Nggak Cuma Pagit-pagit, Ini Makanan Khas Kabupaten Karo yang Juga Unik

23 Mei 2018
|elyasna

Suku Karo berasal dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang memiliki kebudayaan yang berbeda dan sangat menarik untuk ditelisik. Berbicara tentang Suku Karo tidak akan terlepas dari kulinernya, dengan bumbu-bumbu khas dan cara pengolahan yang sangat unik, makanan khas Suku Karo tidak ada tandingannya.

Mau tahu beberapa makanan Khas Karo yang sudah melegenda? Ini dia daftarnya.

Cimpa

Cimpa terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan cara dikukus. Cimpa memiliki rasa yang manis karena isian dari cimpa ini adalah kelapa parut yang diberi gula kemudian dimasak bersamaan. Cimpa adalah salah satu makanan yang sangat penting bagi orang Karo. Cimpa biasanya dibuat pada saat berlangsungnya acara pesta adat pernikahan, kerja tahun atau merdang merdem, dan kematian. Jika dalam salah satu acara adat tersebut tidak dihadirkan cimpa, maka acara adat tersebut dianggap kurang dan tidak sempurna.

Kidu-Kidu
Makanan ini terbuat dari ulat sagu, namun banyak yang menamainya ulat Bagong atau nama latin rhynchophorus ferruginenus. Hewan ini kerap ditemukan pada bagian dalam pohon Aren. Pada umumnya ulat sagu akan sangat berkembang di pohon Aren yang sudah mati. Ulat sagu merupakan larva yang berasal dari kumbang, tetapi bukan kumbang biasa. Jenis Kumbang yang memiliki kepala berwarna merah ini kemudian bertelur, nah telur tersebut kemudian berkembang hingga menjadi ulat dewasa.
Ulat Sagu memiliki manfaat sebagai penambah stamina. Ulat sagu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi juga, sehingga dipercaya mampu memberikan asupan tenaga yang tinggi.

Pagit-pagit

Pagit-pagit adalah sejenis makanan yang bahan dasarnya secara kasar adalah makanan lembu yang telah berada dalam usus lembu. Pagit-pagit merupakan salah satu makanan yang menurut suku lain adalah hal yang aneh dan mungkin menjijikkan. Namun masyarakat Karo punya cara sendiri untuk mengolahnya sehingga menjadi hidangan yang lezat.

Cipera

Cipera adalah sejenis sayur yang berbahan dasar ayam kampung dan jamur merang yang dimasak dengan menggunakan tepung jagung sampai kuah mengental. Cipera memiliki rasa yang nikmat dan sedikit asam karena menggunakan asam cikala atau bunga kecombrang.

Tasak Telu

Tasak Telu dalam bahasa Karo berarti masakan tiga jenis. Yakni ayam buras rebus dengan bumbu khusus, cepera atau kuah ayam yang dicampur jagung gongseng, dan sambah getah yakni sambal khas Karo dari cabe rawit/kincong, jeruk nipis dan sedikit darah ayam.

Tak banyak yang mengenal Tasak Telu, makanan tradisional Karo yang biasanya hanya bisa dinikmati untuk acara adat tertentu. Kini, Tasak Telu mulai menjadi menu khusus di warung nasi kawasan kota Brastagi dan Kabupaten Karo.

Lemang

Makanan ini  terdiri dari bahan dasar beras pulut. Dalam setiap acara atau pesta termasuk pesta tahunan, makanan ini selalu disajikan karena makanan ini termasuk penunjang para muda-mudi Karang Taruna untuk berkumpul.

Babi Panggang Karo

Makanan ini cukup dikenal dengan singkatan BPK (Babi Panggang Karo). Pepaduan babi panggang kering yang dipadukan dengan bumbu darah menjadikan makanan ini menjadi lebih nikmat dan lezat. Proses pembuatannya ada dibagi menjadi dua tahap. Tahap pembuatan babi panggang dan pembuatan bumbunya.

Arsik Nurung Mas

Makanan ini cukup populer. Pembuatannya bisa memakan waktu berjam-jam sehingga bumbu-bumbunya meresap sempurna. Yang menjadi patokan pembuatannya merupakan rasa yang kuat, asin, asam, dan pedas. Ditambah aroma sereh dan cakala yang khas membuatnya menjadi masakan yang tidak terlupakan.

Tertarik untuk mencicipi salah satu kuliner khas Karo di atas? Yuk segera packing dan berkunjunglah ke Kabupaten Karo. Kalau soal keberagaman kuliner, Indonesia memang nggak ada duanya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
elyasna
"where ever you are, lets rock n roll"
SHARES