5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Durian Merah khas Banyuwangi. Unik!

02 Mei 2018
|Robertus Ari
0SHARES

Siapa di sini yang suka durian? Pasti cukup banyak dari kamu yang doyan banget sama buah satu ini. Sebab, rasanya memang benar-benar memanjakan lidah. Bahkan ketika musim durian datang, pasti banyak dari kamu yang bela-belain berburu buah berkulit tajam ini di berbagai tempat. Namun pernahkah kamu mencoba atau mendengar durian merah?

Durian ini cukup unik dan hanya bisa kamu temukan di Banyuwangi. Seperti namanya, daging buah ini memang benar-benar berwarna merah dan terlihat cukup eksotis. Bagi kamu yang penasaran, berikut beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang durian merah khas Banyuwangi.

1. Asal usul durian merah

Menurut Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi, Eko Mulyanto, asal usul durian merah Banyuwangi ini memang masih simpang siur. Warna merahnya diduga dari perkawinan silang antar dua varietas yang berbeda.

Namun Eko tidak mempersoalkan bagaimana asal usul durian ini. Ia juga mengatakan bahwa durian merah Banyuwangi lebih enak dari durian merah Kalimantan, Papua, dan Malaysia. Hal ini disebabkan letak geografisnya yang membuat rasa menjadi lebih enak.

“Sulfur didapat dari Gunung Ijen dan Gunung Raung. Sedangkan nutrisi garam dari air laut arah timur. Inilah yang menyebabkan durian Banyuwangi mendapatkan nutrisi yang cukup dan rasanya sangat khas,” ujarnya seperti dikutip dari laman Good News From Indonesia.

2. Awal perkembangan durian merah

Perkembangan durian merah dimulai pada tahun 2007, tapi saat itu yang produktif hanya 3 pohon saja. Kemudian pada tahun 2014, sudah ada 200 pohon durian merah yang sudah bisa untuk dipanen setiap tahunnya.

“Penyebaran pohonnya ada di 5 kecamatan; Glagah, Kalipuro, Songgon, Licin, dan Giri. Untuk durian merah saat ini juga coba dikembangkan di Bogor, Bandung, dan Blitar Selatan. Untuk pengembangan teknologi dilakukan juga di Korea, Malaysia, dan Thailand,” terang Eko.

3. Agar tidak kehilangan identitasnya, setiap pengiriman bibit akan dicatat di hadapan notaris

Durian merah Banyuwangi sudah dipatenkan sebagai ikon daerah. Jadi wajar saja jika pemerintah daerah memberikan perhatian khusus dengan raja buah ini. Bahkan seperti yang dikutip dari laman, Good News From Indonesia, agar tidak kehilangan identitasnya, setiap bibit yang keluar daerah akan dicatat di hadapan notaris.

Dari 200 pohon memiliki 62 varian yang asli Banyuwangi. Namun yang diumumkan ke publik baru 32 jenis dan yang bisa dikomsumsi hanya 25 jenis. Kemudian sisanya masih dalam pengembangan karena daging buahnya masih sangat tipis dan belum layak untuk dikonsumsi.

4. Durian merah khas Banyuwangi ini ternyata memiliki varian lain, apa itu?

Dari 62 varian yang ada, durian merah Banyuwangi dikelompokkan menjadi tiga. Pertama Durian Merah Bocking (seluruh dagingnya berwarna merah). Kedua, Durian Pelangi (dagingnya berwarna merah dan kuning). Ketiga, Durian Grafika (dagingnya berwarna merah, kuning, dan putih). Ketiganya bisa dibedakan melalui daun dari pohonnya yang memiliki kekhasan masing-masing.

5. Apa beda durian merah dengan durian pada umumnya?

Dari segi ukuran, durian merah relatif lebih kecil dan beratnya kurang lebih hanya sampai 2 kg maksimal. Namun biji durian merah lebih kecil dan dagingnya tebal. Rasanya juga lebih manis dan kadar alkoholnya lebih rendah. Sedangkan aromanya lebih menyengat dibanding durian pada umumnya.

Bagaimana? Jangan ngaku pecinta durian deh kalau belum cobain durian merah. Kalau kamu lagi main ke Banyuwangi, jangan lupa mampir ke Desa Kamiren Banyuwangi, Jawa Timur. Di sinilah kamu bisa menemukan buah dengan warna eksotis ini. Selamat mencoba?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Ari
"be kind to each other"
0SHARES