Pria Ini Nggak Bisa "Tegang" Setelah Dicakar Kucing. Duh, Kok Sedih?

22 September 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Memiliki hewan peliharaan seperti kucing dan anjing sudah sejak lama dikatakan sebagai sesuatu yang menyehatkan bagi manusia. Untuk kesehatan tubuh, memiliki hewan peliharaan memiliki keuntungan seperti mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh. Sementara untuk kesehatan mental, memiliki hewan peliharaan diasosiasikan dengan rendahnya tingkat stres dan depresi pada seseorang. Namun, di balik berbagai keuntungan yang bisa kita dapatkan dari memelihara hewan, sebenarnya terdapat bahayanya juga, lho. Kok bisa? Memang apa bahayanya dari anjing dan kucing yang tampaknya lucu dan polos itu?

Dalam beberapa kasus, gigitan dan cakaran kucing yang meski tampaknya hanya akan meninggalkan luka kecil dan tidak berbahaya itu dapat menyebabkan infeksi pada tubuh. Bahkan, dalam jurnal yang diterbitkan oleh BMJ atau British Medical Journal pada 12 September lalu, dikabarkan bahwa terdapat kasus unik di mana seorang pria berusia 23 tahun di Belgia mengalami disfungsi ereksi atau ketidakmampuan penis untuk ereksi akibat cakaran kucing. Pria ini awalnya datang ke UGD dengan keluhan demam tinggi dan meriang selama lima hari berturut-turut. Selain itu, ia juga merasakan nyeri di punggung bagian bawah, panggul, testikel, dan penisnya. Nah, yang paling mengkhawatirkan, ia juga mengalami disfungsi ereksi.

Dokter merasa kesulitan dalam memberikan diagnosis karena pemeriksaan fisik tidak menunjukkan penyakit atau keabnormalan apa pun selain pembengkakan di kelenjar limponodinya. Dugaan penyakit menular seksual seperti HIV dan Sifilis pun tidak terbukti positif melalui tes. Lalu, apa yang salah dengan pria ini hingga ia tidak dapat "tegang"? Dokter baru menemukan titik terang setelah pria ini menceritakan bahwa dirinya sempat dicakar oleh kucing beberapa waktu lalu. Dari cerita tersebut, dokter pun melakukan serangkaian tes dan memang terbukti bahwa pria ini mengalami apa yang disebut dengan Cat-Scratch Disease atau infeksi tubuh yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui cakaran kucing. Dalam kasus pria ini, bakteri yang menginfeksi tubuhnya adalah bakteri jenis Bartonella Henselae.

Mendapatkan diagnosis tersebut, pria ini lantas diberikan antibiotik untuk dikonsumsi selama dua minggu dan gangguan-gangguan kesehatan yang ia alami pun sembuh. Penisnya dapat berfungsi secara normal dan area panggulnya tidak lagi nyeri.

Meski memang kucing memiliki risiko menyebabkan cat-scratch disease, namun bukan berarti kita harus berhenti memelihara kucing. Hal yang perlu kita lakukan adalah menjaga kebersihan kucing dan jika kucing melukai kita, langsung bersihkan luka dengan air dan sabun atau alkohol. Jika pasca-menerima gigitan dan cakaran kucing kita mengalami demam atau pembengkakan pada limponodi, maka langsung periksakan ke dokter.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES