Sedang Merebak di Indonesia, Ini Fakta Demam Keong yang Harus Kamu Ketahui dan Waspadai!

www.urbanlegends.hu

Setelah flu burung dan flu babi, kini ada demam keong. Seketika teringat lagu dangdut Shinta dan Jojo? Bukan, bukan. Itu sih keong racun. Dasar kau keong racun. Demam keong sedang menjadi isu yang cukup hangat meski baru terjadi di Sulawesi Tengah tepatnya Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso. Bukannya menyerang keong, korban penyakit ini justru manusia dan hewan ternak. Apa itu demam keong?

news.trubus.id

Demam keong terjadi akibat infeksi cacing Schistosoma japonicum. Cacing ini menginfeksi keong dari jenis yang sangat kecil (4 mm) dan bertelur di dalam tubuh keong. Telur dan sebagian larva keluar melalui kotoran keong dan menyebar di air lalu dapat masuk melalui jaringan kulit manusia dan hewan ternak. Makanya petani, petugas irigasi, dan orang-orang yang sering berkontak dengan sumber air yang kurang bersih lebih rawan terinfeksi. 

www.microbiologybook.org

Di Indonesia, penyebaran penyakit ini sudah menurun sejak 35 tahun lalu. Namun sejak 2008 lalu muncul lagi di dataran tinggi Lindu, Napu dan Bada di Sulawesi Tengah. Indonesia jadi satu-satunya negara yang masih terjangkit demam keong di seluruh wilayah Asia sampai mendapat peringatan dari World Health Organization (WHO) agar ke depannya bisa lebih menjaga kebersihan sanitasi

www.solopos.com

Ketika larva Schistosoma masuk melalui kulit manusia, kulit akan terasa gatal dan kemungkinan disertai ruam. Setelah itu larva menembus hingga aliran darah dan menetap di usus. Ia akan tumbuh hingga menjadi cacing dewasa untuk kembali bertelur. Saat inilah inangnya (manusia atau hewan ternak) akan merasakan demam, diare, berat badan menurun dan kadang disertai gejala disentri. Pada stadium lanjut, cacing ini dapat menyebabkan kerusakan hati /sirosis/ kerusakan limfa. Perut penderita juga dapat membengkak dan akhirnya mengakibatkan kematian.

nbsj.org.ng

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan demam keong. Orang-orang yang sudah terjangkit demam keong di Sulawesi Tengah pun baru diberi obat pencegah. Supaya tidak sampai terkena demam keong, kita bisa mulai melakukan pencegahan sendiri dengan cara menjaga kebersihan terutama air yang digunakan untuk keperluan mandi dan kakus, tidak buang air besar sembarangan, dan memakai sepatu boots saat pergi ke tempat-tempat yang mungkin bisa menularkan larva Schistosoma, seperti sawah dan kebun.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Perempuan Bukan Dokter ini 'Mengoperasi' Sayap Kupu-Kupu yang Sobek. Benarkah Tindakannya Ini?

Perempuan Bukan Dokter ini 'Mengoperasi' Sayap Kupu-Kupu yang Sobek. Benarkah Tindakannya Ini?

Dari Ginjal Sampai Lambung, Manusia Ternyata Bisa Hidup Tanpa 7 Organ Tubuh Ini!

Dari Ginjal Sampai Lambung, Manusia Ternyata Bisa Hidup Tanpa 7 Organ Tubuh Ini!

Baunya Sering Bikin Sebel, Ternyata Kentut Punya 7 Manfaat Penting. Nggak Nyangka Banget!

Baunya Sering Bikin Sebel, Ternyata Kentut Punya 7 Manfaat Penting. Nggak Nyangka Banget!

Suka Matematika, Cewek Ini Pacari Kalkulator dan Berencana Nikahi Game Tetris. Kenapa Ya?

Suka Matematika, Cewek Ini Pacari Kalkulator dan Berencana Nikahi Game Tetris. Kenapa Ya?

67 Anak Tewas Akibat Gizi Buruk Di Asmat, Fakta Ini Harus Kamu Tahu!

67 Anak Tewas Akibat Gizi Buruk Di Asmat, Fakta Ini Harus Kamu Tahu!

Sering Dianggap Menjijikan dan Menakutkan, Ternyata Ini 5 Bahaya Kecoa Bagi Manusia. Ganas!

Sering Dianggap Menjijikan dan Menakutkan, Ternyata Ini 5 Bahaya Kecoa Bagi Manusia. Ganas!

loading