Ingin Menikah dengan Bule atau WNA? Ketahui Dulu Gimana Syarat, Prosedur dan Biayanya!

21 November 2017
|Olphi Disya
274SHARES

Siapa nih yang berencana menikah dengan bule atau warga negara asing? Kalau kamu berencana demikian, kamu harus paham dulu bahwa prosedur menikah di Indonesia dengan Warga Negara Asing (WNA) berbeda dengan menikah sesama WNI. Ada beberapa hal yang wajib kamu siapkan dan prosedur yang harus kamu jalani agar lancar. Siap-siap dicatat, ya!

1. Dokumen untuk KUA

Mengurus pernikahan di KUA akan membutuhkan sejumlah dokumen awal yaitu surat N1, N2, dan N4. Kamu bisa mendapatkan dokumen-dokumen tersebut dengan cara di bawah ini:

- Mendatangi ketua RT pada domisili pihak WNI untuk meminta surat pengantar ke kelurahan. Pastikan kamu mendapatkan stempel dari RT dan RW pada surat pengantar ini.

- Membawa surat keterangan ke kelurahan dengan melampirkan fotokopi KTP, akta lahir, dan kartu keluarga. Nantinya pihak kelurahan akan memproses dan akan mengeluarkan surat N1, N2, dan N4 yang akan kamu bawa ke kecamatan.

- Dokumen-dokumen tersebut bisa kamu bawa kantor kecamatan yang selanjutnya akan ditandatangi dan distempel oleh camat.

2. Dokumen dari pihak WNI dan WNA

Setelah dari kecamatan, kamu bisa langsung ke KUA untuk mengurus pernikahanmu. Syarat untuk mengurus pernikahannya adalah sebagai berikut:

Dokumen dari pihak WNI

- Surat keterangan belum / tidak menikah yang ditandatangani oleh RT dan RW.

- Formulir N1, N2, dan N4 dari Kelurahan dan Kecamatan.

- Formulir N3 dari KUA (surat persetujuan mempelai yang harus ditandatangani oleh kedua mempelai).

- Fotokopi KTP.

- Akta Kelahiran.

- Kartu Keluarga.

- KTP orang tua.

- Buku nikah orang tua (jika Anda merupakan anak pertama).

- Data 2 orang saksi pernikahan, berikut fotokopi KTP yang bersangkutan.

- Pasfoto 2x3 (4 lembar) dan 4x6 (4 lembar).

- Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan) terakhir.

- Prenup (perjanjian pra nikah).

 

Dokumen dari pihak WNA

- CNI (Certificate of No Impediment) atau surat izin menikah di negara lain yang dikeluarkan dari kedutaan calon pengantin WNA.

- Fotokopi akta kelahiran.

- Fotokopi  kartu identitas (KTP) dari negara calon pengantin WNA.

- Fotokopi paspor.

- Surat keterangan domisili (alamat calon pengantin WNA saat ini).

- Pasfoto 2x3 (4 lembar) dan 4x6 (4 lembar).

- Surat keterangan mualaf (jika agama sebelumnya bukan Islam dan akan pindah agama).

Ketika mengurus syarat pernikahan, semua dokumen yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan harus dilakukan oleh seorang penerjemah tersumpah. Jangan lupa untuk selalu membawa pulang dokumen asli, bukan diberikan ke KUA. Karena yang diberikan pada pihak KUA hanya fotokopiannya.

3. Dokumen untuk mendapatkan CNI

Lalu, gimana caranya calon pengantin WNA mendapatkan CNI? Begini kelengkapannya:

- Akta kelahiran terbaru (asli).

- Fotokopi kartu identitas (KTP) dari negara asal.

- Fotokopi paspor.

- Bukti tempat tinggal atau surat domisili (bisa berupa fotokopi tagihan telepon/listrik).

- Formulir pernikahan dari kedutaan yang bersangkutan.

4. Dokumen WNI untuk kedutaan asing

- Akta kelahiran asli dan fotokopi.

- Fotokopi KTP.

- Fotokopi surat N1, N2 dan N4 dari Kelurahan.

- Fotokopi prenup (jika ada).

Oh iya, kamu wajib melengkapi semua dokumen persyaratan ke kedutaan dan sebaiknya memfotokopi terlebih dulu agar yang kamu berikan adalah fotokopiannya bukan yang asli. Setelah semua proses terpenuhi, kamu tinggal tunggu kabar dari kedutaan.

Setiap kedutaan memiliki aturan yang berbeda. Lamanya waktu proses tergantung pada kebijakan dan juga kinerja kedutaan negara yang bersangkutan. Biasanya diperlukan waktu 1 hingga 2 bulan, namun bisa lebih lama lagi. Jadi, siapkan jauh-jauh hari.

Beberapa kedutaan juga akan melakukan interview kepada calon pasangan yang akan menikah, meskipun nggak semua kedutaan melakukannya. Setelah semua dokumen telah diproses, maka nantinya pihak kedutaan akan menghubungi untuk mengabarkan bahwa dokumen telah bisa diambil kembali.

5. Biaya Pernikahan di KUA

Jika semua proses sudah dijalani, kamu tinggal menentukan kapan pernikahannya dan siapa penghulunya. Hampir sama dengan menikah di KUA pada pasangan WNI, menikah di KUA dengan WNA pun nggak akan dikenakan biaya apapun alias gratis. Asalkan kamu dan pasangan melangsungkan pernikahan di kantor KUA saat jam kerja kantor. Sedangkan kalau menikah di luar jam kerja kantor, maka kamu harus membayar biaya sebesar Rp 600 ribu untuk administrasi. Tapi tenang aja, biaya ini akan masuk ke kas negara.

Meski pernikahan kalian sudah otomatis tercatat di catatan sipil, kalian berdua juga harus melaporkan pernikahan tersebut di kedutaan negara pasangan sehingga pernikahan kalian tercatat dan diakui oleh negara yang bersangkutan. Sebaiknya lakukan segera setelah pernikahan.

Agak ribet memang kesannya ketika menyiapkan segala persiapan untuk menikah dengan WNA. Tapi kalau kalian serius dan bersedia untuk menjalani prosesnya dengan baik, niscaya akan lancar kok proses menikahnya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
274SHARES