Pria Ini Menembak Presiden Demi Aktris Hollywood, Ternyata Ia Mengidap Gangguan Jiwa Ini!

16 Desember 2017
|Chandra W.
0SHARES

Di zaman serba media sosial ini, kita bisa dengan mudah mencari informasi tentang siapa saja lewat internet. Tinggal cari akun Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan lain-lain. Termasuk akun gebetan. Siapa nih di antara kamu yang selain suka ngepoin akun mantan, akun gebetan, atau akun seseorang yang 'kayaknya' suka juga sama kamu? Di Amerika, seorang laki-laki bernama John Hinkley Jr. menembak Presiden Ronald Reagan pada tahun 1981 dengan alasan yang nggak masuk akal: untuk menarik hati seorang aktris Hollywood bernama Jodie Foster yang dianggap menyukainya, padahal nggak kenal sama sekali. Ngeri kan?

1. John Hinkley Jr. menembak Presiden Ronald Reagan, terinspirasi dari film Taxi Driver di mana tokoh utamanya berencana menembak kandidat presiden

Menurut Hinkley, tindakan itu akan dapat mengesankan hati Jodie Foster yang selama ini selalu ia ikuti kabar beritanya dan ia surati. Sebelum aksi penembakan itu terjadi, Hinkley juga telah menyurati Foster yang isinya kurang lebih mengatakan bahwa ia akan menembak Ronald Reagan karena merasa harus melakukan sesuatu sebagai bukti cintanya terhadap Foster. Hinkley menembak Reagan, sekretaris persnya James Brady, dan dua orang petugas penegak hukum di area Washington Hotel. 

2. Hinkley tidak dihukum karena terbukti mengidap gangguan jiwa bernama erotomania

Dilansir dari Pijar Psikologi, gangguan jiwa erotomania yang juga disebut sindrom Clerambault adalah delusi atau khayalan perasaan di mana seseorang merasa dicintai oleh orang lain yang status sosial atau ekonominya lebih tinggi dari dirinya. Orang yang mengidap erotomania merasa bahwa orang yang disukainya diam-diam ingin menjalin hubungan percintaan dengannya dan tidak jarang juga merasa ada banyak pihak berkonspirasi untuk menggagalkan hubungan mereka--yang sebenarnya tidak ada. Selain itu, mereka juga menganggap bahwa perlakuan baik seseorang kepadanya adalah bentuk dari perhatian, sayang bahkan rasa cinta.

3. Orang-orang yang mengidap erotomania dari luar bisa tampak baik-baik saja

Karena itu, sulit mengenali tanda khusus pada orang yang mengidap gangguan jiwa erotomania. Seringkali mereka terobsesi pada selebritis atau orang terkenal. Seseorang bernaman Dana Martin bahkan telah merencanakan pembunuhan terhadap Justin Bieber. Ia sangat mengidolakan Bieber sampai-sampai membuat tato Bieber di kakinya dan menulis surat untuk pacar Selena Gomez itu. Suratnya tidak pernah direspon dan ia merasa 'ditolak'. Untungnya sebelum melaksanakan rencananya itu, Martin malah melaporkan rencananya kepada polisi.

4. Erotomania juga bisa diidap bersama-sama gangguan jiwa lainnya, seperti skizofrenia, depresi, atau maniak.

Di New York, ada seorang pasien yang merasa bahwa dokternya (psikolog) mencintainya. George (bukan nama sebenarnya) yang menjalani sesi terapi selama beberapa bulan mengaku tahu bahwa dokter itu mencintainya karena dokter itu 'menyentuh' kakinya. Lalu George mulai rajin menelepon dan mengirim hadiah kecil seperti coklat dan DVD ke rumah dokter itu, yang sudah punya pasangan. Akhirnya sang dokter tidak tahan dan memilih pindah dari New York. Padahal George sebelumnya juga sudah mengalami gangguan skizofrenia, ditambah depresi berkepanjangan. Bukannya sembuh saat terapi, malah gangguan jiwanya bertambah erotomania.

5. Selain erotomania, ada pula Phantom Lover Syndrome

Gejalanya mirip dengan erotomania. Perbedaannya, dalam Phantom Lover Syndrome orang yang dicintainya tidak benar-benar ada alias hanya khayalan semata. Sebenarnya erotomania bukan hanya dapat dialami orang terhadap idolanya, bisa juga terhadap orang terdekat atau teman sekantor misalnya. 

Jadi, kamu kamu yang sukanya ngepoin oppa oppa dan mengkhayal jadi pacarnya dan merasa oppa mencintaimu juga......belum tentu sih kamu mengidap gangguan jiwa erotomania. Memang harus diperiksa dulu supaya lebih valid dan nggak asal diagnosa diri sendiri. Tapi bisa jadi itu gejalanya. Kalau menurutmu gejala itu mengkhawatirkan, bisa kok diperiksakan ke psikolog atau psikiater terdekat. Inget, ngefans sih boleh aja, tapi nggak berlebihan dan sampai membunuh juga, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES