Planet Nibiru Disinyalir Akan Membawa Kehancuran bagi Bumi, Benarkah Demikian?

15 November 2017
|Galih Wisnu Brata
Sains
0SHARES

Di dalam sistem tata surya kita tercatat ada delapan planet. Awalnya sih ada sembilan planet, namun Pluto didiskualifikasi sebagai planet. International Astronomical Union pada tahun 2006 secara resmi menyatakan bahwa Pluto bukanlah sebuah planet karena dirasa terlalu kerdil. Namun, kabarnya para astronom telah menemukan pengganti untuk Planet Pluto. Planet tersebut dinamai sebagai Planet Nine atau Planet X. Berbagai isu pun muncul bersamaan dengan kabar munculnya Planet Nine. Isu yang paling santer beredar mengatakan bahwa kemunculan Planet Nine akan membawa kehancuran bagi Bumi. Benarkah demikian?

Planet Nine disebut juga Planet Nibiru atau Marduk. Planet ini dikabarkan berasal dari galaksi lain, yaitu Nemesis atau Brown Dwarf Star. Planet Nibiru diduga memiliki massa sebesar Jupiter yang berarti 10 kali dari massa Bumi. Diameter planet ini mencapai empat kali diameter Bumi. Karena berada lebih jauh 20 kali lipat dari Neptunus ke Matahari, Nibiru membutuh waktu 3.600 tahun untuk mendekati Matahari. Revolusi atau jalur peredaran mengelilingi Matahari planet ini berlawanan dengan planet lain.

Konon, Nibiru akan membawa kehancuran bagi Bumi. Nibiru diprediksi akan menabrak Bumi dan menghancurkannya. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa efek kemunculannya sudah membawa perubahan buruk untuk Bumi. Misalnya saja, sering terjadi gempa bumi, kegiatan vulkanik, dan perubahan cuaca yang aneh.

Ketika Planet Nibiru melewati planet lain, kadar plasma dan pancaran energi yang dahsyat dari planet ini bisa menyebabkan kerusakan. Melewati saja mendatangkan kerusakan, apalagi kalau sampai menubruk. Jika benar Bumi akan ditubruk oleh Nibiru, Bumi akan diguncang bencana dahsyat yang diperkirakan dapat memusnahkan 2/3 peduduknya.

Dalam sebuah teori, Nibiru dikatakan pernah menubruk sebuah planet bernama Tiamat. Planet Tiamat ini berada di antara Jupiter dan Mars. Akibat ditubruk Nibiru, sebagian dari planet Tiamat menjadi bubuk asteroid dan sebagian yang lain menjadi planet Bumi.

Nibiru pertama kali ditemukan oleh NASA setelah mengorbitkan The Infrared Astronomical Satellite tahun 1983. Namun, pihak NASA memilih bungkam. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kepanikan global. Bayangkan jika NASA mengabarkan pada dunia bahwa muncul planet yang akan menghancurkan Bumi, kira-kira akan bagaimana reaksi penduduk Bumi? Mungkin kepanikan besar akan terjadi yang lambat laun akan membawa kematian aktivitas di Bumi.

Beberapa tokoh dunia pun mulai berpendapat menanggapi kemunculan Nibiru. Dimulai dari Zecharia Sitchin, seorang penulis asal Uni Soviet. Dia menulis karya yang berjudul The 12th Planet yang terbit tahun 1975. Karya tersebut dinukil dari teks kuno peninggalan bangsa Sumeria. Nibiru adalah planet kedua belas dalam tata surya dengan Matahari, Bulan, dan Pluto dimasukkan dalam hitungan. Planet ini dihuni oleh Annunaki, bangsa yang punya peradaban canggih.

Pendiri Zeta Talk, sebuah organisasi yang percaya adanya alien abu-abu, juga ikut berpendapat. Nancy Lieder, nama pendiri tersebut, mengatakan bahwa Nibiru adalah pemicu kiamat. Bahkan, ia menyebutkan tahun terjadinya, yakni 1995, 2003, dan 2010. Meski begitu, ramalan tersebut tidak terbukti kebenarannya.

David Meade menulis sebuah buku berjudul Planet X: The 2017 Arrival pada tahun 2016. Dalam bukunya tersebut ia mengatakan bahwa Bumi akan ditabrak oleh Nibiru. Tabrakan tersebut akan menyebabkan bencana dahsyat untuk Bumi, seperti gempa dan redupnya matahari.

Di balik semua isu tersebut, kita hanya bisa berserah kepada Sang Kuasa. Kiamat atau kehancuran Bumi memang akan terjadi, tapi hanya Tuhan yang tahu. Hal yang perlu kita lakukan hanyalah senantiasa mempersiapkannya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES