hanya orang dewasa yang mengonsumsi pagpag, balita pun mengonsumsinya. Meskipun sebagian orangtua mengetahui bahwa pagpag bukan makanan yang baik, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan layak untuk anaknya.

Becermin dari fenomena ini, kita yang memiliki makanan cukup alangkah bijaknya untuk tidak membuang makanan secara sia-sia. Sebab, ternyata banyak masyarakat di luar sana yang tidak mendapatkan makanan yang layak.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
0SHARES