Tubuh Remaja Perempuan Ini Perlahan Jadi Batu. Kok Bisa?

15 September 2017
|Romlah Sundari
256SHARES

Kita yang berada di Indonesia pasti mengetahui kisah Malin Kundang, seorang anak yang dikutuk jadi batu karena berlaku durhaka kepada ibunya. Kisah Malin Kundang ini meski begitu populer dan telah dihafal oleh mayoritas masyarakat Indonesia, namun hanyalah legenda semata. Hingga kini belum pernah terjadi seorang anak berubah menjadi batu akibat bertingkah durhaka. Legenda ini dikisahkan turun temurun sebagai bentuk nasihat atau wejangan terhadap anak-anak untuk tidak bertingkah durhaka terhadap orang tua, terutama kepada ibu. Karena doa dan restu orang tua merupakan bagian penting dalam kehidupan. Walaupun hanya berupa legenda dan kisah fiktif semata, tapi kisah Malin Kundang juga mengandung kebenaran di dalamnya. 

Ya, kisah Malin Kundang mengandung kebenaran karena memang seorang manusia dapat secara harfiah berubah menjadi "batu". Kenapa? Karena terdapat sebuah kondisi medis yang memungkinkan hal itu terjadi. Kondisi medis itu dinamakan Stone Man Syndrome. Kondisi medis ini disebabkan oleh penyakit langka bernama Fibrodysplasia Ossificans Progressiva atau FOP. Penyakit langka ini menyerang jaringan pengikat dalam tubuh dan mengubah otot serta urat menjadi keras layaknya tulang. Penyakit ini dengan perlahan menggerogoti tubuh hingga suatu hari nanti penderitanya tidak dapat lagi bernafas karena tulang rawan yang menyatukan tulang rusuk akan berubah pula menjadi keras sehingga penderita FOP akan kesulitan bernafas hingga ia mengalami serangan jantung.

Kondisi ini yang terjadi pada Luciana Wulkan, seorang remaja perempuan berusia tujuh belas tahun yang berasal dari Bolton, Inggris. Luciana sejak lahir memang mengalami kekakuan pada lehernya. Ia juga tumbuh dengan kesulitan untuk menggerakkan persendiannya. Saat berusia 2,5 tahun, orang tua Luciana menonton sebuah acara televisi tentang Stone Man Syndrome. Mereka menyadari bahwa putri mereka, Luciana memiliki gejala yang sama. Kecurigaan tersebut pun dikukuhkan oleh diagnosis dokter.

Kini, di usianya yang ke-17, kedua tangan Luciana tidak dapat digerakkan secara sempurna. Pergelangan tangan kanannya pun sudah tidak dapat digerakkan karena ototnya telah mengeras menjadi tulang. Rahang Luciana juga terkunci akibat kondisi ini sehingga ia mengalami kesulitan makan. Otot pinggul Luciana juga telah mengeras dan menyatu sejak Luciana berusia tujuh tahun. Kondisi tubuhnya tentu memberikan kesulitan bagi Luciana untuk menjalani kehidupan sehari-harinya secara normal. Namun, gadis riang ini berusaha beradaptasi dan terus berfikir positif serta memanfaatkan hidupnya dengan sebaik mungkin. Ia belajar menggunakan tangan kirinya untuk berbagai hal, termasuk mengenakan make-up dan belajar.

FOP atau Stone Man Syndrome sebenarnya disebabkan oleh faktor genetik. Namun, kecelakaan dan trauma fisik juga dapat mengakibatkan kondisi ini. Ibu Luciana percaya bahwa kondisi Luciana ini dipicu oleh tragedi jatuhnya ia dari tangga. Kini, tiap benturan pada tubuh Luciana dapat mempercepat terjadinya proses "pembatuan" pada tubuhnya. Namun, aktivitas fisik sehari-hari juga dapat merilekskan otot-otot Luciana sehingga menghambat proses "pembatuan" tubuhnya.

Luciana juga tetap berupaya menjalani hidupnya senormal mungkin. Ia banyak berteman dan juga menjalin hubungan pertemanan dengan sesama penderita FOP. Ia juga bermimpi untuk dapat menyelesaikan sekolahnya dan melanjutkannya ke jenjang perkuliahan dengan mengambil jurusan bisnis. Tidak hanya ingin menyelesaikan studinya, Luciana juga bermimpi untuk dapat bekerja layaknya orang normal. Meskipun ia tahu cepat atau lambat penyakitnya akan mengakhiri hidupnya, namun Luciana menolak dikuasai oleh penyakitnya itu.

Kisah Luciana ini bukanlah satu-satunya yang terjadi di dunia. Walaupun FOP merupakan penyakit genetik yang langka, namun FOP terjadi pada satu dari tiap 800 orang di dunia. Hingga kini belum ditemukan cara untuk menyembuhkan FOP. Orang-orang yang mengidap penyakit mematikan ini harus belajar untuk hidup bersama penyakitnya dan bersiap menghadapi kematiannya sejak awal.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
256SHARES