Menilik Kasus Ganja Fidelis Untuk Istrinya, Inilah 7 Fakta Penggunaan Ganja di Negara Lain

www.medicalnewstoday.com

Masih ingat dengan Fidelis Arie Sudewarto yang ditangkap karena menanam ganja (Cannabis Sativa) untuk pengobatan istrinya? Pada hari Rabu, 19 Juli 2017 lalu, Fidelis menjalani sidang pembelaan dan membacakan nota pembelaannya yang ia tulis sendiri dari balik jeruji penjara. Ia menyatakan alasannya menanam 39 batang ganja tersebut dan kondisi istrinya kala itu.

Istri Fidelis, Yeni Riawati, mengidap penyakit langka mematikan bernama Syringomyelia. Ia memiliki kista di sumsum tulang belakangnya sehingga tubuhnya tidak dapat bekerja dengan baik. Melihat kondisi istrinya yang terus memburuk, Fidelis mengupayakan segala cara untuk mengobati istrinya. Mulai dari rumah sakit, pengobatan alternatif hingga dukun sudah didatangi Fidelis demi dapat menyembuhkan istrinya. Namun tidak ada satupun yang mampu menyembuhkan atau setidaknya memulihkan kondisi istrinya.

Hingga Fidelis mencoba beralih ke metode pengobatan dengan ekstrak ganja yang ia dapatkan melalui internet. Dan beruntung, metode ini berhasil memulihkan kondisi Yeni hingga Istrinya itu kembali memiliki harapan hidup. Namun penangkapan Fidelis berarti bahwa berakhir juga perawatan Fidelis atas istrinya. Benar saja, 32 hari setelah penangkapan Fidelis, Yeni meninggal dunia meski berada di bawah perawatan rumah sakit.

Kasus Fidelis ini membuat kita bertanya-tanya, apakah ganja, yang termasuk dalam golongan Narkotika sebenarnya memiliki manfaat bagi kesehatan? Benarkah ganja dapat membuat pasien syringomyelia bertahan hidup? Nyatanya di luar negeri ada 7 fakta tentang penggunaan tumbuhan ini.

1. Pereda rasa sakit di California

www.attn.com

Penggunaan ganja untuk kepentingan kesehatan yang paling umum adalah untuk meredakan rasa sakit yang akut. Terutama bagi mereka yang menderita sakit di tulang seperti penderita Multiple Sclerosis hingga sakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf yang disebut dengan neuropathic pain.

Di Amerika Serikat, tumbuhan ini sering digunakan sebagai pereda rasa sakit karena tidak menimbulkan efek adiksi seperti morfin dan opium. Selain itu, tidak ada efek samping yang berarti dari penggunaannya sebagai pereda rasa sakit. Di California, dokter-dokter telah dapat memberikan ganja kepada pasiennya secara legal dengan meresepkan secara medis yang dapat ditebus di apotek tertentu.

2. Pengobatan kanker di Selandia Baru

edition.cnn.com

Berdasarkan laporan dari ilmuwan di California Pacific Medical Center pada tahun 2007, salah satu kandungan dalam ganja dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Kandungan tersebut bernama Cannabidiol atau CBD, dan zat ini terbukti dapat menghentikan gen Id-1 yang membantu dalam penyebaran sel kanker. Berdasarkan penelitian terhadap sel kanker payudara, penggunaan CBD cukup signifikan dampaknya dalam menghambat proses penyebaran sel kanker.

Selain itu, tumbuhan ini juga banyak digunakan oleh penderita kanker untuk meredakan mual dan rasa sakit yang diakibatkan oleh perawatan kemoterapi. Di Selandia Baru, dilansir dari Newshub.nz, seorang perempuan bernama Dawn yang mengidap kanker paru-paru menggunakan ganja sebagai bagian dari pengobatannya dan manfaat yang ia rasakan mendorongnya untuk mendokumentasikan manfaatnya bagi penderita kanker secara lebih lanjut.

3. Menghambat perkembangan penyakit Alzheimer di Brazil

boredinvancouver.com

Sebuah studi yang dipimpin oleh Kim Janda dari Scripps Research Institute menyatakan bahwa ganja juga membantu dalam perkembangan penyakit Alzheimer. Penyakit yang banyak melanda mereka yang sudah berusia lanjut ini ternyata dapat dihambat perkembangannya dengan menggunakan tumbuhan ini. Menurut penelitian tersebut, tumbuhan ini memperlambat produksi protein bernama amyloid plaques yang membunuh sel-sel otak dan menyebabkan Alzheimer. Pemerintah Brazil bahkan pada awal tahun 2017 telah membolehkan penderita Alzheimer untuk menggunakannya sebagai bagian dari pengobatannya.

4. Menyembuhkan Crohn's Disease di Jerman

www.latimes.com

Ganja dapat membantu bagi mereka yang memiliki penyakit dengan gejala peradangan di saluran pencernaan seperti Crohn’s Disease. Zat-zat dalam ganja, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Nottingham, dapat menghentikan produksi zat dalam tubuh yang menyebabkan dinding usus menjadi semakin sensitif dan mudah dimasuki oleh bakteri. Selain itu, ganja juga dapat menguatkan dinding organ-organ pencernaan. Fatin Phoenix Ward, seorang perempuan di Berlin mengaku telah berhasil menyembuhkan Crohn's Disease yang dideritanya dengan menggunakan ganja. Ia memasukkan ganja ke dalam menu makanannya dan merasa metode tersebut berrhasil menyembuhkan penyakitnya. Merasa takjub, Fatin sampai menulis buku mengenai keajaiban ganja untuk menyembuhkan Crohn's Disease.

5. Mengurangi gejala pada penyakit Lupus di Amerika Serikat
www.mmjdoctoronline.com

Penyakit lupus merupakan penyakit autoimmune dimana sistem imunitas tubuh secara abnormal justru berbalik menyerang tubuh kita sendiri. Penyakit langka ini membuat penderitanya sangat kesulitan karena penyakit lupus belum ditemukan obatnya hingga kini. Namun ganja merupakan salah satu yang dapat membantu meringankan penderitaan mereka yang mengidap lupus. Ganja dapat menenangkan sistem imun tubuh dan membuatnya jadi tidak begitu agresif dalam menyerang tubuh. Seorang penderita lupus bernama Angie dari Amerika Serikat, melalui akun Youtube miliknya, menceritakan bagaimana ia meredakan gejala autoimmunenya dengan menggunakan ganja.

6. Meredakan tremor pada penderita Parkinson’s Disease di Israel
medicalmarijuanaservices.ca

Ganja memang terkenal dapat menenangkan tubuh sehingga ganja menjadi salah satu pengobatan paling efektif bagi mereka yang memiliki gangguan kegelisahan. Namun ternyata bukan hanya bagi penderita gangguan kegelisahan saja, ganja juga dapat menenangkan tremor yang dialami oleh para penderita Parkinson’s Disease.

Lagi, Parkinson’s Disease merupakan penyakit yang diderita seumur hidup dan tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit yang satu ini kecuali obat-obatan yang meredakan gejala penyakit ini. Dan ganja terbukti melalui sebuah penelitian di Israel dapat membantu meredakan gejala tremor pada penderita Parkinson’s Disease. Melihat hal tersebut, pemerintah Israel melegalkan penggunaan ganja untuk berbagai kondisi kesehatan.

7. Mengurangi kejang pada penderita epilepsi di Colorado, Amerika Serikat

chriskresser.com

Sebuah penelitian dari Virginia Commonwealth University menyatakan bahwa ganja dapat mengurangi gejala kejang pada penderita epilepsi. Hal ini disebabkan zat THC dalam ganja dapat mengontrol kejang dengan merekatkan sel otak yang bertanggung jawab dalam mengatur relaksasi tubuh.

Akan tetapi penelitian ini baru diuji coba kepada hewan dan belum kepada manusia sehingga kesimpulan ini belum bersifat konklusif. Meski begitu, ratusan keluarga di Amerika Serikat berbondong pindah ke wilayah Colorado demi mendapatkan akses ke ganja varietas Charlotte’s Web yang terbukti dapat mengurangi gejala kejang pada anak-anak penderita epilepsi secara drastis.

Untuk kasus Syringomyelia, penggunaan ganja memang diketahui dapat meringankan gejala penderitanya dan meredakan inflamasi yang dialami. Dengan meredanya rasa sakit dan bangkitnya nafsu makan, penderita syringomyelia jadi memiliki harapan lebih besar untuk dapat melaksanakan operasi pengangkatan kista dari sumsum tulang belakang. Akan tetapi syringomyelia tidak dapat disembuhkan hanya dengan ganja semata. Ganja hanya berperan dalam meminimalisir rasa sakit akut yang dialami oleh penderita dan meringankan gejala lainnya.

Meski ganja memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan dapat meringankan penderitaan mereka yang mengidap penyakit tertentu, namun ganja tetaplah barang illegal yang dilarang produksi, peredaran, dan konsumsinya di Indonesia. Ganja, jika digunakan secara berlebihan dan tidak pada tempatnya, kabarnya dapat menjadi berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Selain itu, penggunaan ganja juga dapat menjadi berbahaya karena memengaruhi kemampuan motorik seseorang dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan atau musibah lainnya.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Kalau Cuaca Dingin Kok Pipis Terus, Ya? Ini Penjelasannya!

Kalau Cuaca Dingin Kok Pipis Terus, Ya? Ini Penjelasannya!

Bawang Merah Ampuh Redakan Demam, Mitos atau Fakta?

Bawang Merah Ampuh Redakan Demam, Mitos atau Fakta?

Mengapa Tidur Tidak Boleh Menghadap ke Utara? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Tidur Tidak Boleh Menghadap ke Utara? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Hanya Sekadar Mencium Aroma Makanan, Ternyata Sudah Bisa Bikin Badan Gemuk Lho

Hanya Sekadar Mencium Aroma Makanan, Ternyata Sudah Bisa Bikin Badan Gemuk Lho

Hati-Hati, Makan Nasi Sisa Ternyata Dapat Menyebabkan Keracunan!

Hati-Hati, Makan Nasi Sisa Ternyata Dapat Menyebabkan Keracunan!

Tanda-tanda Orang yang Sedang Berbohong Dilihat dari Bahasa Tubuhnya

Tanda-tanda Orang yang Sedang Berbohong Dilihat dari Bahasa Tubuhnya

loading