Praktik Unik Penyembuhan Alternatif dengan Tanduk Ini Ada di Indonesia, Berani Coba?

03 Oktober 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Dunia belakangan ini sedang menggemari metode terapi kesehatan tradisional Asia yang dinamakan dengan cupping atau di Indonesia lebih dikenal dengan metode bekam. Metode ini biasanya menggunakan mangkuk kecil dari kaca yang dipanaskan dan bertujuan untuk mengeluarkan darah kotor serta racun dari dalam tubuh. Meski merupakan terapi kesehatan tradisional dari Asia, namun kini masyarakat internasional dan bahkan tokoh-tokoh serta atlet dunia pun sudah mencobanya dan memercayai khasiatnya bagi tubuh. Bahkan, diketahui Justin Bieber dan Gwyneth Paltrow pernah mencoba terapi cupping ini dan membuktikan manfaatnya.

Meski metode terapi cupping yang kini banyak digunakan adalah dengan menggunakan alat berupa mangkuk atau gelas kaca yang dipanaskan, namun cara yang lebih tradisional untuk melakukan terapi cupping adalah dengan menggunakan tanduk kerbau yang lantas dipanaskan dan akan meninggalkan bekas berwarna merah kehitaman di bagian-bagian tubuh tertentu, biasanya di punggung dan leher. Terapi cupping dengan tanduk kerbau ini walau sudah banyak ditinggalkan, namun masih dapat ditemukan di Indonesia. Bahkan, di jalanan Jakarta saja ada praktisi-praktisi cupping yang menawarkan jasanya untuk melakukan terapi dengan tanduk kerbau.

Terapi cupping dipercaya dapat menyehatkan tubuh dengan cara mengeluarkan racun dan darah kotor dari dalam tubuh melalui medium gelas atau tanduk yang dipanaskan tersebut. Namun, menurut para ahli medis, terapi cupping ini belum terbukti manfaatnya bagi tubuh melalui penelitian saintifik. Mereka menganggap bahwa terapi cupping tersebut hanyalah pseudoscience dan manfaatnya hanyalah ilusi akibat kepercayaan orang-orang yang melakukan terapi ini semata. Sementara secara ilmiah, cupping tidak memberi manfaat apa pun pada tubuh.

Bahkan, beberapa ahli justru menilai bahwa metode cupping, terutama yang menggunakan tanduk kerbau, berpotensi menimbulkan infeksi dan kontaminasi terhadap tubuh mengingat tanduk kerbau kemungkinan besar mengandung bakteri yang asing bagi tubuh manusia. Selain itu, terdapat dua kasus di mana terapi cupping justru jadi membahayakan. Pertama adalah ketika seorang pasien harus menggunakan gergaji untuk melepaskan "cup" nya yang tidak dapat dilepaskan. Kedua, seorang pasien lain di Cina, punggungnya justru terinfeksi dan tampak bolong karena terapi cupping yang berlebihan di titik yang sama setiap harinya. 

Duh, mau sehat tapi malah justru tambah sakit. Memang metode pengobatan alternatif itu menggiurkan, namun kita tetap harus waspada dan merisetnya secara ilmiah pula. Jika memang kita hendak melakukannya, pastikan untuk tidak melakukannya secara berlebihan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES