Stres Bikin Kita Gampang Sakit? Ternyata Anggapan Ini Ada Benarnya Lho, Ini Buktinya!

05 April 2018
|Median
0SHARES

Stres adalah gangguan atau kondisi kacaunya mental dan emosional yang bisa dialami oleh siapa saja. Mungkin kamu sendiri juga pernah merasakannya  karena beban tugas akhir, pekerjaan, deadline, atau ketidakpastian. Mungkin kamu pernah juga karena saking beratnya beban yang kamu tanggung, kamu sampai stres berat dan nggak lama kemudian langsung jatuh sakit. Entah itu demam, sakit perut, atau flu biasa. Iya sih, kalimat 'stres bikin gampang sakit' itu sudah sangat sering kita dengar atau bahkan buktikan. Tapi kebanyakan dari kita hanya cukup tau sampai di situ saja. Lalu sebenarnya gimana sih hubungan antara kedua hal ini?

Berdasarkan penelitian dari Universitas Negeri Michigan yang diterbitkan dalam Journal of Leukocyte Biology, seperti dikutip dari eurekalert.org, jenis-jenis stres tertentu dapat berinteraksi dengan sel-sel kekebalan tubuh sehingga memicu penyakit. Menurut Adam Moeser, seorang profesor yang mempunyai spesialiasi dalam penyakit akibat stres di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Negeri Michigan, sel-sel kekebalan tertentu menjadi sangat aktif sebagai respons terhadap situasi tertentu yang mungkin dialami tubuh.

Ketika itu terjadi, reseptor stres atau yang dikenal sebagai faktor pelepasan corticotropin (CRF1) memberitahu sel-sel kekebalan untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyebabkan radang dan penyakit alergi, seperti sindrom iritasi usus, asma, alergi makanan yang mengancam nyawa, dan gangguan autoimun seperti lupus.

Dalam penelitiannya, Moeser membandingkan respon histamin tikus dengan dua jenis kondisi stres, yaitu psikologis dan alergis, yang keduanya membuat sistem kekebalan tubuh terlalu banyak bekerja. Histamin sendiri merupakan salah satu zat kimia yang membantu tubuh menyingkirkan alergen yang menyerang, seperti serbuk, debu, ataupun protein makanan tertentu.

Penelitian yang dilakukan Moeser pada sekelompok tikus yang “nomal” dengan reseptor CRF1 pada sel-sel kekebalan mereka menunjukkan bahwa tingkat histamin dan penyakitnya lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tikus yang tanpa reseptor CRF1. Hasilnya,  tikus yang terpapar stres alergi mengalami penurunan kesehatan sebanyak 54%, sedangkan tikus yang terpapar stres psikologis mengalami penurunan kesehatan sebanyak 63%.    

Penelitian Moeser telah sedikit banyak menguak kebenaran dibalik anggapan 'stres bikin gampang sakit'. Semoga ke depannya makin banyak penelitian-penelitian tentang keduanya agar penanganan dan pengobatan bagi para pasien penderitanya juga dapat lebih maksimal lagi.  Nah, baik stres psikologis maupun alergis, keduanya ternyata memiliki tingkatan pengaruh buruk yang hampir sama bagi kesehatan, kan? Jadi, kalau stres jangan sampai berlarut-larut. Kalau punya alergi parah juga jangan pernah lupa buat selalu jaga jarak dengan sumber alergi kamu, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
0SHARES