Tingginya Kadar Aluminium dalam Otak Sebabkan Seseorang Terkena Gangguan Autisme? Ah yang Benar?

24 April 2018
|M.A
0SHARES

Autisme adalah sebuah fenomena gangguan perkembangan yang makin kerap ditemukan terjadi di dunia. Peneliti pun tidak tinggal diam dengan fenomena ini. Mereka berusaha mencari apa yang menjadi penyebab autisme. Sciencedirect melaporkan bahwa autisme sendiri mungkin saja disebabkan kandungan konsentrasi alumunium di dalam otak.

Memang, autisme ini sendiri juga bisa disebabkan oleh faktor genetik tapi itu bukan berarti faktor lingkungan tidak berpengaruh sama sekali. Penelitian seperti yang dilaporkan Sciencedirect dan juga jurnal Elsevier, menunjukkan kandungan aluminium yang cukup tinggi terdapat pada otak orang autisme. Penelitian yang dilakukan di Inggris ini menunjukkan cahaya berpendar untuk mendeteksi adanya zat tersebut di otak pendonor. Sebelumnya, peneliti biasanya mendeteksi adanya aluminium melalui rambut pasien atau melalui urin dan darah. Vaksin untuk anak-anak sendiri berdasarkan jurnal tersebut memberikan kontribusi secara tidak langsung terhadap fenomena autisme itu sendiri karena adanya aluminium adjuvant.

Hasil penelitian bisa kamu lihat pada gambar di atas. Gambar tersebut adalah gambar otak di mikroskop. Tanda panah menunjukkan sinar fluoresens yang menunjukkan adanya alumunium. Mengapa aluminium bisa menyebabkan cahaya pendar di organ otak? Karena zat tersebut menyebabkan inflamasi pada otak. Lalu, inflamasi tersebut akan mengeluarkan senyawa kimia dan senyawa kimia itu akan bereaksi dengan zat kimia yang dimasukkan ke dalam organ otak tersebut oleh peneliti sebelumnya.

Begitulah yang dilakukan peneliti tersebut. Dari pendaran cahaya itulah, peneliti bisa tahu konsentrasi aluminium dalam otak. Penelitian ini menunjukkan adanya aluminium dengan konsentrasi tinggi di meninges, vasculature, daerah putih dan abu-abu pada organ otak, pada otak penderita autisme.

Meskipun hasil ini memberikan kepastian bahwa konsentrasi aluminium terdapat dalam otak penderita autisme, tapi ada beberapa kelemahan dalam penelitian ini. Pertama, jumlah otak yang digunakan dalam penelitian  ini masih sedikit sehingga masih perlu validasi kembali dengan memperbanyak sampel untuk  diteliti. Selain itu, otak yang bisa diteliti hanya 1 gram dari jaringan otak yang masih beku dan hanya bisa mengambil 3 bagian otak saja yang bisa diteliti. 

Pada akhirnya, meskipun hasil penelitian belum konklusif, namun ada baiknya kita menjauhi lingkungan yang memiliki kadar alumunium tinggi untuk menghindari penyakit  ini. Sudah sepatutnya kita sadar akan pentingnya lingkungan bebas logam terutama limbah logam yang bisa sebabkan berbagai gangguan kesehatan. Selalu waspada ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
M.A
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES