Naas, Para Selebritis Ini Dibunuh oleh Penggemarnya Sendiri!

04 Juli 2017
|Idham Nur Indrajaya
130SHARES

Para selebritis sebagai figur publik tentunya akan lebih mudah menarik perhatian massa. Berbagai kiprah yang ditekuni para selebritis ini pada gilirannya dapat membuat diri mereka diidolakan oleh berbagai orang dari kalangan-kalangan tertentu. Bahkan, terkadang ada fans yang menggemari idolanya secara ekstrem hingga mereka bisa melakukan tindakan-tindakan yang tak terduga. Salah satu bentuk tindakan ekstrem itu adalah dengan mengakhiri hidup dari idolanya sendiri. Alasannya bisa bermacam-macam, namun terkadang alasan-alasan itu memang sulit untuk dimaklumi oleh kebanyakan orang pada umumnya. Di bawah ini, kamu bisa baca beberapa nama selebritis yang meregang nyawa di tangan para penggemarnya sendiri. Langsung aja yuk, kita kepoin!

1. Selena Quintanilla-Pérez

Selena adalah selebritis kelahiran Meksiko-Amerika yang namanya mencuat pada era 90-an. Kontribusinya pada dunia musik dan gaya busana telah membuat dirinya dianggap sebagai artis kelahiran Meksiko-Amerika yang paling menginspirasi kultur pop di Amerika dan Meksiko. Naasnya, di usianya yang masih terbilang muda, yakni 23 tahun, Selena ditembak mati oleh penggemarnya sendiri yang bernama Yolanda Saldivar.

Saldivar adalah pencetus fans club Selena dan dia pun berteman dengan Selena setelah dirinya membentuk klub tersebut. Bahkan, Saldivar sendiri direkrut menjadi asisten pribadi Selena. Namun, konflik antara mereka timbul saat Saldivar dilaporkan telah menggelapkan uang dari penghargaan Grammy untuk Selena. Dia pun dipecat oleh Selena setelah itu. Saldivar yang merasa sangat kecewa karena tidak bisa bekerja bersama dengan idolanya itu pun mengajak Selena bertemu dan menembaknya hingga Selena tidak lagi bernapas.

2. Rebecca Schaeffer

Pembunuhan artis ini pernah dibahas oleh YuKepo dalam artikel sebelumnya yang bertemakan tentang lagu yang menginspirasi tindak pembunuhan. Pembunuh Schaeffer adalah seorang pria bernama Robert John Bardo yang terobsesi dengan Schaeffer dan telah membuntutinya selama tiga tahun. Bardo kerap kali mengirimkan surat kepada Schaeffer, namun tidak kunjung mendapat balasan. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengakhiri nyawa Schaeffer dengan menembak artis itu di depan pintu apartemen Schaeffer. Di pengadilan, Bardo menuturkan bahwa dia melakukan itu setelah merasa putus asa karena sang idola menolak untuk bertemu dengannya. Selain itu, dia pun beralasan bahwa pembunuhannya itu dilakukan setelah dia terinspirasi oleh lagu yang berjudul “Exit” yang digubah oleh U2.

3. Dimebag Darrell

Mantan gitaris Pantera yang memiliki nama asli Darrell Abbott ini dibunuh saat dia sedang manggung bersama band barunya yang bernama Damageplan. Pembunuhnya adalah seorang mantan pemain football dan prajurit angkatan laut bernama Nathan Gale. Gale adalah penggemar berat Pantera dan dia merasa kecewa pada Darrell karena Gale menganggap bahwa Darrell lah yang menyebabkan formasi Pantera menjadi berantakan.

Pembunuhan itu terjadi saat Damageplan sedang mempromosikan album barunya di Ohio pada 8 Desember 2004. Pada saat Damageplan sedang di atas panggung, Gale naik ke atas panggung dan menembak kepala Darrell selama beberapa kali. Personil lainnya pun terselamatkan, namun beberapa kru ada yang tertembak mati juga saat mengamankan Gale. Tak lama setelah itu, Gale pun ditembak oleh seorang petugas polisi dan mati di tempat.

4. Albert Ebossé

Pemain sepak bola asal Kamerun ini tewas dibunuh oleh fansnya setelah pertandingan antara JS Kabylie dan USM Alger baru saja selesai digelar. Saat kedua tim baru saja meninggalkan lapangan, tiba-tiba para pemain dihujani peluru proyektil yang ditembakkan oleh salah seorang penggemar dan Ebosse pun meninggal dunia karena luka trauma di bagian kepala. Namun, saat dilakukan otopsi, ditemukan bahwa penyebab kematian Ebosse adalah karena dia dipukuli secara berkali-kali. Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa Ebosse pun sempat selamat bersama para pemain lainnya yang kabur, namun dia lantas dipukuli oleh pelaku.

5. Christina Grimmie

Grimmie adalah seorang artis yang baru saja mulai mencuatkan namanya setelah kemunculannya dalam The Voice. Sayangnya, di usianya yang baru saja menginjak 22 tahun, Grimmie dibunuh oleh seorang penggemar fanatik bernama Kevin James Loibl. Dia membunuh Grimmie di hadapan para fans lainnya yang shock.

Loibl adalah seorang penyendiri yang sangat menggilai Grimmie. Menurut kesaksian temannya, Loibl seringkali menonton video live Grimmie secara berulang-ulang. Bahkan, dia melakukan berbagai operasi pada tubuhnya agar Grimmie tertarik dengannya. Namun, disebabkan oleh temannya yang mengatakan bahwa mustahil bagi Loibl untuk mendapatkan Grimmie, Loibl pun menembak Grimmie pada tanggal 10 Juni 2016 saat Grimmie baru saja selesai menggelar konser. Loibl yang berusaha kabur pun ditangkap oleh kakak Grimmie. Namun, tiba-tiba Loibl menembak kepalanya sendiri dan tewas seketika.

6. Andres Escobar

Pada Piala Dunia tahun 1994, Kolombia kalah dari Amerika Serikat dan salah satu gol dari Amerika Serikat itu merupakan gol bunuh diri yang tidak sengaja dilakukan oleh Escobar. Pada bulan Juli di tahun yang sama, Escobar sedang makan di restoran yang terletak di Medellin. Menurut saksi, dia terlihat berdebat mengenai gol bunuh diri itu dengan beberapa pelanggan lainnya yang merupakan penggemar Kolombia. Setelah itu, mereka pun menembak Escobar berkali-kali. Salah satu dari mereka pun sempat berteriak, “Terima kasih untuk gol bunuh dirinya!” Komplotan itu pun diamankan oleh polisi yang ternyata adalah kumpulan gangster.

7. John Lennon

Penembakan John Lennon yang terjadi pada tanggal 9 Desember 1980 merupakan pembunuhan selebritis paling fenomenal sepanjang masa. Pasalnya, di samping fakta bahwa John Lennon adalah figur yang sangat mendunia, pembunuhan itu dilakukan oleh penggemarnya tanpa ada motif yang kuat.

Mark David Chapman, pembunuh sekaligus penggemar John Lennon mengakui bahwa dia membunuh idolanya sendiri agar dia bisa menjadi terkenal. Dia mengetahui bahwa John Lennon adalah figur yang sangat terkenal di mata dunia dan dia beranggapan bahwa dia bisa sama terkenalnya dengan John Lennon jika dia membunuh mantan personil The Beatles itu.

Pembunuhan yang dilakukannya pada akhirnya memang membuat dirinya terkenal, bahkan kisah pembunuhannya itu pun sempat diangkat menjadi film berjudul Chapter 27 (2007).

Itulah beberapa selebritis yang harus meregang nyawa di tangan para penggemarnya sendiri. Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa rasa cinta yang terlalu fanatik pada akhirnya dapat berujung pada sesuatu yang buruk.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
130SHARES