Ngeri, Video Ini Jelaskan Perjalanan Mie Instan dalam Pencernaan. Masih Mau Makan Juga?

10 September 2017
|Chandra W.
3.5 KSHARES

Seberapa sering kamu makan mie instan? Sekali sebulan? Sekali seminggu? Dua kali seminggu? Atau sekali sehari? Mie instan memang salah satu makanan terenak-murah-mudah dibuat yang pernah diciptakan oleh manusia dan ada banyak golongan manusia lain yang bersyukur makanan jenis ini ada dan bebas dikonsumsi. Sebut saja golongan pekerja yang males cari makan di luar dan di kost adanya mie doang. Bisa juga para mahasiswa rantau yang harus terus menerus hemat agar bisa hidup atau anak-anak rumahan yang kebetulan nggak ada yang masakin di rumah. Mie instan selalu jadi pilihan pertama dan lekat di hati masyarakat Indonesia. Masalahnya, mie instan bukan hanya lekat di hati, tapi juga lekat (awet) di perut manusia yang memakannya. Nggak percaya?

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh dr. Braden Kuo dari Massachussets General Hospital, Amerika Serikat, melalui kamera dalam bentuk pil yang dimasukan ke dalam perut seorang yang telah mengonsumsi mie instan, didapatkan hasil pantauan yang mengejutkan. Mie instan masih tetap berbentuk sama meskipun telah berada dalam perut selama dua jam. Sebagai perbandingan, pada makanan yang bukan termasuk processed food sudah akan lumat setelah dua jam berada di lambung. Kerja lambung harus ekstra keras untuk dapat mencerna mie instan. Proses ini menghambat penyerapan nutrisi lain di dalam tubuh.

Ngomongin nutrisi, apakah kamu tahu apa saja nutrisi yang terkandung dalam satu bungkus mie instan? Karbohidrat. Ya, dan hanya karbohidrat. Nutrisi lain yang diperlukan tubuh seperti mineral, serat, dan vitamin tidak ada dalam mie instan. Rendah nutrisi, masih ada komposisi mie instan lain yang membuatnya semakin berbahaya untuk dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Ada senyawa Tersier Butil Hidroksi Quinolin (TBHQ) yang merupakan bahan dari korek gas dalam mie instan. TBHQ membuat mie instan lebih tahan lama. Seramnya, satu gram TBHQ saja dalam tubuh kita dapat menimbulkan efek mual, muntah, halusinasi, hingga sensasi rasa tercekik.

Selain fakta-fakta tersebut, mie instan juga mengandung 2.700 miligram sodium dan MSG yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan obesitas dan diabetes di kemudian hari. Nggak mau dong jadi gendut cuma gara-gara keseringan makan mie instan? Iya kalau gendut doang, kalau sakit macam-macam? Ih, jangan sampai, ya.

Jadi, mau kamu apakan stok mie instan di lemari itu?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
3.5 KSHARES