Nabi Nuh Punya Ponsel? Ini Klaim Tentang Kisah Nabi Nuh yang Bikin Kzl!

16 Januari 2018
|Chandra W.
0SHARES

Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal atau paling tidak pernah mendengar kisah Nabi Nuh yang menyelamatkan diri dan sepasang dari tiap spesies binatang yang ada kala banjir besar melanda dunia. Cerita ini ada di kitab suci beberapa agama yang diyakini di Indonesia. Hingga saat ini anggapan yang ada di masyarakat adalah kapal Nabi Nuh berukuran sangat besar dan terbuat dari kayu. Tetapi apa jadinya jika ada ilmuwan yang mengklaim bahwa itu tidak benar dan menghadirkan asumsi-asumsi yang jauh dari anggapan sebelumnya?

Seorang ilmuwan Turki bernama Dr. Yavuz Örnek mengklaim bahwa bahtera Nabi Nuh terbuat dari baja dan bergerak dengan kekuatan nuklir. Selain itu, Örnek juga menganggap Nabi Nuh sempat menelepon putranya untuk ikut naik ke bahtera tepat sebelum air bah datang. Ia berangkat dari sebuah ayat dalam kitab suci Al-Qur’an yang katanya menyebutkan bahwa saat gelombang setinggi 300-400 meter datang, Nabi Nuh dan putranya terpisah jarak berkilo-kilometer jauhnya namun berkomunikasi. Nabi Nuh mengajak putranya untuk naik ke kapal menyelamatkan diri. 

Pertanyaannya kemudian, melalui apa komunikasi saat itu dapat terjalin? Örnek mengatakan bisa saja komunikasi terjalin berkat keajaiban. Tapi ia sendiri percaya bahwa Nabi Nuh menghubungi putranya melalui telepon selular. Örnek menambahkan, teknologi pada 10.000 tahun yang lalu bisa jadi jauh lebih canggih dari sekarang. Ia juga percaya bahwa Nabi Nuh tidak membawa satu jantan dan satu betina dari masing-masing spesies, melainkan membawa sperma dan sel telur dari tiap spesies dan ‘mengawinkannya’ di bahtera. Dengan kata lain, bahtera Nabi Nuh adalah laboratorium bayi tabung yang mengapung alih-alih bahtera besar.

Karena diyakini oleh banyak orang, banyak juga orang-orang yang penasaran dengan sisa-sisa peninggalan bahtera Nabi Nuh—jika masih ada dan tergeletak di suatu tempat di dunia ini. Seperti misalnya Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, sekumpulan peneliti arkeologi dan antropologi dari Cina dan Turki bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti seputar keberadaan bahtera Nabi Nuh. Salah satu hasil penemuan 15 peneliti tersebut adalah: kayu yang digunakan untuk membangun bahtera Nabi Nuh merupakan kayu jati Jawa.

Diceritakan, berbulan-bulan setelah berlayar, banjir bandang perlahan surut dan bahtera Nabi Nuh pun sampai di sebuah daratan asing, tersangkut di antara pepohonan di puncak gunung. Jika kayu jati memang hanya tumbuh di satu area yang kelak menjadi Indonesia, maka bisa jadi penelitian itu benar. Mana yang menurutmu lebih masuk akal?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES