Skinny Jeans Dapat Merusak Syaraf? Cek Dulu Kebenarannya!

30 Agustus 2017
|Romlah Sundari
1.2 KSHARES

Skinny Jeans atau celana jeans ketat yang lekuknya memeluk erat tiap lekuk tubuh ini menjadi salah satu benda fashion yang paling digemari anak muda. Kemampuan skinny jeans untuk membuat penampilan tampak lebih hipster dan seksi membuat celana ini begitu digandrungi. Dari kemunculannya pada tahun 2005 silam, tren skinny jeans belum kunjung mereda hingga sekarang. Celana jeans ketat ini tetap menjadi fashion item pilihan anak muda maupun mereka yang sudah paruh baya. Meskipun kini sudah bermunculan alternatif model celana jeans lainnya yang cukup populer seperti boyfriend jeans, namun skinny jeans tetap menjadi model yang paling diminati.

Meski skinny jeans memang dapat meningkatkan keseksian kaki pemakainya, namun sebenarnya jeans ini memiliki ancaman tersendiri bagi kesehatan pemakainya jika tidak dikenakan pada kesempatan yang tepat. Meski dampak buruk skinny jeans bagi kesehatan tidaklah seburuk yang disangkakan oleh orang-orang yang menyatakan bahwa skinny jeans dapat membuat aliran darah tersumbat, namun model jeans yang satu ini telah terbukti menyebabkan seorang perempuan di Australia menderita compartment syndrome. Sindrom ini merupakan kondisi di mana otot di area tertentu mengalami pembengkakan dan pendarahan karena mendapat tekanan secara terus menerus di area tersebut. Sindrom yang dialami oleh perempuan paruh baya ini diperparah dengan penggunaan skinny jeans yang membuat betisnya terkurung dan tidak bebas bergerak.

Kasus perempuan yang menderita compartment syndrome akibat skinny jeans ini telah dipublikasikan melalui jurnal "Neurology, Neurosurgery, dan Psychiatry". Menurut publikasi tersebut, skinny jeans memang bukan merupakan penyebab utama terjadinya compartment syndrome pada pasien tersebut, melainkan aktivitasnya saat membongkar kardus pindahan. Saat melakukan aktivitas ini, ia berjongkok dalam waktu yang cukup lama dan tidak banyak berjalan. Awalnya, perempuan ini tidak merasakan adanya masalah apa pun pada kakinya. Namun, saat ia berjalan-jalan di taman, tiba-tiba kakinya mati rasa dan tidak dapat digerakkan. Ia terjatuh dan harus menggeletak di jalan selama beberapa saat sebelum ia akhirnya cukup kuat untuk bergerak ke pinggir jalan dan memanggil taksi untuk mengantarnya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, kaki perempuan ini telah membengkak besar sehingga jeans ketat yang ia gunakan harus digunting agar dapat dilepaskan. Dokter menyatakan bahwa posisi jongkok yang dilakukannya dalam waktu lama sembari mengenakan celana jeans yang sangat ketat adalah penyebab dari compartment syndrome yang dialaminya. Celana jeans yang ia kenakan menyebabkan otot yang mengalami pembengkakan tidak membengkak keluar, namun justru ke dalam dan merusak dua syaraf perempuan tersebut. Selain merusak syaraf, pembengkakan ini juga berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal karena otot yang cedera akan memproduksi enzim creatine yang dapat merusak ginjal jika jumlahnya terlalu banyak dalam tubuh.

Meski skinny jeans memang memiliki risiko kesehatan, namun bukan berarti bahwa kita harus meninggalkan celana ini. Kita masih dapat mengenakannya, akan tetapi ada baiknya jika kita tidak mengenakannya saat melakukan pekerjaan yang mengharuskan kita untuk berjongkok dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik kita juga tidak terlalu sering mengenakan skinny jeans karena dapat berdampak buruk pada postur tubuh mengingat skinny jeans membuat gerak tubuh menjadi tidak bebas. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
1.2 KSHARES