Perempuan Ini Hidup Terisolasi Selama 13 Tahun Setelah Menyentuh Sebuah Kentang. Kok Bisa?

12 April 2018
|Chandra W.
0SHARES

Juana Munoz, wanita asal Spanyol telah hidup dalam ruang kaca berukuran dua puluh lima meter persegi yang menghadap kebun organik di rumahnya. Dalam setahun, ia hanya bisa keluar dari ruang itu sekali saja. Dan hingga tahun 2018, ia telah berada di sana selama 13 tahun. Usianya kini menginjak angka 53. Ia bahkan tak bisa memeluk suami dan anak-anaknya sendiri. Sebab, sentuhan sekecil apapun bisa mengakibatkan reaksi alergi hingga kematian pada diri Munoz. 

1. Semua ini berawal dari sebuah kentang. Ya. Kentang, tanaman yang sama sekali tidak terlihat berbahaya itu

29 tahun yang lalu, Munoz menyentuh kentang yang ditanam di halaman rumah oleh suaminya. Setelah menyentuh kentang itu, bibir dan matanya membengkak. Ia segera diperiksa dokter dan melihat tubuhnya telah membengkak dan berbentuk seperti monster. Setelah diberi kortikosteroid, perlahan Munoz sembuh. Namun demikian, tubuhnya selalu bereaksi berlebihan dan alergi terhadap berbagai bahan kimia. Reaksinya juga bermacam-macam mulai dari gatal-gatal, bengkak, muntah-muntah hingga sesak napas.

2. Ternyata kentang yang disentuhnya kala itu telah disemprot pestisida beberapa hari sebelumnya, Munoz menduga ini yang memancing reaksi alergi

Beberapa tahun setelah ia pertama kali mengalami reaksi alergi, merek pestisida yang digunakan untuk menyemprot kentangnya tadi dilarang beredar. Munoz sendiri tak berniat menuntut apapun. Yang terpenting baginya hanyalah hidup normal, yang sayangnya tak dapat dipenuhi sebab ia harus selalu dalam kondisi steril, mengenakan pakaian dari serat katun organik dan tak bisa menyentuh apapun tanpa mengalami alergi. Dalam setahun, ia hanya bisa memeluk anak-anaknya dua kali, itupun setelah melewati berbagai prosedur sterilisasi yang panjang dan melelahkan.

3. Juana Munoz menderita multi chemical sensitivity (MCS), reaksi alergi berlebihan terhadap banyak benda dan senyawa kimia

Selain alergi terhadap banyak hal, ia juga mengidap fibromyalgia, sebuah kondisi di mana seseorang selalu merasa sakit di sekujur tubuhnya. Orang yang mengidap fibromyalgia, tubuhnya akan lebih peka terhadap rasa sakit yang berarti ia akan mudah merasa sakit di samping selalu merasa kelelahan, nyeri otot, sakit kepala dan juga sulit tidur. Penyebab pasti fibromyalgia belum ada yang mengetahui, namun ada kaitannya dengan jumlah senyawa kimia tertentu dalam otak dan sumsum tulang belakang.

Jika jumlahnya di atas atau di bawah jumlah normal akan memengaruhi respon tubuh terhadap rasa sakit. Ada juga yang mengatakan bahwa fibromyalgia merupakan penyakit turunan atau diwariskan secara genetik. Obatnya juga belum ditemukan hingga saat ini, sehingga penderitanya baru bisa diringankan rasa sakitnya dengan antidepresan dan pereda rasa sakit. 

4. Munoz juga mengalami asfiksia sebagai respon akan alergi yang dialami tubuhnya

Jika melihat orang yang alergi lalu gatal-gatal, mata berair, bengkak dan muntah-muntah sudah biasa, maka yang satu ini tidak biasa dan mengancam nyawa. Asfiksia, sebuah kondisi di mana seseorang gagal bernapas karena otot dada dan diafragmanya tidak bisa berkembang seperti fungsi normalnya. Asfiksia dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. 

5. Sementara itu, Multi Chemical Sensitivity (MCS) juga sebuah kondisi yang sangat menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya

Jika biasanya orang-orang hanya alergi pada satu bahan tertentu atau makanan tertentu, misalnya: alergi debu, alergi udang, alergi dingin, alergi nanas dan sebagainya, penderita MCS bisa alergi terhadap bensin, debu, parfum dan benda lain yang bahkan ia sendiri tidak mengetahui dapat menyebabkan alergi. Karena itu, perawatannya harus intensif. Semakin jauh penderita dari pemantik alerginya, semakin aman ia. 

Juana Munoz sendiri hingga kini masih hidup dalam ruang kacanya. Beberapa tahun yang lalu ia divonis kanker payudara dan harus pergi ke rumah sakit. Mobil harus disterilisasi, orang-orang yang mengantarnya pun begitu. Perjalanan itu ia deskripsikan sebagai 'neraka' karena ia hampir tewas sebelum sampai di rumah sakit. Setelah diperiksa, ia harus segera kembali ke ruang kacanya di rumah. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES