Pria Cina Ini Ingin Perut Sixpack, Tapi Malah Nyaris Gagal Ginjal. Kok Bisa?

04 September 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Perut sixpack memang kerap menjadi dambaan banyak orang. Berkat berbagai akun inspirasi fitnes di media sosial, maka tidak heran jika kini banyak laki-laki dan perempuan pergi ke gym demi mendapatkan perut sixpack impian mereka. Demi tubuh indah ala para pegiat fitnes tersebut, mereka pun rela menghabiskan waktu berjam-jam dengan berolahraga dan mencoba berbagai jenis metode diet. Namun ternyata, upaya untuk hidup sehat dan memiliki tubuh bugar tidak selalu berakhir indah. Karena bagi Zhang, seorang pria berumur 24 tahun dari Cina, upayanya untuk membentuk otot perut sixpack justru membuatnya hampir mengalami gagal ginjal.

Awalnya, Zhang yang bekerja kantoran mulai mengeluhkan bahwa pekerjaannya yang minim gerak tersebut mengakibatkan berat badannya naik hingga 10 kilogram. Merasa gelisah dengan perubahan tubuhnya, terbersit ide di kepalanya untuk mengajak temannya berlomba membuat sixpack selama dua bulan. Hal ini dilakukan agar ia jadi lebih termotivasi untuk pergi ke gym dan berolahraga. Karena jika ia kalah dari temannya, maka Zhang harus mentraktir temannya selama lima belas hari penuh. Untuk itu, Zhang begitu semangat untuk pergi ke gym setiap hari.

Karena begitu termotivasi, Zhang menghabiskan waktu sebanyak dua jam setiap harinya di gym. Namun, setelah empat hari pertama ia melakukan olahraga ekstrim tersebut, Zhang justru kaget mendapati air kencingnya berwarna cokelat tua serta mengalami kesulitan untuk buang air kecil. Zhang langsung memeriksakan kondisinya ke dokter dan mendapati bahwa dirinya didiagnosis mengalami Rhabdomyolysis dan jika tidak ditangani dengan cepat, maka ia dapat terkena gagal ginjal.

Rhabdomyolysis adalah kondisi di mana terjadinya kerusakan parah pada jaringan otot yang mengakibatkan otot memproduksi enzim kreatinin kinase yang berlebihan dalam darah. Tingginya kadar enzim ini dapat berdampak buruk pada ginjal karena enzim kreatin tidak dapat melewati ginjal dan justru menumpuk pada ginjal sehingga dapat menyebabkan kegagalan pada ginjal. Kondisi ini sering terjadi pada atlet pemula karena olahraga yang berlebihan dan latihan fisik yang tidak dilakukan secara bertahap.

Belajar dari kasus Zhang, kita perlu menerapkan moderasi pada semua hal, termasuk hal yang baik seperti olahraga. Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak akan menjadi baik. Dalam kasus olahraga, bukan berarti berlatih selama dua jam perhari itu berlebihan, hanya saja, tubuh membutuhkan waktu penyesuaian. Mulailah dengan olahraga ringan terlebih dahulu seperti berlari di treadmill, lalu tingkatkan porsi latihan setiap harinya sehingga tubuh lambat laun terbiasa dengan aktivitas fisiknya. Selain itu, istirahat di sela-sela rutinitas berolahraga pun dibutuhkan. Sisipkan satu atau dua hari tanpa olahraga agar tubuh memiliki kesempatan untuk memperbaiki otot-otot yang rusak saat kita berolahraga. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES