Out of The Box Banget, Ilmuwan Mengembangkan 'Robot' Sperma Untuk Membantu Pengobatan Kanker Serviks!

29 April 2018
|M.A
990SHARES

Pada umumnya, orang hanya tahu bahwa sperma berfungsi sebagai alat reproduksi bagi pria. Namun, baru-baru ini ada penelitian dari Leibniz institute Riset Padat dan Material (IFW) Dresden yang menggunakan sperma sebagai media untuk pengobatan kanker pada wanita. Seperti yang dilansir the scientist, Mariana Medina-Sánchez, ketua penelitian teknik mikro dan nanobiomedis di IFW menyatakan kenapa tidak menggunakan sperma sebagai media pengantar obat mengingat selama ini pengantar obat ke dalam tubuh manusia biasanya menggunakan sel punca dan bakteri.

Latar belakang penelitian ini diawali dari usaha mengatasi infertilitas akibat kelainan bentuk sperma. Saat itu, tekniknya sperma diarahkan menggunakan medan magnet untuk menggerakkan ekor sperma tidak bisa bergerak ke sel telur menggunakan saluran cairan buatan untuk meniru kondisi saluran reproduksi wanita. Dari ide tersebut, Mariana Medina-Sánchez mengembangkan lagi teknik mengantarkan sperma dengan tujuan untuk pengobatan kanker serviks dan penyakit kandungan lainnya.

Kelebihan menggunakan sperma dibandingkan metode lainnya adalah sperma secara alami didesain untuk menyatu dengan sel somatik wanita sehingga sel sperma pun mampu menembus sel kanker dan mengantarkan obat kanker langsung ke target sel kanker. Hasil penelitiannya cukup efektif. Saat sel kanker bereaksi dengan sperma yang membawa obat kemoterapi, setelah 72 jam, 90 persen sel kanker mati. Untuk mengarahkan sperma layaknya mobil remote control, sperma sudah dimodifikasi dengan mikromotor. Hasilnya, setelah 8 jam, 40 persen sel kanker mengecil.

Meskipun hasilnya terlihat baik, tapi ada kelemahan dari penemuan ini. Akibat menggunakan sperma, maka bisa jadi ada kemungkinan wanita akan mengalami kehamilan secara tidak sengaja karena sperma menembus sel telur wanita.

“Kami tahu akan masalah itu. Kami percaya masalah itu bisa diselesaikan, contohnya, dengan melakukan pengobatan ini pada saat wanita tidak  mengalami ovulasi”, kata Medina-Sánchez.

Bagaimana menurut kalian? Aneh dan mungkin agak tabu, tapi inovasi kesehatan tetap patut dirayakan. Bahkan ketika ide inovasi ini datang dari hal yang aneh dan tidak umum. Jangan ragu dengan ide yang ada di pikiran kalian. Jika kalian mempunyai ide gila seperti ini dan berguna untuk kebaikan, kenapa tidak coba direalisasikan saja?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
M.A
Gak Punya Quote Nih!
990SHARES