Menyambut Hari AIDS Sedunia, Ini Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Tentang HIV/AIDS

01 Desember 2017
|Chandra W.
277SHARES

Hari AIDS Sedunia diperingati pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Setiap tahun tentunya ada harapan baru terkait dengan penyakit mematikan yang menjadi momok bagi hampir semua orang dan bagi yang mengidap AIDS atau yang biasa disebut dengan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Bagaimana dengan di Indonesia? Terkadang masih ada berbagai pemahaman menyesatkan terkait penyakit ini yang mengakibatkan ODHA didiskriminasi oleh masyarakat sekitar. Biar nggak salah kaprah, kita lihat sama-sama yuk fakta-fakta HIV/AIDS di Indonesia dan mitos-mitos yang perlu diluruskan tentang HIV/AIDS.

1. Banyak orang masih tidak dapat membedakan HIV dan AIDS sehingga menyebut keduanya sama, padahal dua hal ini berbeda

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Jadi HIV adalah nama dari virus pembawa penyakit defisiensi imun pada manusia. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, diagnosa lanjutan ketika virus HIV telah berhasil menyerang sistem imun seseorang. Tidak semua orang yang positif memiliki HIV terjangkit AIDS. Penanganan yang tepat dapat membantu seseorang menghentikan atau setidaknya memperlambat perkembangan HIV dalam tubuhnya.

2. Sebanyak 72,4% dari total kasus HIV di Indonesia disebabkan oleh seks bebas, baik homogen maupun heterogen

Hingga Juni 2017, tercatat lebih dari 255 ribu orang positif HIV di Indonesia dan terjadi paling banyak di rentang usia 21-29 tahun yang merupakan usia produktif. Hal ini sangat disayangkan karena pemerintah sebenarnya telah melakukan upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitasi. Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menurunkan angka positif HIV/AIDS.

3. Hubungan seks menjadi salah satu medium penularan paling efektif HIV/AIDS

Terutama seks tanpa pengaman dan seks anal. Hingga kini masih banyak orang beranggapan seks sesama jenis saja yang berpotensi menularkan HIV/AIDS. Padahal hubungan seks heterogen juga sama-sama berisiko, lho. Pada kasus-kasus tertentu, seks oral juga dapat menularkan HIV/AIDS. Jadi jangan sembarangan menuruti ajakan untuk berhubungan seks, apalagi tanpa pengaman.

4. Bergaul atau tinggal bersama ODHA tidak serta merta membuatmu tertular HIV/AIDS

HIV tidak disebarkan melalui sentuhan, air mata, keringat maupun pertukaran saliva. HIV hanya ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh yang mengandung antibodi HIV seperti darah, sumsum tulang belakang, air mani, cairan vagina dan anus, serta air susu ibu (ASI). Jika salah satu cairan tersebut mengenai luka terbuka atau atau selaput lendir orang yang negatif HIV, baru virus ini dapat menular.

5. Angka diskriminasi terhadap ODHA masih sangat tinggi

Seringkali ODHA menghadapi pengucilan bahkan pengusiran dari masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat masih percaya bahwa HIV dapat menular melalui barang-barang yang telah disentuh ODHA, sentuhan dengan ODHA, peralatan makan bersama ODHA dan seterusnya. Padahal seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, hal ini tidak benar. Justru ODHA membutuhkan pendampingan dari orang-orang terdekat supaya dapat menjalani kehidupan secara normal.

6. Mengidap HIV/AIDS bukan berarti vonis mati

Dulu memang belum ditemukan obat untuk menyembuhkan ODHA. Namun seiring dengan kemajuan sains modern, ODHA dapat mengonsumsi obat retroviral yang memungkinkannya menjalani hidup lebih panjang dan tetap produktif.

7. Gejala seseorang terjangkit HIV tidak mudah terlihat

Seseorang bisa saja telah positif terjangkit HIV/AIDS bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala apapun. Karena itulah, perlu bagimu untuk mengetahui apakah pasanganmu benar-benar aman sebelum memutuskan untuk berhubungan seks. Prosedur tes HIV pun tidak sulit kok, kita hanya perlu datang ke rumah sakit atau klinik setempat dan meminta tes HIV melalui uji sampel darah.

Setelah mengetahui fakta-fakta tersebut, semoga pandanganmu terhadap ODHA berubah ya. Selain itu, kamu juga harus semakin berhati-hati terhadap kemungkinan terjangkit HIV/AIDS. Dalam hal ini, perilaku seksual memang memegang peranan penting meski tidak semua kasus HIV disebabkan oleh hubungan seks. Sebelum memutuskan untuk berhubungan seks, pastikan kamu dan pasanganmu sama-sama negatif HIV dan sebisa mungkin gunakan pengaman. Selamat Hari AIDS Sedunia!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
277SHARES