16 Langkah Biar Nikahanmu Irit tapi Tetap Mewah. Nggak Perlu Pakai Wedding Organizer!

24 Maret 2018
|Dwi Ayu Silawati
0SHARES

Berbeda dengan generasi sebelum kita, millennials masa kini suka banget dengan sesuatu yang bernilai atau bermakna, tampilan yang bagus, dan kualitas yang mumpuni. Termasuk juga urusan pernikahan. Nggak jarang berdasarkan pengalaman teman, pernikahan selalu dilangsungkan dengan persiapan yang sangat matang dan kekinian. Membagi-bagikan seragam untuk teman dekat, bikin desain undangan anti mainstream plus kekinian, sampai photobooth untuk memanjakan tamu undangan.

Namun, kalian pasti sadar semua itu butuh pengorbanan tenaga dan materi yang tidak sedikit. Banyak juga yang rela menyewa jasa Wedding Organizer sampai fotografer profesional untuk membuat pesta pernikahan sesempurna mungkin.

Duh, tapi kalau kamu bukan termasuk orang yang mapan dengan penghasilan tinggi layaknya artis-artis. Coba deh simak beberapa tips mempersiapkan acara pernikahan sendiri yang pastinya ramah untuk dompet kamu, calon suami, sekaligus orangtuamu. 

1. Rencanakan budget yang mampu kamu keluarkan

Diskusikan dengan matang siapa saja yang akan bersedia berkontribusi dalam pendanaan acara resepsi pernikahanmu. Apakah hanya kamu dan pasanganmu atau orangtuamu juga bersedia turut membantu. Pastikan sudah sesuai dengan jumlah tabungan dan dana yang kamu punya ya. Jangan memaksakan diri sampai hutang-hutang segala. Hehehe. Ingat, yang penting acara syukuran dan kehikmatan acaranya bukan masalah pamer kemewahan. 

2. Buat vision board untuk menentukan tema

Setelah menentukan budget, bisa beranjak ke tema yang kamu inginkan. Cobalah membuat vision board berisi warna dan inspirasi yang kamu dapat dari berbagai sumber, bisa dari internet, usulan teman dan keluarga kamu. Ini perlu dilakukan supaya kamu lebih mudah menentukan urusan dekorasi, baju pengantin, undangan, souvenir, dan lain sebagainya. Jadi nggak ada deh warna atau tema yang nggak sesuai di hari-H nanti. Acaramu pun terlihat profesional meskipun tanpa bantuan wedding organizer. 

3. Ajak pasangan, teman, dan keluargamu sebagai tim organizer

Nggak punya Wedding Organizer atau WO bukan berarti kamu harus mengurus semuanya sendiri. Kamu punya pasangan, sahabat, dan keluarga yang bisa kamu andalkan untuk membantumu mengatur semuanya. Kebanyakan dari mereka pasti tulus kok membantu kamu. Kamu sudah menghemat biaya WO yang bisa mencapai puluhan hingga jutaan rupiah.  

4. Minimal buatlah checklist

Layaknya WO profesional, mereka pasti punya agenda khusus untuk progress persiapan pernikahan klien. Kalau kamu bisa bikin atau menemukan agenda khusus pernikahan, itu akan sangat membantu kamu. Namun, jika tidak, setidaknya buatlah checklist atau semacam daftar hal-hal yang perlu kamu lakukan, yang nanti bisa kamu coret jika sudah beres. 

5. Manfaatkan relasi

Selain jadi tim organizer, kamu juga bisa memaksimalkan relasi yang kamu punya. Kamu pasti butuh undangan, foto untuk pernikahanmu, dan mungkin juga pengisi acara. Coba cari teman atau kenalanmu yang punya kemampuan desain untuk undangan pernikahanmu, juga orang yang bisa menjadi fotografer dan videographer untuk mengabadikan momen spesial kamu. Kamu bisa menghemat banyak pengeluaran, ini buktinya:

Pesan undangan di agen percetakan (minimal 500 undangan) : Rp. 1.500.000 – 2.500.000

Jasa fotografer profesional (untuk foto dan video): Rp 1.500.000 – 4.500.000 (tergantung paket)

Sementara jika kamu hanya beli jasa desain dari teman kamu hanya perlu bayar jasanya dan cetak undangannya sendiri di percetakan digital sesuai kebutuhan kamu, tidak ada minimal order. Begitupun dengan jasa fotografer, kamu bisa minta temanmu yang sedang merintis bisnis jasa fotografinya, biasanya mereka tidak kalah profesional dan kamu bebas meminta detail momen yang ingin kamu tonjolkan dalam dokumentasi. Hitung-hitung kamu membantu bisnis temanmu juga.

Jasa desain undangan : Rp 200.000 - 300.000

Cetak undangan (500 undangan) : Rp. 900.000

Jasa fotografer (teman/kenalan) : Rp. 1.000.000 – 2.500.000

Pengisi acara (teman/kenalan) : Rp. 750.000 -  1.000.000 

6. Cari paket hemat

Banyak hotel yang sudah menyediakan paket pernikahan meliputi gedung, dekorasi, dan catering. Namun, kamu perlu hati-hati juga terkadang tidak semaksimal yang kamu bayangkan. Jadi pilih dan teliti sebelum memutuskan. Jika menurut kamu kelihatannya kurang profesional, lebih baik kamu sewa gedungnya saja.

Cari paket lainnya, misalnya dekorasi dan catering biasanya tersedia dalam satu paket. Atau bisa juga dekorasi dengan rias pengantin.

Gedung + dekorasi + pengisi acara + catering (1000 orang) = Rp. 30.000.000 – 50.000.000

Gedung (standar) = Rp. 10.000.000 – 25.000.000

Dekorasi + catering (1000 orang) = Rp. 15.000.000 – 30.000.000

Dekorasi + rias pengantin = Rp. 8.000.000 – 10.000.000

7. Sewa baju pengantin, nggak perlu bikin baru

Untuk pakaian pengantin, kita menyarankan kamu untuk menyewa saja. Sebab, nantinya bajumu hanya kamu pakai sekali kemudian terbengkalai di lemarimu bertahun-tahun kemudian. Sayang, 'kan?

Kalau ukuran badan kamu cenderung normal, coba deh untuk lebih kepo soal persewaan baju pengantin. Kamu bisa menambahkan beberapa hal di baju tersebut jika ingin tampak beda dan sesuai dengan tema yang sudah kamu tentukan. Bandingkan sendiri deh!

Harga kain (2 meter atasan + 2 meter bawahan) : 4 x Rp 200.000 = 800.000

Harga jahit baju pengantin wanita dan laki-laki : 2 x Rp 3.000.000 – 10.000.000 (tergantung tingkat kerumitan)

atau

Harga sewa baju pengantin (wanita dan laki-laki): 2 x Rp. 250.000 – 500.000

8. Belanja kain grosir

Untuk kerabat dan keluarga memang tidak bisa semua didapat dari sewa baju. Mau tidak mau kalau kamu ingin memberikan mereka seragam, kamu harus beli dalam bentuk kain. Kisaran harga kain standar mulai dari Rp. 200.000 – 400.000.

Biaya kain seragam : 20 x Rp. 200.000 = Rp. 4.000.000

9. Pilih Make-up Artist terpercaya, tidak harus yang mahal

Di Instagram, kamu bisa menemukan banyak Make-up Artist (MUA) berbakat yang siapa tahu harga jasanya sesuai dengan budget yang kamu punya. Kamu juga bisa coba cari dari kenalan teman-temanmu yang punya portofolio make-up bagus. Kamu bisa menghemat lumayan banyak lho. Usahakan kamu sudah menyepakati harga sejak awal, jadi nggak ada tuh benjol di belakang yang bikin pusing dan kesel. Biasanya ada di kisaran Rp. 4.500.000 – 7.500.000 (termasuk anggota keluarga). 

10. Souvenir murah meriah

Nggak perlu terlalu perfeksionis sama souvenir. Usahakan berguna saja, misal pouch, gelas, atau gantungan baju, snack pun boleh jadi.

Souvenir (500 buah) : 500 x Rp 3000 – 6000 = Rp 1.500.000 – 3.000.000

11. Akomodasi untuk kerabat

Kerabat kamu yang tinggal jauh dari lokasi pernikahan harus diberi akomodasi, setidaknya hotel atau homestay.

Penginapan (10 kamar) : 10 x 2 malam x  Rp 250.000 = Rp 5.000.000

12. Tinjau lagi daftar tamu kamu

Jangan kalap, tidak semua orang yang baru kamu kenal harus diundang lho. Hehehe. Bukannya pelit, banyak kok orang yang malah bersyukur saat tidak diundang ke pernikahan, alih-alih mereka tidak perlu mengeluarkan uang sumbangan. Oops!

Bukan apa-apa, kamu juga perlu sesuaikan dengan budget yang kamu punya, jangan muluk-muluk semua teman kantor atau teman zaman sekolah kamu undang semua. Untuk orang normal seperti kita yang bukan pejabat atau artis, rasanya 500 undangan (1000 tamu) itu sudah termasuk besar. 

13. Sederhanakan tradisi

Kalau memungkinkan dan keluargamu setuju, kamu bisa skip beberapa tradisi yang mungkin tidak wajib untuk dilakukan. Ini bisa menghemat banyak biaya dan waktu. Terutama biaya konsumsi dan sewa tempat plus dekorasi serta perlengkapan. 

14. Lakukan semua ritual dalam satu hari saja jika memungkinkan

Lagi-lagi kamu bisa memampatkan acara pernikahamu menjadi satu hari saja. Sesungguhnya, acara paling penting dalam proses pernikahan adalah akad nikah dan resepsi pernikahan. Akad nikah berlangsung kurang lebih 1-2 jam saja, sementara resepsi sekitar 2-4 jam. Jika ditotal, kamu hanya butuh sekitar 6 jam untuk semua rangkaian acara. 

15. Tunjuk 1-2 orang terpercaya yang bisa menghandle traffic di hari-H pernikahan kamu

Saat hari-H pernikahan, kamu, pasangan, dan orangtua sudah tidak bisa menangani hal-hal lain. Kamu akan terpaku di panggung pernikahan dan harus menyambut para tamu yang datang. Makanya, tunjuk 1-2 orang terpercaya yang bisa mengatasi masalah-masalah saat proses pernikahan berlangsung, bisa sahabat atau saudara kamu. Merekalah yang berlaku sebagai pengganti WO.

16. Siapkan hadiah kecil untuk teman dan saudara yang sudah membantu kamu

Terakhir, karena kamu nggak menyewa jasa WO, kamu memang tidak dibebani biaya jasa, tetapi tunjukan rasa terima kasih dan hormat kamu untuk para teman dan saudara yang sudah membantu kamu. Misal traktir mereka makan beberapa hari setelah kamu menikah. Toh, mentraktir sama dengan beramal, dan nggak semahal biaya jasa WO lho.

Biaya traktir teman dan saudara (20 orang) : 20 x Rp 20.000 = 400.000

atau

Biaya WO (500 undangan) : Rp 7.500.000 – 10.000.000

Biaya Wedding Organizer profesional yang menawarkan paket lengkap mulai dari gedung, dekorasi, dokumentasi, undangan (tanpa baju pengantin dan kain seragam) sekitar 80 sampai 150 juta rupiah.

Sementara jika kamu menggunakan tips dari Yukepo kamu perlu berkorban tenaga dan pikiran, tetapi hanya butuh biaya sekitar 55 hingga 70 juta rupiah dengan estimasi 500 undangan (1000 tamu). Hayo, berani coba untuk agak sedikit repot tapi bisa mengetatkan pengeluaran atau mau yang cepet jadi aja tapi mahal? 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Dwi Ayu Silawati
"You'll move people by being loyal to your own dreams"
0SHARES