Diet Tradisional yang Mudah dari 7 Negara Ini Bikin Makanmu Jadi Lebih Asyik

29 Juli 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Kamu lagi berusaha diet tapi tak kunjung berhasil? Mungkin ada yang salah nih dengan pola makan dan konsumsi makan makanan dietmu. Setiap metode diet belum tentu cocok dengan semua orang. Setiap metode diet pun harus ada tujuan dan caranya masing-masing. Nah, kalau selama ini dietmu selalu gagal, coba deh metode diet asyik dari berbagai negara berikut. Siapa tahu lebih cocok kan?

1. Jepang

Udah bukan rahasia lagi dong kalau makanan Jepang itu cocok untuk diet? Tampilan dan porsinya lah yang membuat makanan Jepang pas banget untuk kamu yang ingin diet sehat. Porsi kecil dan aneka sayuran musiman yang berwarna dan sehat membuat piringmu terlihat menarik secara visual. Porsi kecil membantumu menjaga kalori tetap terkendali, sementara sayuran menyediakan berbagai vitamin dan mineral yang sehat. Tapi, hindari sushi seperti maguro (tuna) dan nama-saba (makarel) yang rentan terpapar merkuri dan lebih baik memilih sake (salmon), ebi (udang), dan ika (cumi).

2. Tiongkok

Ternyata makan dengan menggunakan sumpit dapat membantumu makan lebih lambat, lho! Itu berarti kamu akan makan lebih sedikit. Ditambah lagi, penelitian menunjukkan orang yang makan lebih cepat lebih cenderung mengalami obesitas dan memiliki penyakit kardiovaskular. Hindari makan makanan yang berbumbu instan dan mengandung MSG, misalnya makanan cepat saji dan dengan saus pabrikan. Orang Tiongkok lebih senang diet dengan makan makanan yang ditumis. Selain lebih sehat, proses masaknya pun nggak begitu sulit.

3. Perancis

Seringkali kita lebih memerhatikan kalori dan seberapa banyak makanan kita ketika diet, tapi menyepelekan rasa dan kenikmatan makanan tersebut. Jadi menurut orang Perancis, daripada makan makanan porsi besar namun rasanya nggak enak (misalnya yogurt beku) mendingan ganti dengan kue cokelat atau dessert favoritmu tapi dalam porsi yang kecil. Hindari kue-kue pastry seperti croissant cokelat, kue yang banyak mengandung mentega, serta makanan dengan karbohidrat tinggi, gula, dan lemak. Konsisten dengan makanan sehat seperti oatmeal dan yogurt setiap hari, serta simpan kue favoritmu untuk dinikmati sesekali.

4. Ethiopia

Injera, roti lapis tradisional Ethiopia yang terbuat dari tepung teff (semacam tepung gandum), mengandung serat, vitamin C, dan protein tinggi yang cocok untuk diet. Masakan Ethiopia tradisional menekankan pada umbi-umbian, kacang-kacangan, dan kacang lentil. Cobalah untuk membuat “injera” di rumah yang sekarang udah banyak dijual di pasaran. Hindari makan bareng dalam satu wadah. Makanan Ethiopia tradisional terdiri dari hidangan bersama yang diikat dengan injera. Gaya makan ini akan membuatmu sulit mengendalikan porsi. Jadi lebih baik makan dengan porsi dan piring masing-masing ya!

5. India

Masakan India terdiri dari berbagai rempah-rempah yang menambah rasa lezat, warna yang menarik, dan bergizi tingi. Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan paprika merah bisa membantu menurunkan kolesterol.  Bahan yang sering digunakan seperti bawang merah dan bawang putih juga bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Hindari makanan dengan saus krim dan santan. Orang India yang ingin diet mengonsumsi daging panggang tandoori dan kari tomat sebagai gantinya. Jadi, kalau diet mau sukses, jangan makan makanan yang berlemak.

6. Meksiko

Salah satu tradisi makan khas Meksiko adalah almuerzo, sebuah pesta makan makanan berat di siang hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan makanan besar di malam hari bisa menjadi penyebab utama di balik kenaikan berat badan. Jadi untuk diet nggak apa-apa makan banyak di siang hari, tapi di malam hari harus sangat dibatasi. Hindari makanan yang mengandung kacang yang digoreng ulang. Kacang memiliki kadar protein, serat, dan vitamin yang tinggi. Tapi, kalau menggorengnya dengan lemak hewani atau minyak justru akan meningkatkan kalori.

7. Swedia

Masakan Skandinavia nggak banyak menggunakan sayuran, namun masih memiliki beberapa unsur makanan sehat. Roti gandum adalah makanan pokok yang dilengkapi dengan banyak serat sehingga membuatmu kenyang lebih lama. Cobalah membuat sandwich gandum yang kaya akan serat untuk alternatif roti tawar putih atau whole-wheat. Hindari garam, terutama kalau kamu berisiko terkena hipertensi. Makanan tradisional orang Nordik untuk diet, seperti salmon asap, bisa kamu siasati dengan memasak sendiri di rumah dan kurangi konsumsi garamnya.

Penting untuk diingat, bahwa diet bukan semata-mata untuk menurunkan berat badan. Tapi bagaimana apa yang kamu konsumsi bisa bermanfaat bagi tubuhmu agar tetap sehat. Semoga berhasil ya dietnya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES