6 Mitos Seputar Mie Instan yang Selama Ini Dianggap Berbahaya

22 Juni 2018
|Robertus Ari
0SHARES

Mie instan adalah makanan andalan kedua setelah nasi. Jadi nggak heran kalau penggemar olahan ini sangat banyak. Malahan, banyak orang selalu menyantap kedua makanan ini secara bersamaan. Padahal kebiasaan tersebut adalah tindakan ‘kriminal’. Selain itu, banyak juga anggapan bahwa mie instan itu berbahaya bagi kesehatan dan bisa memicu banyak penyakit kronis.

Untuk itu agar semua menjadi lebih jelas, kamu wajib tahu mitos-mitos seputar mie instan yang selama ini dianggap berbahaya. Apa saja? Berikut ulasannya seperti yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Air rebusan mie instan dapat menyebabkan membahayakan kesehatan

Banyak masyarakat yang menganggap air rebusan mie instan sangat berbahaya. Sehingga, banyak yang menyarankan untuk mengganti air rebusan itu dengan yang baru saat menyajikannya. Faktanya, di dalam air rebusan itu mengandung beberapa gizi, vitamin, zinc, betakaroten, dan zat besi yang dibutuhkan tubuh kamu. Jadi kalau kamu membuang air rebusan mie instan, sama saja kamu membuang semua manfaat tadi.

2. Merebus mie instan bersamaan dengan bumbunya di atas suhu 120 derajat celcius bisa menyebabkan kanker

Mungkin beberapa dari kamu ada yang mendengar hal ini, bahwa MSG dalam mie bisa menyebabkan kanker jika direbus dengan suhu di atas 120 derajat celcius. Padahal, anggapan ini sebenarnya tidak benar. Mie instan tidak berbahaya jika kamu konsumsi secara benar. Bahkan sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahaya tersebut. Yang ada kalau kamu memasak mie instan dengan suhu yang tinggi dan terlalu lama, hanya akan membuat mie menjadi hancur.

3. Makan mie instan bersamaan dengan nasi agar kenyang

Lagi, pasti banyak dari kamu yang pernah atau sering melakukan kebiasaan ini. Padahal kebiasaan ini perlu kamu hentikan. Karena duet maut antara mie dan nasi kurang baik bagi kesehatan. Kandungan karbohidrat kedua bahan tersebut cukup tinggi. Perlu kamu ketahui juga, kadar kalori sebungkus mie instan dengan berat 70-90 gram mengandung 350-500 kalori. Sedangkan nasi dengan berat 100 gram hanya mengandung 175 kalori saja. Jadi bisa kamu bayangkan jika mie dan nasi kamu duetkan bersamaan. Tentu saja efeknya bisa bikin gemuk hingga meningkatkan gula dalam darah.

4. Mie instan mengandung lapisan lilin

Adakah dari kamu pernah mendengar rumor ini? Anggapan ini muncul karena mie instan tidak menempel saat dimasak. Sehingga banyak orang berpikir ada lapisan lilin di dalam mie itu sendiri. Padahal hal ini sama sekali tidak benar. Lalu mengapa mie tidak menempel saat dimasak? Hal ini bukan karena lilin, melainkan kandungan minyak dalam mie terlepas saat direbus. Ketika diproduksi, ada proses deep frying untuk mengurangi kandungan air di dalam mie untuk membuat mie menjadi tahan lama. Di dalam proses inilah minyak terserap di dalam mie dan keluar lagi saat direbus.

5. Warna kuning mie instan dari bahan pewarna

Faktanya, warna kuning dalam mie didapat dari pewarna tatrazine. Pewarna ini sudah mendapatkan izin secara internasional oleh Codex Alimentarius dan World Health Organization serta BPOM RI. Jadi kalau sudah mendapatkan izin, tentu saja pewarna ini aman untuk dikonsumsi. Bahkan, tatrazine juga digunakan untuk makanan lain seperti keripik, puding, sereal, permen, yogurt, minuman ringan, dan lainnya.

6. Mie instan adalah gudangnya bahan pengawet

Banyak makanan yang beredar di Indonesia mengandung bahan pengawet. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa mie instan juga termasuk di dalamnya. Padahal, mie instan bisa bertahan lama bukan karena bahan pengawet kimia. Melainkan dari proses produksi yang melalui deep frying dengan suhu 140-160 derajat celcius. Suhu yang tinggi juga membuat tidak ada mikroba hidup dan kadar air turun menjadi 3% saja. Sehingga mie menjadi kering dan tidak mudah membusuk atau basi.

Nah, itulah tadi berbagai mitos seputar mie instan yang mungkin selama ini kamu salah menilainya. Dengan membaca artikel ini diharapkan kamu menjadi lebih tahu dan nggak perlu takut lagi tentang berbagai hal buruk tentang mie instan. Tapi tentu saja, meskipun begitu kamu jangan mengkonsumsinya secara berlebihan dan juga cara memakannya harus benar. Setidaknya, dalam seminggu jangan lebih dari 2 atau 3 kali. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Ari
"be kind to each other"
0SHARES