Mengapa Kita Tidak Bisa Mengingat Masa Ketika Kita Balita?

31 Oktober 2017
|Mega Fitriyani
Sains
0SHARES

Sejak dulu, peneliti terus penasan mengapa manusia tidak bisa mengingat masa ketika dia bayi atau balita. Kondisi inilah yang disebut infantile amnesia. Meski sampai saat ini memang belum ada penelitian ilmiah yang sepenuhnya diterima tanpa perdebatan tentang penyebab amnesia infantile itu, namun mendingan kita simak nih beberapa teori yang masih dipercaya. Yuk, kepo!

Seperti yang ditayangkan di Scientific American, beberapa peneliti percaya bahwa infantile amnesia disebabkan karena manusia pada saat itu memiliki keterbatasan bahasa, persepsi, dan pengetahuan sehingga mereka tidak bisa menyimpan informasi yang ia terima sebagai memori. Tidak siapnya mental bayi atau balita menyebabkan ingatan tidak berhasil terbentuk sebab dalam membuat memori, manusia memang perlu merangkaikan kode demi kode yang nantinya akan dipelajari selama manusia hidup sehingga ia bisa menyimpan memori itu. 

Namun, pendapat itu ditentang oleh ahli lainnya, yakni dua ahli syaraf yang bekerja di rumah sakit anak-anak di Toronto, Kanada. Bagi mereka, teori tersebut tidak benar. Ingatan tidak boleh dikaitkan semata-mata dengan bahasa dan basic memory (pengetahuan dasar tentang sesuatu). Teori itu tentu tidak akan mampu menjelaskan mengapa seseorang yang tidak bisa memahami bahasa ternyata juga memiliki memori. Teori itu juga tidak menjelaskan mengapa tikus dan kera juga mengalami infantile amnesia.

Menurut dua ahli syaraf ini, penyebab infantile amnesia adalah perkembangan jumlah syaraf di dalam otak bayi. Perkembangan yang sangat pesat itu justru menimbulkan efek samping. Ya, penambahan yang drastis justru membuat akses kita ke memori masa kecil menjadi terblokir. Beberapa pendapat lain yang juga cukup populer adalah karena pada masa bayi, perkembangan otak belum sempurna sehingga kita tidak bisa menyimpan memori pada masa itu. Namun, pendapat tersebut tidak menjelaskan bagaimana bayi juga dapat memiliki memori tentang wajah ibunya dan di mana ia bisa mendapatkan rasa nyaman.

Selain itu, pendapat lain juga mengatakan bahwa perbedaan dalam cara menyimpan memori anak-anak dan orang dewasa membuat orang dewasa tidak bisa lagi mengakses memori masa kecil. Anak-anak dan bayi menyimpan memori tanpa adanya episodic memory, yakni memori yang menghubungan suatu kejadian dengan kejadian lain dan dimasukkan ke dalam satu memori. Ibaratnya, episodic memory adalah kemampuan filing, yakni memasukkan berkas-berkas yang berkaitan ke dalam satu laci khusus berkas tersebut sehingga manusia bisa me-recall kenangan itu dengan lebih mudah. Sementara, bayi tidak dapat memilik episodic memory karena ia mengingat secara terpisah-pisah. Perbedaan itulah yang menyebabkan mengapa manusia memiliki infantile amnesia.  

Nah, menurutmu, pendapat siapakah yang benar? Para peneliti atau kedua ahli syaraf tersebut?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mega Fitriyani
"Why worry?"
0SHARES