Tangani Obesitas dengan Sedot Lemak, Perempuan Inggris Ini Malah Nyaris Meninggal. Kok Bisa?

29 September 2017
|Romlah Sundari
9SHARES

Prosedur sedot lemak sering kali dianggap sebagai prosedur yang dilakukan semata-mata untuk mempercantik diri. Namun, sebenarnya prosedur sedot lemak sering juga dilakukan demi manfaat kesehatan karena bagi orang-orang yang menderita obesitas, prosedur ini menjadi bentuk pertolongan pertama untuk memulai perjalanan mencapai berat badan ideal yang sehat. Dengan demikian, prosedur ini bukan demi tujuan kecantikan semata, namun juga demi menjaga kesehatan pula.

Hal inilah yang dilakukan oleh seorang perempuan berusia 45 tahun dari Birmingham yang mengalami obesitas. Selain obesitas, perempuan ini juga mengalami lipoedema di mana bagian tertentu di tubuhnya membesar akibat penumpukan sel lemak yang abnormal. Perempuan ini memutuskan untuk menjalani prosedur sedot lemak di kakinya untuk memudahkannya dalam bergerak dan berjalan. Prosedur operasi sedot lemak yang dilakukan oleh dokter berjalan dengan lancar hingga selesai. Dokter berhasil mengeluarkan lemak dan cairan sebanyak 10 hingga 13,5 liter dari kakinya.

Namun, 36 jam pascaoperasi, perempuan ini menunjukkan gejala-gejala abnormal, yaitu ia mulai mengantuk dan kehilangan kesadaran, kesulitan bernapas, dan detak jantung yang semakin cepat. Dokter dengan lekas menyadarinya dan dengan sigap memindahkan perempuan ini ke ruang perawatan intensif. Ia dipasangi alat bantu pernapasan dan diberikan berbagai obat untuk pertolongan pertama. Setelah diperiksa, ternyata perempuan ini mengalami emboli lemak. Emboli lemak adalah kondisi di mana terdapat globular atau gabungan beberapa gumpalan lemak yang memasuki saluran pembuluh darah sehingga pembuluh darahnya tersumbat dan mengakibatkan sulitnya untuk bernafas serta hilangnya kesadaran. Setelah dua belas hari berada di unit perawatan intensif, perempuan ini akhirnya mulai pulih dan dapat dipulangkan. Namun, ia baru benar-benar pulih seperti sedia kala dua bulan kemudian.

Emboli lemak, meskipun jarang terjadi, namun merupakan salah satu risiko mematikan dari prosedur sedot lemak. Bukan hanya prosedur sedot lemak yang memungkinkan terjadinya emboli lemak. Kondisi ini juga dapat terjadi karena cedera, luka bakar, pancreatitis, dan mereka yang menjalani prosedur penggantian pinggul dan tulang. Selain itu, bahaya dari sedot lemak juga bukan hanya emboli lemak, melainkan juga infeksi bakteri pada saat prosedur operasi yang dapat menyebar ke bagian lain tubuh seperti otak dan menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput pelindung saraf otak dan tulang belakang.

Duh, memang segala sesuatu dalam hidup akan selalu memiliki risikonya masing-masing, termasuk prosedur-prosedur yang bertujuan menyehatkan, seperti operasi maupun terapi kesehatan. Mengetahui risiko sedot lemak ini, lebih baik bagi kamu yang ingin melakukan prosedur ini semata-mata untuk fungsi kecantikan harus berfikir ulang, deh. Nggak mau kan, inginnya cantik, malah berakhir di liang kubur? Ih ngeri!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
9SHARES