Masa Depan Itu Rahasia Tuhan. Buang Jauh Rasa Cemasmu dengan 8 Selingan Ini

01 Mei 2018
|Idham Nur Indrajaya
10SHARES

Masa depan selalu misterius. Seberapa pun detailnya perencanaan kita, tidak ada yang bisa benar-benar bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada diri kita. Ketidaktahuan akan masa depan pun kerap kali menjadi momok yang bukannya meningkatkan daya kerja kita, melainkan bisa malah menurunkan performa kita dalam kegiatan sehari-hari.

Terkadang, kitu perlu merinci apa saja capaian yang harus kita kejar di masa depan. Namun, terlalu bergantung dengan apa yang sudah terencana itu ternyata tidak baik bagi psikis kita, lho. Pasalnya, tuntutan kita akan apa yang terjadi di masa nanti itu malah memicu gelisah dan insecure yang berlebihan. Pada gilirannya, kita akan kehilangan momen-momen penting di masa kini karena rasa cemas yang menghabiskan banyak tenaga.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa saja hal yang harus kita lakukan agar pikiran kita tidak terlalu cemas dengan masa depan yang masih kabur. Semoga tuntunan di bawah ini bisa membantu, guys!

1. Melatih fokus

Masa depan belum terjadi. Yang harus kita hadapi adalah masa kini. Kalau kita terlalu cemas dengan masa depan, justru apa yang sudah kita rencanakan dengan matang malah bisa berantakan dan menambah beban pikiran kita. Agar lebih fokus dengan apa yang dijalani pada masa kini, cobalah melatih semua indera tubuh kita untuk merasakan apa saja yang di hadapan sekarang.

Salah satu latihan yang paling mudah adalah dengan mencoba mencari tahu jawaban dari pertanyaan ini:

1. Apa yang kamu lihat?

2. Bagaimana perasaan kamu saat ini?

3. Seperti apa rasa makanan yang baru saja kamu makan?

4. Aroma apa yang kau cium sekarang?

Jika kita membiasakan diri untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaan di atas dengan memaksimalkan fungsi indera kita, niscaya kita akan terlatih untuk fokus dengan situasi masa kini dan pikiran kita tidak melayang kepada pikiran akan masa depan yang kerap membuat kita gelisah.

2. Tarik napas dalam-dalam

Menarik nafas dalam-dalam sudah sering terbukti dapat menurunkan tensi pikiran yang sedang kita rasakan. Jika sedang gelisah dengan pikiran yang menghantui di kepala, cobalah untuk membuat sekujur tubuh kita menjadi rileks dan bernafas dalam-dalam.

Saat sedang menghirup, fokuskan pikiran kepada organ pernapasan kita. Setelah itu, buanglah nafas dengan pikiran yang masih tertuju pada organ pikiran kita. Latihan ini dapat menjadi lebih maksimal jika disertai meditasi. Namun, jika kamu sedang berada dalam jadwal aktivitas yang tidak memungkinkan untuk meditasi, mengatur napas bisa menjadi solusi yang lebih praktis.

3. Jangan pikirkan apa yang kamu tidak bisa lakukan, tapi pikirkan apa yang kamu bisa

Pikiran positif dan negatif tidak akan mudah bercampur baur dan dirasakan secara bersamaan. Oleh karena itu, jika pikiran negatif sedang timbul, ada baiknya jika kamu menenangkan diri dengan cara menuliskan apa saja kelebihan kamu. Terlalu sering memikirkan apa yang tidak bisa kita lakukan akan membuat kita selalu merasa gelisah dan takut akan masa depan ketimbang memikirkan apa yang bisa kita lakukan.

4. Rancang strategi untuk menghadapi ketakutan kamu

Tidak sedikit orang yang hanya memikirkan kekhawatirannya tanpa berusaha merencanakan solusi. Pelajarilah kekhawatiran kamu sendiri dan jinakkan pikiran-pikiran negatif dengan merancang rencana agar jika kekhawatiran itu menjadi kenyataan, kita sudah lebih siap untuk menghadapinya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa terkadang realita tidak sejalan dengan apa yang sudah kita rencanakan. Jadi, jangan terlalu bergantung pada rencana kamu. Akan lebih baik jika kamu selalu mempersiapkan mental kamu untuk menghadapi apapun yang akan terjadi.

5. Jangan biarkan pikiran negatif itu mengendalikan dirimu

Seorang Dalai Lama pernah mengatakan, “Jika bayangan situasi itu masih bisa ditangani, artinya tidak perlu lagi merasa khawatir. Lagipula tidak ada manfaat dari yang namanya rasa khawatir.”

Manusia memiliki kemampuan untuk mengontrol dirinya sendiri. Untuk memaksimalkan kontrol itu, diperlukan latihan agar pikiran kita bisa lebih jernih, misalnya dengan melakukan meditasi, olahraga, dan makan makanan yang sehat. Perlu diingat bahwa tubuh yang sehat akan membangun jiwa yang sehat pula.

6. Melakukan latihan relaksasi otot

Ada latihan yang disebut dengan nama relaksasi otot progresif. Saat kamu merasa khawatir, fokuskan pikiranmu untuk menegangkan seluruh otot mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Hati-hati, jangan terlalu kencang karena malah bisa membuat syaraf kita terganggu.

Setelah menahan ketegangan itu, lepaskan seluruh ketegangan secara bersamaan. Teknik ini mungkin hampir mirip dengan pengendalian nafas. Bedanya, bukan napas yang menjadi unsur utama dalam latihan ini, melainkan otot tubuh.

7. Gunakan rasa khawatir sebagai motivasi

Rasa cemas akan berkurang jika kita termotivasi agar apa yang dikhawatirkan itu tidak terjadi. Daripada kita malah menjadi pasif karena rasa khawatir, alangkah lebih baik lagi jika rasa khawatir itu kita gunakan sebagai pemicu untuk menampik rasa khawatir itu.

Dengan mengalihkan rasa khawatir menjadi pemicu, rasa khawatir itu pun akan tertampik dengan sendirinya dari pikiran kita. Intinya, jangan biarkan rasa khawatir itu mengurangi produktivitas kita.

8. Alihkan energi pada kegiatan yang produktif

Rasa khawatir bisa menjadi racun yang berbahaya bagi kesehatan psikis kita. Jangan biarkan rasa khawatir itu terus mendiami kepala kamu. Ada baiknya jika kamu mengekspresikan rasa khawatir itu melalui bentuk tulisan, gambar, musik, atau hal-hal lain sesuai dengan hobi kamu. Kamu juga bisa membagi rasa khawatir itu kepada orang lain agar racun yang terdapat di pikiran itu bisa dikeluarkan sedikit demi sedikit.

Itulah beberapa tips yang bisa membantu kamu saat masa depan membuat kamu merasa khawatir. Yang jelas, berorientasi kepada masa depan itu memang baik. Akan tetapi, masa depan bisa malah berdampak buruk jika kita tidak bisa menangani ketidaktahuan kita akan masa depan itu dengan baik.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
10SHARES