Terasa Gatal Berhari-hari, Wanita Ini Temukan 14 Cacing Di Matanya! Kok Bisa?

17 Februari 2018
|Chandra W.
450SHARES

Pernah nggak kamu merasa matamu gatal, berair, semacam iritasi seperti ketika ada bulu mata yang nggak sengaja masuk ke mata? Ini juga yang dialami oleh Abby Beckley, wanita berusia 28 tahun asal Oregon, Amerika Serikat. Tapi, bukan debu atau bulu mata yang ia temukan, melainkan cacing. Cacing di bawah kelopak mata, bisa membayangkan bagaimana rasanya? Kok bisa ya cacing hidup di jaringan bawah kelopak mata?

1. Pada tahun 2016, saat usianya masih 26 tahun, Abby merasakan gatal di matanya

Ia mengira ada bulu mata atau sesuatu yang masuk ke dalam rongga matanya, namun ia nggak berhasil menemukan apapun. Beberapa hari kemudian ia merasakan sesuatu bergerak-gerak di dalam matanya. Merasa kesal dan nggak tahan lagi, ia mengangkat dari dalam bagian kelopaknya dan memencetnya. Seekor makhluk kecil berukuran kurang dari satu setengah sentimeter.

2. Makhluk tersebut adalah cacing yang bertubuh bening dan masih sempat menggeliat di jari Abby sebelum akhirnya mati

Abby pun memutuskan untuk menemui dokter mata di Oregon Health and Science University sesegera mungkin. Sampai di sana, para dokter terlihat nggak percaya dengan apa yang ia ceritakan. Pada keluhan-keluhan sebelumnya, dokter biasanya hanya menemukan mata berair / berlendir karena iritasi ringan.

3. Abby memutuskan untuk menunggu di situ saja sampai ia merasakan ada pergerakan di bawah matanya dan langsung meminta dokter untuk memeriksanya

Dokter di sana kaget karena benar-benar menemukan dan mengeluarkan total 14 cacing dari mata wanita itu. Kasus ini termasuk langka. Sampel cacing tersebut lalu dikirimkan ke Center for Disease Control and Prevention. Oleh parasitologis Richard Bradbury dan timnya mengira parasit itu adalah Thelazia californiensis yang ditemukan di California dan Utah.

4. Sejak tahun 1930, kasus serupa hanya terjadi selama 10 kali, artinya kejadian ini sangat langka

Itu di California dan Utah dan sekitarnya. Di Eropa dan Asia juga ada cacing Thelazia callipeda dengan kasus infeksi pada manusia sejumlah 150 yang juga cukup langka. Ketika sedang menulis diagnosis, Bradbury merasa ragu dan mengecek sampel cacing dari mata Abby kembali. Menurutnya, cacing itu belum pernah ditemukan di mata manusia. Ia memeriksa referensi dan menemukan sampel cacing yang persis sama dari tahun 1928 dalam literatur berbahasa Jerman.

5. Cacing tersebut adalah cacing yang biasa hidup di mata hewan ternak, memiliki nama latin Thelazia gulosa

Siklus hidupnya, cacing jantan dan betina hidup di permukaan mata hewan ternak, misalnya sapi. Mereka berkembang biak dan menghasilkan larva yang menyebabkan mata sapi bernanah atau belekan. Lalu datang seekor lalat dan menghisap nanah / belek tersebut, sekaligus larva-larva cacing. Dalam tubuh lalat, larva-larva ini semakin besar lalu kembali dikeluarkan di mata hewan—atau manusia—saat lalat ini hinggap.

6. Abby memang sempat tinggal di rumah peternakan sebelumnya

Namun di sana sebenarnya hanya ada satu sapi. Dengan adanya kasus ini, Thalezia gulosa menjadi spesies cacing ketiga yang dapat hidup di mata manusia. Jika dibiarkan dalam waktu lama, infeksi dan iritasi dapat menyebabkan kebutaan.

Jadi, kalau ada lalat berputar-putar di sekitarmu, jangan diam saja ya guys. Langsung usir pakai tangan atau raket listrik atau apapun yang ada di dekatmu. Jangan sampai hinggap di wajah dan tubuhmu, siapa tahu dia membawa Thelazia gulosa. Hii, serem!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
450SHARES