Untuk Pertama Kalinya, Astronom Temukan Planet Kerdil Bercincin

24 Oktober 2017
|Meidiana
Sains
0SHARES

Belum lama ini, ada kabar penemuan terbaru dari dunia astronomi yang cukup mengejutkan. Melalui jurnal Nature tertanggal 11 Oktober 2017, para astronom memublikasikan penemuan barunya mengenai planet kerdil Haumea yang ternyata dikelilingi oleh sebuah cincin. Penemuan itu pun lantas menjadikan Haumea sebagai satu-satunya planet kerdil bercincin yang ditemukan sejauh ini. Bagi para ilmuwan di bidang astronomi dan para penyuka dunia astronomi, tentu saja penemuan terbaru itu menjadi topik pembicaraan yang sangat menarik. Nah, semenarik apa sih cerita di balik penemuan planet kerdil bercincin, Haumea? Berikut penjelasan singkat seputar penemuan baru tentang Haumea yang dikutip dari berbagai sumber.

Planet Haumea pertama kali ditemukan pada tahun 2004. Lalu, pada tahun 2008, Haumea diakui sebagai planet kerdil oleh International Astronomical Union (IAU) sehingga resmi menjadikannya satu dari lima planet kerdil yang telah ditemukan—bersama Pluto, Ceres, Eric, dan Makemake. Nama Haumea sendiri berasal dari nama Dewi Kelahiran di Hawaii. Planet kerdil yang memiliki dua satelit, Hi’iaka dan Namaka, ini akhirnya diketahui memiliki sebuah cincin. Astronom mengetahui hal tersebut ketika Haumea melintas di depan bintang URAT1 533-182543 pada tanggal 21 Januari 2017. Sebelumnya, hanya empat planet yang diketahui bercincin, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Dengan adanya penemuan baru bahwa Haumea bercincin, berarti tambah satu lagi yang merayakan jajaran planet bercincin kita.

Menurut Santos Sanz, ahli astrofisika dari Instituto de Astrofisica de Andalucia, Spanyol, seperti yang dikatakannya pada Space.com, cukup sulit untuk memprediksi lokasi dan waktu spesifik Haumea melintas di depan bintang. Meskipun banyak objek cukup sering melintas di depan bintang, kejadian-kejadian semacam ini tetap saja sulit diprediksikan. Tim Santos Sanz pun menggunakan dua belas teleskop dari sepuluh laboratorium yang berbeda untuk mengamati bentuk dan ukuran Haumea. Tim juga mengamati cahaya bintang yang berkedip di sisi berlawanan dari Haumea yang menunjukkan adanya sebuah cincin. Para peneliti pun kemudian mengungkapkan bahwa planet berbentuk elips tersebut memiliki sumbu sekitar 2.322 km, 1.704 km, dan 1.138 km. Material cincin kemudian diketahui memiliki luas 70 km dan radius sekitar 2.287 km. Mereka juga menyebutkan bahwa cincin bergerak lambat, tidak seperti gerak cincin keempat planet lainnya. Mengenai asal material cincin dan proses terjadinya, ini masih perlu diteliti lebih lanjut lagi.

Selain merupakan satu-satunya planet kerdil yang dikelilingi cincin, Haumea ternyata diketahui sebagai planet yang berotasi paling cepat di sistem tata surya kita. Kalau satu hari di bumi adalah 24 jam, di Haumea hanya 4 jam. Bener-bener cepet banget. Bakalan pusing ngatur waktu nih kayanya kalau kita bisa tinggal di sana.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES