Penting Tapi Nggak Penting, Kenapa Ada Cekungan di Antara Hidung dan Bibir?

11 Oktober 2017
|Indana Putri
0SHARES

Guys, pernah nggak sih ketika lagi mengagumi ketampanan atau kecantikan wajah kamu di cermin, lalu kamu melihat ada cekungan di antara hidung dan bibir? Sejak lahir di muka bumi, cekungan itu sudah terbentuk alami di antara hidung dan bibir manusia, tapi ada nggak yang pernah kepikiran, sebenernya apa sih fungsinya cekungan yang kelihatannya nggak penting itu?

Kenapa dibilang nggak penting? Sekarang coba kamu perhatiin deh. Setiap anggota tubuh pasti memiliki fungsi. Mata untuk melihat, hidung untuk mencium, bibir untuk bicara, kening untuk dicium, dan pipi untuk dicubit gemes. Lalu, apa fungsi cekungan yang ada di antara hidung dan bibir? Apa iya cuma buat aksesoris?

Sebelum kita bahas lebih lanjut, mari kita kenalan dulu. Cekungan ini punya nama lho, panggil aja "filtrum". Fungsi filtrum tentu aja lebih dari sekadar aksesoris. Bukan pula sebagai jalur ingus. Kenyataannya cukup mencengangkan bahwa filtrum ini memegang bagian paling penting dalam proses pembentukan wajah ketika janin berada dalam kandungan!

Seorang pintar bernama Dr. Michael Moslet menjelaskan bahwa proses pembentukan wajah dimulai saat kandungan berumur dua bulan dan filtrum adalah titik pusat tempat di mana semua bagian wajah berkumpul, kemudian menyebar menjadi tiga bagian utama: mata, hidung, dan bibir. Proses pembentukan wajah yang disebar dari filtrum yang nggak sempurna akan menyebabkan banyak kelainan, seperti wajah nggak simetris ataupun bibir sumbing saat bayi dilahirkan.

Ketika orang sumbing dioperasi plastik, dokter akan membentuk filtrum agar wajah orang tersebut dapat terlihat “normal”. Jadi, bisa dipastikan bahwa filtrum berguna dalam kesimetrisan dan mempercantik bentuk bibir.

Selain itu, pada kebanyakan mamalia, filtrum adalah alur sempit yang mampu membawa uap air dari mulut ke bantalan hidung melalui kapiler untuk menjaga hidung agar tetap basah. Bantalan hidung yang basah mampu memerangkap partikel bau dengan lebih baik dibandingkan jika dalam kondisi kering. Hal tersebut membantu dalam meningkatkan fungsi penciuman. Bagi primate sejenis lemur, filtrum amat diandalkan untuk menjaga hidung tetap basah agar mempertajam indra penciuman untuk berburu mangsa. 

Dalam seni membaca wajah, filtrum bisa digunakan untuk menebak karakter. Orang dengan filtrum pendek dan menonjol digambarkan sebagai orang yang percaya diri, sedangkan orang yang filtrumnya tidak terlalu terlihat digambarkan sebagai orang yang tertutup. Bahkan, agar bibir terlihat lebih cantik dan sensual, sampai ada yang melayani jasa operasi pengecilan dan penonjolan filtrum!

Dalam dunia akupuntur dan syaraf, filtrum pun sangat berguna. Mengingat bahwa filtrum adalah pusat dari semua bagian wajah pada awalnya, maka fiiltrum menyimpan titik syaraf yang penting yang bisa tersambung ke banyak hal. Nah, yang lebih mencengangkan lagi, filtrum dapat berguna ketika kamu menghadapi orang pingsan atau gak sadar. Coba saja tekan filtrum dengan kuat, maka setidaknya itu bisa berpengaruh pada kerja otaknya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Indana Putri
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES