Vapor Meledak Lagi dan Terbakar Saat Rapat Serius. Apa Sih Penyebabnya?

11 Agustus 2017
|Romlah Sundari

Rapat para Dewan Kota di Boulder City, Nevada, yang sedang berjalan serius, tiba-tiba harus terganggu oleh ledakan yang terjadi di belakang ruangan rapat. Ledakan tersebut bersumber dari tas seorang perempuan yang sedang duduk di belakang ruangan sembari memperhatikan jalannya rapat. Tiba-tiba, tas perempuan tersebut meledak dan terbakar dengan kepulan asap hitam keluar dari dalam tasnya. Menurut petugas kebakaran, sumber ledakan tersebut berasal dari vapor, atau rokok elektrik milik perempuan tersebut. Ya, kejadi vapor meledak lagi.

Kejadian vapor meledak ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, pernah terjadi kasus-kasus vapor yang meledak tiba-tiba, bahkan saat sedang dihisap sehingga mengakibatkan luka parah pada si pengguna. Namun apa sebenarnya penyebab dari ledakan vapor ini? Apa yang membuat benda yang seharusnya aman ini tiba-tiba dapat meledak dan melukai? Lalu, bagaimana cara menghindari vapor meledak?

Menurut penelitian dari FEMA atau Federal Emergency Management Agency, organisasi dalam kementerian pertahanan dalam negeri Amerika Serikat, 80 persen kasus ledakan vapor terjadi saat baterai vapor sedang diisi ulang atau di-charge. Hal ini dikarenakan baterai yang digunakan pada vapor, baterai lithium, merupakan baterai yang dapat menyimpan daya dalam jumlah besar dan ketika dipanaskan memang berisiko meledak. Dan seperti yang kita tahu, seringkali prosedur mengisi ulang daya yang tidak benar dapat mengakibatkan baterai alat elektronik apapun, rusak atau bahkan meledak.

Karena itu, menurut FEMA, penyebab utama vapor meledak disebabkan oleh metode isi ulang baterai vapor yang tidak tepat. Selain itu, vapor model pena, adalah model vapor yang paling sering meledak. Hal ini dikarenakan metode mengisi ulang daya vapor model pena adalah dengan menancapkan langsung antara vapor dengan charger. Dengan begitu, resiko vapor meledak akan jadi lebih tinggi karena baterai yang sedang diisi ulang ini letaknya berdekatan dengan mesin pemanas sehingga jika terjadi kesalahan, akan mudah sekali terjadi ledakan.

Namun vapor tidak hanya meledak pada saat diisi ulang saja. 20 persen ledakan vapor terjadi saat digunakan atau disimpan. Kemungkinan pertama mengapa hal ini terjadi adalah karena baterai lithium yang digunakan memiliki kualitas yang rendah sehingga mudah mengalami arus pendek atau konslet. Kedua, penanganan dan penyimpanan baterai yang tidak tepat juga dapat menyebabkan arus pendek dan baterai memanas hingga menimbulkan ledakan.

Meski baterai lithium memang memiliki resiko meledak yang cukup tinggi, namun kita sebenarnya tidak dapat menghindari baterai model ini. Karena hampir semua alat elektronik portable menggunakan baterai lithium sebagai komponen penyimpan daya. Mulai dari handphone, kamera, hingga lampu emergency, mayoritas menggunakan baterai lithium. Biarpun kita tidak dapat menghindari baterai lithium, tapi kita dapat mencegah baterai ini meledak.

Caranya adalah dengan memastikan bahwa kita membeli baterai dengan kualitas yang bagus. Lalu perhatikan instruksi penggunaan baterai maupun alatnya, dan pastikan kita telah mengikuti instruksi cara pengisian daya baterai dengan tepat. Selain itu, simpan baterai dalam tempat yang aman dan berjauhan dari benda-benda logam lainnya karena berpotensi menyebabkan arus pendek pada baterai.

Jadi, buat kamu yang doyan vapor, jangan cuma perhatikan skill menghembuskan asap vapormu saja! Perhatikan juga cara penggunaan dan perawatan vapor yang tepat agar kamu tidak perlu mengalami insiden vapor meledak di kemudian hari!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
SHARES