Menelisik Lebih Jauh Hypoxia, Penyebab Meninggalnya Kapten Persela, Choirul Huda

19 Oktober 2017
|Meidiana
0SHARES

Berita duka kembali merundung dunia persepakbolaan, terutama di Indonesia. Bagaimana tidak, salah satu pemain sepak bola legendaris Indonesia, Choirul Huda, telah berpulang pada tanggal 15 Oktober kemarin akibat hypoxia yang tidak tertolong. Seperti yang telah diketahui, kiper sekaligus kapten Persela Lamongan tersebut sebelumnya berbenturan keras dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, saat pertandingan melawan Semen Padang dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan. Benturan keras itulah yang menurut dokter yang menangani almarhum menjadi penyebab hypoxia. Sebenarnya apa sih hypoxia itu? Apa penyebab dan bahaya hypoxia? Kita telisik lebih jauh, yuk!

Hypoxia atau hipoksia adalah keadaan ketika tubuh atau bagian tubuh tertentu kekurangan oksigen. Hipoksia bisa disebabkan oleh benturan, kecelakaan, tenggelam, berada di tempat yang kadar oksigennya rendah, dan bahkan bisa terjadi ketika menutup wajah dengan bantal. Hipoksia bisa terjadi pada semua orang, tidak hanya pada atlet. Dalam kasus Choirul Huda, menurut dr. Dyah Wijayanti selaku koordinator kesehatan KONI Jawa Timur, seperti yang dikutip dari Kompas.com, benturan yang terjadi sangat mungkin berujung pada tersumbatnya jalan napas. Saat korban hilang kesadaran, otot-otot akan melemas, termasuk otot dasar lidah yang jatuh ke belakang sehingga jalan napas tertutup. Tertutupnya jalan napas itulah yang kemudian mengakibatkan hipoksia.

Gejala hipoksia bervariasi, tetapi gejala umum yang biasa terjadi adalah sakit kepala dan kehilangan pandangan. Gejala lainnya, di antaranya, adalah napas pendek, kebingungan, berkeringat, kulit berubah warna (menjadi biru atau merah keunguan), sesak napas, berhalusinasi, batuk-batuk, kelelahan, dan detak jantung cepat. Dari semua gejala tersebut, kulit atau jari yang berubah warna menjadi biru merupakan gejala yang paling mudah dikenali sebagai tanda terkena hipoksia. Apabila muncul gejala tersebut, masih bernapas atau tidaknya korban harus segera dicek. Apabila tidak, pertolongan pertama yang harus diberikan adalah bantuan pernapasan, kemudian sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.  

Oksigen sangat dibutuhkan tubuh untuk dapat mengaktifkan organ sehingga kekurangan oksigen sebentar saja bisa menyebabkan organ tubuh mengalami kerusakan yang fatal, bahkan kematian apabila tidak segera ditangani. Maka dari itu, untuk mencegah hipoksia, kita harus sangat berhati-hati dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Waspadalah! Hipoksia mengintai kita.

           


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES