Ini 7 Rahasia Merawat Hijab yang Benar. Biar Awet dan Serasa Baru Terus!

26 November 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Bagi hijabers, pasti koleksi hijabmu cukup bervariasi sehingga kamu kadang bingung gimana merawatnya biar tetap awet. Banyak juga yang masih sembarangan dalam mencuci dan merawat hijab sehingga bahan hijab mudah rusak dan nggak layak pakai. Padahal cara merawatnya mudah banget, lho. Begini rahasianya!

1. Perhatikan dan pisahkan berdasarkan bahan, warna, motif, dan jenis hijabmu

Tentu hijabmu nggak hanya terdiri dari satu bahan, warna, motif, dan jenis yang sama, 'kan? Pisahkan hijabmu berdasarkan kategori tersebut agar ketika akan mencucinya kamu bisa memilihnya dengan lebih mudah. Warna-warna yang mungkin mudah luntur sebaiknya dicuci terpisah agar nggak merusak warna hijab lain. Bisa juga memisahkan hijab berdasarkan yang sering kamu pakai.

2. Yakin mau cuci hijab pakai deterjen?

Nggak semua hijab boleh kamu cuci dengan deterjen, kecuali bahannya adalah kaos. Umumnya hijab merupakan kain yang lebih tipis daripada bahan pakaian, sehingga mencuci dengan deterjen ditakutkan dapat merusak kerapatan benang di hijab. Kamu bisa menggantinya dengan mencuci menggunakan sampo. Bisa juga menggunakan sampo atau sabun bayi yang wanginya juga oke untuk mencuci hijabmu.

3. Aturan mencuci hijab yang perlu kamu tahu

Sebisa mungkin jangan mencuci hijabmu di mesin cuci, tapi gunakan jemari cantikmu untuk mencuci sendiri hijabmu. Kucek pelan-pelan, terutama di bagian lipatan yang biasanya kena keringat. Kalau untuk ciput hijab, nggak perlu dikucek jadi cukup direndam. Merendam hijab pun harus tahu triknya, yaitu nggak perlu terlalu lama. Airnya pun suhu yang dingin aja, nggak perlu air hangat biar nggak mudah melar atau merusak warna. Biar lebih awet.

4. Jemur dengan cara diangin-anginkan, bukan kena matahari langsung

Setelah selesai mencuci, sebaiknya jangan peras hijabmu dengan kuat. Cukup memerasnya pelan lalu jemur dengan cara digantung. Menjemurnya pun nggak boleh di bawah sinar matahari langsung. Kamu bisa menjemurnya di tempat yang teduh atau sekedar diangin-anginkan sampai kering. Sebisa mungkin untuk nggak menjemur hijab dalam keadaan terlipat karena bisa aja menimbulkan bekas lipatan atau garis busa sabun.

5. Jangan sembarangan menyetrika, ketahui dulu suhu yang tepat

Bahan-bahan hijab yang tipis sebaiknya disetrika dengan suhu yang rendah. Bisa juga dilapisi kain atau kertas perantara yang diletakkan di atas kain hijabmu. Terutama kalau hijabmu bahan paris atau viscose. Untuk hijab yang bahannya agak tebal, kamu bisa gunakan setrika suhu sedang. Kalau ada hiasan di hijabmu seperti payet atau renda, jangan ikutan disetrika. Kalau bahan hijabmu nggak mudah kusut, nggak perlu disetrika juga oke-oke aja tuh!

6. Pilih jarum pentul atau peniti yang tajam, biar nggak merusak bahan

Tahukah kamu kalau pemilihan jarum pentul penting untuk keberlangsungan hidup hijabmu. Kalau kamu memilih jarum yang tumpul, jarum tersebut akan merusak rapatan benang di hijab sehingga akan banyak timbul bolong-bolong. Jadi, pilih jarum pentul, peniti, atau bros yang tajam. Hindari juga menusuk hijab di tempat yang sama berulang kali biar hijabmu nggak mudah bolong. Ganti jarum pentul atau penitimu kalau udah berkarat, ya!

7. Simpan hijab dengan cara yang benar agar nggak mudah kusut

Terakhir, kamu juga harus memperhatikan caramu menyimpan hijab. Cara terbaik untuk menyimpannya adalah dengan menggantungnya di hanger khusus hijab. Hal ini dilakukan agar hijabmu nggak mudah kusut. Kalau ada hijab yang memang jarang kamu pakai, kamu bisa melipatnya dan simpan dalam storage khusus. Bisa juga dengan dibungkus plastik agar nggak mudah apek atau kena debu. Kalau untuk ciput, nggak prlu dilipat juga nggak apa-apa!

Itulah tadi cara terbaik untuk merawat hijabmu agar tetap awet dan serasa baru terus. Nggak perlu beli terus, yang udah ada aja dirawat dan disimpan dengan benar, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES