Seperti Apa Rasanya Mati Suri? Penelitian Ini Berusaha Mengungkapkannya

19 Agustus 2017
|Romlah Sundari
293SHARES

Pernah dengar mengenai fenomena mati suri? Fenomena yang sering dianggap sebagai fenomena spiritual ini menjadi satu-satunya hal yang membawa manusia mendekati pengetahuan akan kematian. Banyak orang menganggap bahwa pengalaman mati suri adalah takhayul semata layaknya penculikan alien atau ramalan dukun. Akan tetapi, fenomena mati suri merupakan fenomena yang menarik bagi para ilmuwan dan peneliti karena fenomena ini merupakan satu-satunya jalan bagi mereka dan manusia secara umum untuk mengetahui apa yang terjadi setelah kematian.

Meski fenomena mati suri merupakan sesuatu yang unik, akan tetapi ternyata sebanyak 4% - 15% manusia di dunia pernah mengalami yang namanya mati suri. Terlebih dengan meningkatnya teknologi medis zaman sekarang yang semakin memungkinkan dokter untuk "membawa kembali" seseorang dari ambang kematian sehingga fenomena mati suri pun semakin banyak terdengar. Dengan demikian, semakin banyak pula peneliti yang berusaha mewawancara mereka yang pernah mati suri, mengenai apa yang mereka lihat dan rasakan ketika "mati". Pengalaman tiap orang akan mati suri sangat unik dan berbeda-beda. Karena itulah, Charlotte Martial, seorang peneliti dari Univesitas Liege di Belgia telah melakukan penelitian terhadap 154 orang responden yang pernah mengalami mati suri demi mencari tahu mengenai apa yang dirasakan dan dialami oleh orang-orang ini serta seberapa sering fenomena tertentu muncul dalam pengalaman mati suri.

Pada tahap awal penelitian, Charlotte memilih sampel sebanyak 154 orang tersebut berdasarkan pada skala Near Death Experience yang disusun oleh Bruce Greyson. Mereka lantas diminta menceritakan kembali peristiwa mati suri secara runut dan rinci.

Dari penelitian yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Frontiers Research of Neuroscience pada bulan Juli lalu ini, diketahui bahwa terdapat karakteristik yang sama dari setiap pengalaman mati suri setiap orang. Berikut lima fenomena yang paling sering muncul saat seseorang mengalami mati suri.

1. Merasa damai dan tenang

Perasaan damai dan tenang adalah hal yang paling sering ditemui dalam kisah pengalaman mati suri. Sebanyak 80% responden dari penelitian Charlotte menyatakan merasa damai saat mati suri. Penjelasan saintifik yang mungkin dapat menjelaskan perasaan damai ini adalah akibat dari dilepaskannya hormon endorphin oleh tubuh saat responden sedang mendekati kematian.

2. Melihat cahaya terang

Jika dalam banyak film sering menggambarkan kematian dengan melihat dan bergerak menuju cahaya terang, hal ini mungkin bukan sepenuhnya imajinasi semata karena 69% responden penelitian Charlotte menyatakan pengalaman yang sama. Uniknya, terdapat alasan ilmiah pula di balik pengalaman melihat cahaya terang ini, yaitu karena kadar CO2 pada darah yang meningkat drastis saat kita berada di ambang kematian dapat membuat penglihatan kita menjadi kacau dan cahaya terang bisa jadi merupakan salah satu bentuk kekacauan penglihatan kita.

3. Menemui sosok lain

Nah, fenomena ini adalah yang paling membuat kita kebingungan saat mendengar cerita pengalaman mati suri seseorang. Mereka akan mengaku telah bertemu dengan sosok lain, entah seseorang yang pernah dikenalnya, maupun sosok "surgawi"’ lainnya. Meski terdengar sangat tidak masuk akal, namun 64 % orang menyatakan mengalami hal tersebut. Ilmu pengetahuan berupaya memberikan penjelasan atas fenomena ini dengan menunjuk kurangnya oksigen di kepala sebagai biang keladi dari halusinasi akan "sosok lain" tersebut.

4. Merasa "keluar" dari tubuh

Perasaan keluar dari tubuh digambarkan dengan rasa melayang dan melihat tubuh kita terpisah dari diri kita. Biasanya, orang yang mengalami perasaan "keluar" dari tubuh ini juga dapat melihat orang-orang lain yang berada dalam ruangan tersebut dan detil-detil kecil yang terjadi dalam ruangan tersebut saat ia sedang berada dalam fase mati suri. Sebanyak 53% responden Charlotte merasakan fenomena tersebut. Alasan ilmiah yang dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena ini adalah adanya gangguan pada bagian temporoparietal otak menyebabkan kita merasa terdiskoneksi dari tubuh.

5. Serasa memasuki terowongan

Sebanyak 47% responden Charlotte juga melaporkan bahwa saat mati suri, mereka memasuki sebuah terowongan dan bergerak melaju di dalamnya. Perasaan memasuki terowongan ini pun dapat dijelaskan dengan meningkatnya kadar CO2 dalam darah yang menyebabkan area penglihatan menyempit sehingga seseorang seakan berada di dalam terowongan.

Keunikan fenomena mati suri ini bagaimanapun masih mengandung banyak sekali misteri. Masih banyak yang perlu dijelaskan secara lebih ilmiah melalui penelitian yang berbasiskan pada ilmu pengetahuan. Karena hingga kini masih belum dipahami apakah pengalaman mati suri seseorang ini dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki oleh orang tersebut atau tidak. Bisa jadi pengalaman tersebut hanyalah halusinasi atau implementasi dari persepsi seseorang akan kematian yang banyak dipengaruhi oleh budaya yang dianut oleh orang tersebut. Hmm, bagaimana menurutmu? Apakah mati suri adalah fenomena yang saintifik?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
293SHARES