7 Tips Menghadapi Pelecehan Seksual di Tempat Umum. Harus Lebih Waspada Nih!

02 Desember 2017
|Olphi Disya
2.4 KSHARES

Tahukah kamu bahwa minggu ini, dunia tengah menggalakan 16 HAKTP (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan) yang mengampanyekan penghapusan pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan, terutama masalah kekerasan seksual.

Mungkin kamu sering mendengar berita tentang pelecehan seksual yang dialami perempuan saat di tempat umum. Seolah menunjukkan predator seksual ada di manapun dan kapanpun. Lalu gimana cara menghindari dan menghadapi pelecehan seksual? Simak saran berikut ini, yuk!

1. Siulan, godaan atau catcalling

Kamu pernah nggak sih mengalami yang namanya catcalling? Biasanya pelaku catcall menggoda dengan bersiul, memanggil dengan panggilan yang nggak banget seperti “Hai cantik”, atau sok akrab dengan nanya “Mau abang anterin pulang nggak?"

Kalau udah kayak gini rasanya pengen lari aja atau ngamuk di depan pelaku. Tapi apa itu cara terbaik untuk menghadapinya?

Kamu perlu tahu biasanya pelaku catcall nggak lagi sendiri alias bersama teman-temannya. Mereka berbuat seperti itu sebagai lucu-lucuan (yang sama sekali nggak lucu, cenderung menjijikan) ketika becanda dengan temannya. Kalau udah kurang ajar, kamu bisa menatap mata pelaku dan katakan dengan lantang dan tegas kalau kamu nggak suka diperlakukan begitu. Ingat, lantang dan tegas bukan marah-marah nggak jelas karena kalau marah-marah bisa jadi si pelaku justru terpicu melakukan kekerasan. Setelah itu kabur aja!

2. Komentar tentang kondisi fisik dan mengarah pada seksual

Selain catcalling, ada juga pelaku pelecehan yang gemar mengomentari fisik orang lain terutama perempuan. Biasanya pelaku mengomentari bentuk tubuh seperti dada, bokong, rambut, warna kulit, hingga baju yang dikenakan. Komentar seksual semacam ini memang bikin gerah, apalagi dibumbui dengan kata-kata yang menjurus ke arah seksual. Duh!

Hampir sama dengan catcalling, kamu bisa menghadapinya dengan cara mengatakan bahwa kamu nggak nyaman diperhatikan dan dikomentari seperti itu. Kalau perlu tanyakan apa maksudnya mereka berkata seperti itu, agar mereka sadar bahwa kamu kesal dengannya. Tapi kalau kamu nggak malas berurusan dengan pelaku, lebih baik kamu segera pergi dari situ.

3. Menyentuh bagian tubuhmu tanpa izin dengan maksud melecehkan

Memang ada pelaku yang kurang ajar menyentuh tubuhmu tanpa izin seperti mencolek, memegang, menggenggam, menggandeng, memeluk, menarik, dan sebagainya. Perlakuan kayak gini memang bikin panik dan takut karena terjadi secara tiba-tiba dan membuat perempuan sering merasa kecewa karena telah disentuh tanpa izin oleh orang lain yang nggak dikenal.

Jangan malu dan takut untuk menghadapi pelaku yang kurang ajar di tempat umum. Tapi kamu juga perlu waspada. Bekali diri dengan semprotan cabe atau pisau lipat dan keluarkan ketika kamu merasa perlakuannya udah semakin kurang ajar. Kalau perlu, permalukan pelaku dengan berteriak dan meminta tolong orang lain di sekitarmu.

4. Mengambil kesempatan dalam kesempitan, sengaja diraba

Di transportasi umum yang padat, memang seolah nggak ada jarak antara satu orang dengan yang lainnya. Hal ini membuat pelaku leluasa untuk menjalankan aksinya yaitu sengaja menempelkan tubuhnya ke tubuh korban untuk mendapatkan kepuasan seksual. Pelaku yang memiliki gangguan seksual memang sengaja menyentuhkan kemaluannya di tubuh korban yang seringnya nggak menyadari.

Ketika kamu sadar bahwa kamu lagi diraba dan dilecehkan dengan sengaja oleh pelaku, kamu harus cepat-cepat menghindar dan langsung memeriksa kondisi kamu apakah ada cairan sperma yang menempel di pakaianmu atau nggak. Kalau kamu ngerasa pelaku harus mendapatkan hukuman, kamu bisa laporkan pada petugas yang ada di transportasi umum (di bus atau kereta). Bisa juga dengan berteriak bahwa pelaku telah melakukan tindak kurang ajar agar orang lain tahu dan membantumu untuk menghukumnya.

5. Pelaku menunjukkan alat kelamin dan merasa terangsang

Mungkin beberapa dari kamu pernah mengalami kejadian yang bikin shock seperti melihat seseorang mengeluarkan alat kelaminnya dan menunjukkannya secara sengaja padamu. Yep, sapaan untuk orang macam ini adalah "exhibitionist" Kamu harus pahami, bahwa nggak ada orang ‘waras’ yang melakukan demikian, sehingga pelaku tentu memiliki gangguan seksual yaitu eksibisionisme. Pelaku mendapatkan kepuasan dari respon korban yang merasa jijik dan takut, lho!

Jadi ketika kamu melihat orang seperti ini, sebaiknya kamu jangan panik dan jangan menunjukkan ekspresi jijik atau takut. Sebisa mungkin untuk tenang dan menatap pelaku dengan ekspresi marah. Kalau bisa kamu ucapkan kata-kata yang bisa melukai perasaan pelaku seperti, “Jelek begitu ngapain dipamerin!”, “Punya lo kecil banget, nggak usah ditunjukin!”

Dengan begitu pelaku akan merasa rendah diri dan nggak terangsang lagi.

6. Memotret secara diam-diam untuk kepuasan pribadi atau disebarluaskan

Akhir-akhir ini lagi marak foto-foto yang diambil dengan cara diam-diam di tempat umum. Biasanya pelaku memotret bagian tubuh perempuan seperti bagian dada, bokong bahkan sampai memotret dalaman dari bawah rok! Gilanya lagi, foto-foto yang mereka dapatkan diunggah di media sosial dan membuat korbannya malu. Parah banget, 'kan?

Kalau kamu sadar bahwa kamu sedang difoto diam-diam atau kamu tahu bahwa pelaku sedang melakukan aksi bejatnya, kamu bisa langsung melabraknya dan (lagi-lagi) mempermalukannya dengan berteriak dan melapor pada petugas setempat. Meskipun terlihat sepele, tapi ini bisa merusak nama baik dan mempermalukanmu. Dan tentunya, pelakunya melanggar hukum karena melakukan perbuatan tidak menyenangkan yang merugikan orang lain tuh!

7. Percobaan perkosaan

Nah, kalau yang ini adalah tingkat paling ekstrem dalam pelecehan seksual, yaitu percobaan perkosaan. Kalau kamu udah merasa ada gelagat bahwa pelaku akan melakukan hal yang nggak diinginkan, sebaiknya kamu langsung berpikir untuk mencari bantuan. Memang mungkin sulit untuk nggak panik, tapi tetaplah berpikir jernih dan lakukan apa yang kamu bisa untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Apapun alasannya, pelaku nggak punya hak untuk memperlakukanmu dengan nggak pantas!

Yuk sama-sama peduli dan lawan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan! Nggak hanya di momen 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, semua ini harus kita lakukan setiap hari dan selamanya. Jaga diri dan selalu hati-hati dari pelecehan ya, girls!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
2.4 KSHARES