Timbulkan Banyak Bencana, 7 Fakta Tentang Siklon Tropis Cempaka Ini Perlu Kamu Ketahui!

29 November 2017
|Chandra W.
0SHARES

Sejak dua hari yang lalu (27/11), media nasional diwarnai berita bencana alam. Mulai dari letusan Gunung Agung hingga banjir dan tanah longsor di Yogyakarta dan Pacitan. Cuaca buruk juga mewarnai sebagian daerah di Indonesia. Penyebab dari kemunculan titik-titik bencana dan cuaca buruk ini disebabkan oleh siklon tropis Cempaka, menurut keterangan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sembari terus waspada akan cuaca buruk, ada baiknya kita mengetahui apa itu siklon tropis cempaka dan apa saja dampaknya sejauh ini di wilayah terdampak.

1. Siklon tropis Cempaka 'lahir' pada tanggal 27 November 2017 lalu di perairan selatan Pulau Jawa

Tepatnya di perairan selatan Jawa Tengah, sekitar 100 kilometer sebelah selatan tenggara Cilacap. Siklon tropis Cempaka bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 5 knots atau 9km/jam dengan kekuatan mencapai 65km/jam. Angin siklon ini dinamai Cempaka dengan mengacu pada aturan penamaan siklon menurut Jakarta Tropical Cycole Warning Centre dan World Metereological Organization (WMO). Tujuan dari penamaan ini adalah supaya warga mudah mengingat dan jurnalis mudah mencatat. 

2. Di Indonesia sebelumnya sudah pernah terjadi siklon tropis Anggrek, Bakung dan Durga

Siklon tropis Anggrek terjadi di perairan barat Sumatera pada 3-4 November 2010. Siklon tropis Bakung di perairan barat daya Sumatera 13-14 Desember 2014 dan siklon tropis Durga di perairan barat daya Bengkulu pada 22-25 April 2008. Perbedaan siklon tropis Cempaka dengan yang lain adalah tempat kelahirannya yang sangat dekat dengan daratan sehingga menimbulkan dampak yang sangat bisa dirasakan masyarakat, yaitu cuaca ekstrem. BMKG juga memperkirakan bahwa cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga Desember. Sedangkan puncak musim hujan juga akan terjadi pada Desember 2017 hingga Februari 2018.

3. Dampak pertama dari siklon tropis Cempaka adalah cuaca ekstrem seperti hujan disertai petir di hampir seluruh wilayah Pulau Jawa

Dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur semua terkena dampak siklon tropis Cempaka. Meski demikian, intensitasnya berbeda. Hingga kini wilayah Yogyakarta dan Jawa Timur terlihat mengalami dampak paling signifikan dengan hujan lebat yang turun hingga berhari-hari dan menyebabkan banjir serta tanah longsor di beberapa titik.Di Yogyakarta saja telah ditandai 114 titik bencana yang tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman dan Kulonprogo. Hujan disertai angin kencang telah menyebabkan banjir di 20 titik di Kabupaten Gunungkidul dan 9 titik yang tersebar di kabupaten lainnya. Beberapa jembatan juga dikabarkan roboh karena tak kuat menahan debit air yang terus meningkat dan bertambah deras, di antaranya jembatan Nambangan, Pundong, Bantul yang dialiri Sungai Opak. Tanah longsor juga terjadi di 44 titik di Yogyakarta. Hingga kini tercatat lebih dari 1000 KK terdampak bencana banjir dan longsor di seluruh wilayah Provinsi DIY.

4. Sementara itu di Pacitan banjir telah merendam 13 desa dan 4000 jiwa terdampak

Dilansir dari Tirto, 13 desa yang terendam adalah Desa Sirnoboyo, Sukoharjo, Kayen, Kembang, Ploso, Arjowinangun, dan Sidoharjo di Kecamatan Pacitan. Sementara itu di Kecamatan Kebon Agung ada Desa Purworejo, Banjarjo dan Desa Kebon Agung. Sisanya berada di Kecamatan Argosari yaitu Desa Pagutan, Jatimalang dan juga Desa Arjosari. Hingga Selasa (28/11) tercatat 11 orang tewas akibat bencana ini.

5. Selain itu, siklon tropis Cempaka juga memengaruhi pergerakan abu vulkanik Gunung Agung

Dampak erupsi Gunung Agung, yaitu persebaran abu vulkanik yang sebelumnya mengarah ke timur tenggara berubah arah ke barat-barat daya menuju bandara I Gusti Ngurah Rai dan lebih jauh lagi ke Banyuwangi, Jawa Timur. Akibatnya, hampir 500 penerbangan dari Bali dibatalkan. Para penumpang dialihkan melalui jalur darat ke bandara terdekat. Selain itu, gelombang setinggi 1,5 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan selatan Banten dan Jawa Barat, perairan selatan Jawa Timur, Bali, Lombok dan Sumbawa. Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter juga diperkirakan terjadi di Samudera Hindia di selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Karena siklon tropis Cempaka ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga dua sampai tiga hari ke depan, masyarakat diharapkan selalu waspada baik di dalam rumah maupun saat bepergian. Hindari jalan-jalan yang melewati jembatan dengan aliran sungai deras, waspada angin kencang dan pohon tumbang. Jika sudah terlihat tanda-tanda bencana, segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman, misalnya pengungsian terdekat. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES