Ribut Gerakan Anti-Vaksin, Inilah 7 Fakta Mengenai Vaksin di Indonesia

bandung.merdeka.com

Indonesia sedang diributkan dengan perdebatan mengenai status kehalalan vaksin. Gerakan anti-vaksin belakangan ini terasa semakin menguat di Indonesia. Banyak keluarga yang kini memilih untuk tidak mengimunisasi anaknya. Gerakan ini banyak berasal dari kelompok relijius karena argument dasar gerakan ini adalah bahwa vaksin itu haram, dan pengobatan tradisional seperti yang ada di zaman Nabi nyatanya sudah cukup untuk menyembuhkan penyakit.

Bahkan, baru beberapa hari ini beredar kabar bahwa 8 sekolah di Yogyakarta menolak program imunisasi pemerintah karena menganggap vaksin haram. Perdebatan mengenai kehalalan dan keharaman imunisasi ini menjadi sangat panas di berbagai kalangan. Baru bulan lalu, Indonesia dikagetkan oleh berita mengenai anak dari seorang public figure, Oki Setiana Dewi yang sakit campak karena tidak diimunisasi. Kabarnya, Oki menolak imunisasi dengan alasan bahwa vaksin yang digunakan dalam imunisasi campak itu haram karena mengandung gelatin babi.

Gerakan anti-vaksin ini namun tidak hanya ada di Indonesia. Di luar negeri, gerakan ini pun menjadi tren belakangan ini, meski argumen mereka bukanlah perkara kehalalannya. Gerakan penolakan ini justru timbul karena anggapan bahwa vaksin justru menimbulkan penyakit alih-alih mencegah penyakit. Seperti anggapan bahwa vaksin menyebabkan autisme. Namun benarkah mengimunisasi anak haram? Benarkah kegiatan imunisasi justru menyebabkan penyakit lain seperti autisme? Daripada bingung, cek 7 fakta mengenai hal ini yang perlu kamu ketahui.

1. Beberapa vaksin dalam pembuatannya memang membutuhkan babi

majalahkasih.pantiwilasa.com

Vaksin dalam proses produksinya memang menggunakan enzim yang hanya bisa didapatkan dari pankreas babi, yaitu tripsin. Enzim ini sangat vital bagi proses produksi vaksin dan tanpa enzim ini, produksi pasti gagal, menurut Dr. Dirga Sakti Rambe. Meski menggunakan enzim dari babi, namun dalam proses produksinya melewati tahap ultrafiltrasi yang menyaring bersih dari enzim tripsin ini hingga ke nano partikelnya sehingga pada produk akhir tidak lagi ditemukan enzim tersebut.

Meski begitu, pengembangan vaksin menggunakan enzim dari hewan-hewan lain atau zat-zat yang sepenuhnya dari tanaman hingga kini masih diteliti dan diupayakan.

2. Di Indonesia, hanya ada empat perusahaan yang memiliki izin produksi vaksin

www.klinikvaksinasi.com

Setelah ramai mengenai vaksin palsu kemarin, kita perlu mengetahui bahwa di Indonesia sebenarnya hanya ada empat produsen vaksin yang memiliki izin dari pemerintah. Keempat perusahaan itu adalah BioFarma, Novartis, Sanofi, GlaxoSmithKline.

Sedangkan perusahaan produsen yang dikelola pemerintah hanya satu yaitu BioFarma yang tercatat sebagai BUMN. Vaksin dari Biofarma biasanya didistribusikan langsung oleh pemerintah dibantu dengan distributor-distributor resmi ke rumah sakit, puskesmas, dan posyandu di seluruh Indonesia. Karena itu jika lain kali membeli vaksin, ada baiknya mengecek dahulu produsen mana, apakah merupakan produsen resmi dengan izin produksi yang legal atau tidak.

3. Pada 2012, Indonesia disebut sebagai negara produsen terbesar di dunia

www.haramaintour.com

Dulu, produksi obat imunisasi ini mayoritas dilakukan oleh negara-negara barat sehingga harganya melambung tinggi. Namun dalam beberapa dekade terakhir, negara-negara berkembang turut berkecimpung dalam bisnis produksi obat imunisasi ini. Indonesia merupakan salah satu yang turut berlomba mendirikan pabriknya, karena itu Indonesia membentuk perusahaan BUMN produsen, Biofarma.

Hebatnya, meski baru berdiri selama kurang lebih 18 tahun, namun Biofarma dinyatakan oleh organisasi Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) yang merupakan ikatan negara-negara berkembang yang memproduksi vaksin, sebagai negara produsen terbesar di dunia. Pada tahun 2012, presiden DCVMN menyatakan bahwa Indonesia memproduksi 1,4 juta miliar vaksin dan angka tersebut sangatlah besar.

4. Kualitas obat imunisasi produksi Indonesia ini pun telah diakui oleh WHO

lifestyle.okezone.com

Biofarma selaku perusahaan produsen obat imunisasi menjamin bahwa kualitasnya adalah kualitas internasional. Pernyataan ini muncul karena World Health Organization atau WHO selaku organisasi kesehatan internasional telah mengakui kualitas vaksin produksi Indonesia.

Dari 200 pabrik di dunia, hanya ada 30 pabrik yang diakui kualitasnya oleh WHO, dan salah satunya adalah pabrik di Indonesia. Bahkan, vaksin Indonesia telah diimpor ke lebih dari 130 negara karena memang kualitasnya yang baik.

5. Sudah ada 3 vaksin di Indonesia yang memiliki sertifikasi halal MUI
gayahidup.republika.co.id

Mengenai simpang siur terkait kehalalannya, memang benar adanya bahwa mayoritas vaksin di Indonesia belum memiliki sertifikat halal. Karena sebelumnya, produk obat dan vaksin memang tidak pernah dituntut untuk memiliki sertifikat halal. Dan MUI sendiri mengakui bahwa selama ini yang mereka teliti dan beri sertifikat halal hanyalah untuk produk makanan dan minuman, dan belum sampai produk obat-obatan.

Namun setelah muncul perdebatan mengenai kehalalan vaksin, MUI kini mulai memberi sertifikasi halal bagi obat-obatan. Dan sejauh ini baru ada tiga obat imunisasi yang mendapat sertifikat halal dari MUI yaitu vaksin meningitis ‎Menveo Meningococcal buatan Novartis, Mevac ACYW135 buatan Tianyuan dan vaksin diare untuk balita dengan nama Rotarix buatan GlicoSmithKline.

6. MUI sudah mengeluarkan fatwa terkait hal ini pada tahun 2016 lalu
lsia.unimus.ac.id

Pascamunculnya gerakan anti-vaksin dan meningkatnya perhatian mengenai kehalalan obat imunisasi ini, MUI merespon dengan mengeluarkan fatwa terkait hal ini. Proses pembuatan fatwa ini tidaklah sebentar karena dimulai dari tahun 2013 silam dan baru diterbitkan pada 23 Januari 2016 silam.

Fatwa MUI nomor 4 tahun 2016 itu menyatakan bahwa imunisasi harus dilakukan dengan vaksin yang halal, dan yang haram tidak diperbolehkan penggunaannya kecuali dalam keadaan darurat atau terdesak karena jika tidak diimunisasi dengan obat imunisasi tersebut maka akan menimbulkan penyakit atau kecacatan. Selain itu, imunisasi dengan vaksin haram juga diperbolehkan jika memang tidak ada alternatif lain.

7. Produsen terbesar Indonesia telah membentuk Tim Halal

nengflora.blogspot.co.id

Menanggapi isu halal-haram vaksin, produsen terbesar Indonesia, Biofarma, juga merespon dengan baik. Perusahaan pemerintah ini menyatakan telah membentuk tim khusus yang bertujuan untuk mengadakan produk vaksin halal yang proses produksinya terbebas dari zat-zat hewani.

Tim khusus ini dinamakan tim halal dan terdiri dari tim internal, tim eksternal dan tim advokasi imunisasi yang akan menyiapkan sertifikasi halal bagi vaksin dan obat-obatan tersebut. Pernyataan biofarma mengenai Tim Halal ini namun baru dikeluarkan pada bulan Mei tahun ini sehingga kita masih harus menunggu untuk mendapatkan obat imunisasi yang benar-benar bersertifikasi halal dari Biofarma. Bagaimanapun, langkah ini merupakan itikad baik dari biofarma selaku produsen di Indonesia.

Nah, setelah mengetahui fakta-fakta mengenai vaksin tersebut, kini kita tidak perlu lagi ribut-ribut tentang imunisasi. Perkara menolak karena dianggap haram, hal ini sangat erat kaitannya dengan keyakinan masing-masing individu. Bagaimanapun, memberi imunisasi sebenarnya sangat penting bagi kesehatan manusia.

Penemuan vaksin telah berhasil menekan angka kematian akibat berbagai penyakit. Menurut WHO, sangatlah penting dalam meningkatkan derajat hidup manusia. Oleh karena itu, meskipun kamu merupakan penganut gerakan ini, pastikan kamu memiliki alternatif obat lain untuk menjaga kesehatan. 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Kini Kamu Dapat Merasa Sedang di Stasiun Luar Angkasa Berkat Google Street View

Kini Kamu Dapat Merasa Sedang di Stasiun Luar Angkasa Berkat Google Street View

Mau Dietmu Sukses? Cek Dulu 10 Mitos dan Fakta Tentang Diet Ini

Mau Dietmu Sukses? Cek Dulu 10 Mitos dan Fakta Tentang Diet Ini

7 Alasan Mengapa Pria Juga Perlu Melakukan Perawatan Wajah

7 Alasan Mengapa Pria Juga Perlu Melakukan Perawatan Wajah

Bayi Ini Kena Herpes Simplex, Cuma Karena Sebuah Ciuman

Bayi Ini Kena Herpes Simplex, Cuma Karena Sebuah Ciuman

Menilik Kasus Ganja Fidelis Untuk Istrinya, Inilah 7 Fakta Penggunaan Ganja di Negara Lain

Menilik Kasus Ganja Fidelis Untuk Istrinya, Inilah 7 Fakta Penggunaan Ganja di Negara Lain

Kalau Cuaca Dingin Kok Pipis Terus, Ya? Ini Penjelasannya!

Kalau Cuaca Dingin Kok Pipis Terus, Ya? Ini Penjelasannya!

loading