Tikus-tikus Lucu Ini Lahir dari Sperma yang Sudah Keliling Angkasa Luar

06 Juli 2017
|Chandra W.
0SHARES

Bayi tikus lahir di bumi, sudah biasa. Tapi, kalau lahirnya dari sperma yang udah keliling angkasa luar selama sembilan bulan, apakah masih biasa aja? Baru-baru ini, ada bayi-bayi tikus yang lahir dari hasil persilangan sperma dan sel telur yang sebelumnya dibekukan dan telah berada di luar angkasa selama sembilan bulan. Peneliti menganggap ini sebagai kemajuan besar. Radiasi di luar angkasa 100 kali lebih besar dibandingkan di bumi. Artinya, kualitas sperma tikus tidak dipengaruhi oleh kondisi ekstrem, meskipun hal ini belum terkonfirmasi sepenuhnya.

Kemajuan teknologi ini diharapkan dapat membantu peneliti di kemudian hari untuk meneliti soal reproduksi manusia. Ini juga menyusul harapan kelak manusia dapat bertempat tinggal di luar angkasa. Masalah utama jika tinggal di luar angkasa adalah tingkat gravitasi dan kondisi ekstrem yang dapat merusak materi genetik dalam waktu singkat. Sebelum ini, beberapa ahli telah melakukan penelitian terkait reproduksi hewan di luar angkasa. Hewan-hewan yang dipakai sebagai bahan eksperimen juga beragam, mulai dari ikan, salamander, tikus, hingga bulu babi. Hasilnya beragam. Sperma tikus awalnya sama sekali tidak membuahkan hasil, bulu babi juga rusak. Sedangkan ikan, lalat buah, serta kelompok hewan nematoda membuahkan hasil yang cukup baik.

Dari hasil tersebut, peneliti belum bisa menyimpulkan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan eksperimen. Wakayama, seorang peneliti dari Jepang mengatakan bahwa eksperimen yang benar-benar dapat dilakukan di luar angkasa sebenarnya merupakan impiannya sejak dulu. Namun memang bukan hal mudah untuk mewujudkannya. Membawa tikus atau mamalia lain ke luar angkasa saja membutuhkan usaha dan dana yang tidak main-main. Untuk penelitian berikutnya, Wakayama dan timnya berencana mengirim spermatozoa tikus ke luar angkasa dan melakukan serangkaian tes untuk menentukan apakah spermatozoa dapat menumnuhkan blastosit, sel yang tumbuh pada tahap awal setelah fertilisasi dilakukan.

Tikus adalah salah satu hewan yang paling sering digunakan untuk eksperimen karena banyak kemiripannya dengan gen manusia. Meskipun demikian, harapan akan kemungkinan bereproduksi di luar angkasa masih mengambang. Kalau bisa, mau coba? Well, pertama kamu harus pindah dulu ke luar angkasa.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES