Yakin Rokok Elektrik Lebih Aman Dari Rokok Biasa? Cek Dulu Yuk Kebenarannya!

25 November 2017
|Chandra W.
0SHARES

Ribut-ribut soal boleh dan tidak boleh merokok tembakau saja tak pernah ada habisnya, ditambah lagi sejak tahun 2013 ada rokok jenis baru yang masuk ke Indonesia: rokok elektrik. Kabarnya, rokok ini cenderung lebih aman jika dibandingkan dengan rokok tembakau batangan biasa. Sebab, rokok elektrik atau vapor tidak menghasilkan asap, melainkan hanya uap. Bahkan para perokok aktif pun berbondong-bondong beralih pada jenis rokok ini sebagai upaya untuk berhenti merokok sama sekali. Sebelum benar-benar yakin, ada baiknya kita mengetahui apa saja yang terkandung dalam rokok elektrik dan seberapa membahayakannya bagi tubuh. Simak ya!

1. Liquid atau cairan dalam vapor mengandung gliserol dan nikotin trisamine. Kedua zat ini bersifat karsinogenik atau memicu kanker

Jika selama ini peringatan merokok membunuhmu dikaitkan dengan penyakit kanker, maka semestinya peringatan ini juga berlaku untuk konsumen rokok elektrik karena ternyata sama-sama mengandung zat karsinogen.

2. Berbeda dengan rokok tembakau batangan yang terdiri dari beberapa campuran, rokok elektrik mengandung nikotin 100%

Ada beberapa jenis nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik yaitu nikotin pelarut, propilen glikol, dietilen glikol dan gliseren. Ketika dipanaskan, larutan ini akan menghasilkan nitrosamine yang lagi-lagi bersifat karsinogenik.

3. Seperti halnya nikotin dalam rokok tembakau biasa, nikotin dalam rokok elektrik juga menimbulkan ketagihan

Apalagi kandungan nikotin dalam rokok elektrik tidak tertulis dengan jelas, tidak seperti yang tertera dalam bungkus rokok tembakau batangan sehingga kita tidak dapat mengukur seberapa banyak nikotin yang telah masuk ke dalam tubuh. Selain itu, nikotin juga meningkatkan adrenalin dan tekanan darah.

4. Pada paru-paru, efeknya sama seperti rokok tembakau batangan

Meskipun diklaim lebih aman daripada rokok biasa karena tidak menghasilkan asap, nyatanya uap hasil pembakaran rokok elektrik dapat menyebabkan asma, batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata.

5. Semakin tinggi kandungan zat aditif dan semakin lama penggunaannya, semakin berisiko

Sebagaimana rokok tembakau, rokok elektrik jika digunakan dalam jangka waktu panjang juga dapat membahayakan penggunanya dan orang-orang di sekitarnya. Belum lagi risiko meledak dan menyebabkan luka pada mulut. Selain itu, ada pula zat-zat yang dilepas saat pembakaran dan belum diketahui apakah zat ini berbahaya atau tidak. Regulasi yang belum matang dan minimnya penelitian tentang rokok elektrik di Indonesia mengakibatkan penggunaan rokok ini memicu polemik tiada henti.

Kalau kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sih merokok elektronik nggak ada gunanya karena sama-sama beracun tapi nggak menguntungkan negara pada umumnya dan petani pada khususnya. Tapi, mulai tahun 2018 kabarnya rokok elektrik juga akan dikenakan cukai sebesar 57% yang tentunya akan meningkatkan pendapatan negara. Dampaknya, kamu yang menggunakan rokok elektrik harus merogoh kocek lebih dalam. Nggak ada lagi anggapan bahwa rokok jenis ini lebih murah dari rokok batangan. Jadi, mau pilih mana?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES