Menolak Dioperasi Meski Punya Tumor Besar di Wajah, Profesor Cantik Ini Kenapa Ya?

06 Oktober 2017
|Romlah Sundari
Sains
0SHARES

Bagi seorang perempuan, menjadi cantik dan memiliki penampilan yang menarik menjadi sesuatu yang penting. Meski pria pun juga tentu ingin memiliki penampilan menarik pula, namun tuntutan dari masyarakat bagi seorang perempuan untuk berpenampilan menarik dan cantik sering kali lebih besar daripada pria. Jika seorang pria berjalan keluar rumah mengenakan baju yang sobek atau bolong-bolong, maka mayoritas masyarakat tidak akan memedulikannya. Sebaliknya, jika perempuan keluar rumah dengan baju yang sobek atau bahkan baju yang dianggap "tidak pantas", kemungkinannya untuk menjadi bahan gunjingan orang akan jadi lebih besar. Karena itu, perempuan kerap berupaya memenuhi ekspektasi masyarakat akan apa yang disebut dengan "cantik".

Namun, berbeda halnya dengan yang dilakukan oleh Profesor asal Brazil ini. Ia terlahir dengan sebuah kondisi medis yang mana membuat jaringan tumor yang langka tumbuh di pipi kanannya dan bertambah besar dari waktu ke waktu. Jaringan tumor ini disebabkan oleh kelainan formasi pembuluh darah di mana arteri yang mengalirkan darah secara cepat terhubung dengan pembuluh darah yang mengalirkan darah secara lambat sehingga area di mana pertemuan itu berlangsung tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup. Karena itu, jaringan di sekitar pembuluh darah yang mengalami kelainan tersebut akan menjadi membengkak karena debit darah yang mengalir melewati arteri akan bertambah banyak dari waktu ke waktu. Kondisi ini dinamakan dengan Arteriovenous Malformations atau disingkat dengan AVM.

AVM tidak hanya membuat jaringan di pipi kanan profesor yang bernama Luciana Kele Dorini ini bertambah besar, namun juga membuat Luciana mudah mengalami pendarahan di area tersebut yang dapat berakibat fatal bagi nyawanya. Ia harus melewati berbagai rangkaian operasi yang panjang demi menghindari pendarahan yang dapat mengancan nyawanya tersebut sejak usia delapan bulan. Saat remaja, gigi dan pipi Luciana semakin sering mengalami pendarahan hingga harus bolak-balik ke rumah sakit demi menghentikan pendarahannya dan menjalani berbagai prosedur operasi lagi.

Hingga akhirnya kini Luciana lelah dengan berbagai operasi yang membahayakan nyawanya tersebut dan memutuskan untuk tidak menjalani operasi pengangkatan tumor di pipinya lagi yang selalu bertumbuh karena persoalan AVM-nya yang tidak dapat terselesaikan. Luciana kini hidup dengan sebuah tumor di pipi kanannya dan ia membuktikan bahwa penampilannya tidak menjadi penghalang dalam kehidupan sosialnya. Luciana kini hanya memonitor perkembangan tumornya dan menjalani perawatan embolisasi untuk menghambat pertumbuhan tumornya.

Bagaimanapun, Luciana dan tumornya terbukti tetap dapat berprestasi dan ia tidak merasakan hambatan yang berarti dalam kehidupannya akibat tumornya itu. Ia nyatanya tetap sukses menjadi seorang profesor dan pengajar di bidang ekonomi. Hebat, ya. Sikap Luciana ini patut kita tiru. Penampilan yang mungkin berbeda, tidak seperti orang pada umumnya seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kita untuk terus maju dan berprestasi. Justru "ketidaksempurnaan" itu semestinya kita jadikan motivasi untuk membuktikan diri sebagai seseorang yang juga mampu berprestasi.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES