Memunguti Makanan Sisa dari Supermarket dan Restoran, Inilah Gaya Hidup Freeganisme. Tujuannya Mulia!

16 April 2018
|Chandra W.
0SHARES

Bagaimana perasaanmu ketika melihat orang memunguti makanan dari tempat sampah? Sebelum menghakimi, kenalan dulu yuk sama freeganisme. Freeganisme adalah cara hidup yang kini tengah berkembang sebagai ideologi melawan kapitalisme. Orang-orang freegan menjalankan hidupnya dengan menghabiskan seminimal mungkin pendapatan. Bahkan ada yang sudah bisa terlepas dari pekerjaan dengan bayaran tetap. Mereka bertahan hidup dengan mengandalkan sisa-sisa makanan orang lain, supermarket dan restoran. Setiap hari mereka menjelajahi tempat sampah-tempat sampah di kotanya demi mendapatkan pasokan makanan.

1. Freegan sendiri adalah singkatan dari ‘free dan vegan’ atau ‘free dan vegetarian’

Meski demikian, tidak semua orang freegan merupakan vegan dan vegetarian. Ada yang masih makan daging, namun dengan alasan agar dapat mengurangi sisa-sisa makanan yang terbuang setiap harinya bahkan ketika kondisinya masih bagus.

2. Jika dilacak, gerakan ini sebenarnya telah ada sejak akhir tahun 1990-an atau tepatnya pada tahun 1999

Tahun 2003, didirikanlah grup yang hingga kini merupakan yang terbesar di dunia, yaitu freegan.info. Foundernya bernama Adam Weismann, warga negara Amerika Serikat. Saat itu Weismann berusia 25 tahun dan merupakan aktivis lingkungan serta bekerja sebagai petugas keamanan pada waktu-waktu tertentu. Menurut Weismann, freeganisme adalah perlawanan terhadap kebiasaan membuang-buang makanan. Tak hanya itu, freeganisme juga sesungguhnya melawan sistem produksi dan deforestasi yang pada akhirnya memunculkan perilaku buang-buang makanan.

3. Di Inggris, seorang freegan bernama Finn Weddle telah menjalani gaya hidup ini sejak kuliah di University of Edinburgh

Biasanya mahasiswa-mahasiswa freegan akan ‘berburu’ makanan buangan dari supermarket. Dalam perburuan semalam saja, seseorang bisa mendapatkan makanan senilai £100 atau sekitar Rp1.930.000. Bukan jumlah yang sedikit ya. Tapi menurut Weddle, dilansir dari The Guardian, tidak semua orang bisa betah menjalani gaya hidup freegan. Sebab mereka harus puas makan dari tempat sampah bahkan meminta sisa makanan orang di kafe.

4. Freegan lainnya di Inggris mengatakan bahwa gerakan ini tak sebatas makanan saja, tetapi juga kebutuhan primer lain seperti papan dan sandang

Dari memungut furnitur sampai baju bekas, Katendi Heald bisa mengubah kamar sewaannya menjadi lebih bagus dan lengkap dengan meja, piring, hingga toaster dan poster film untuk dekorasi. Bayangkan betapa menyenangkannya hidup seperti ini bagi mahasiswa. Barangkali kita sebagai orang biasa tidak terlalu memikirkan di mana dan bagaimana makanan dan minuman sisa yang kita buang setiap hari berakhir. Di Inggris, setiap tahunnya jumlah buangan makanan dan minuman mencapai 4,2 juta ton.

5. Hingga kini belum ada jumlah pasti freegan di seluruh dunia, sebagian mungkin masih bergerak diam-diam

Sebab menjalankan gaya hidup ini artinya sanggup menanggung risiko dilihat sebagai pemulung. Memalukan jelas. Padahal orang memilih menjadi freegan bukan karena ketidakmampuannya membeli barang, melainkan dengan semangat perlawanan terhadap konsumerisme dan dalam cakupan yang lebih luas lagi: kapitalisme. Jadi sejarahnya memang freeganisme adalah gerakan alternatif untuk melawan gaya hidup konsumerisme dan kapitalisme serta gerakan menyelamatkan lingkungan. Tristam Stuart, seorang freegan di Inggris bahkan mengaitkan gerakan ini dengan aksi nirkekerasan yang dilakukan Mahatma Gandhi. 

6. Di Asia, ada juga seorang freegan bernama Daniel Tay

Ia seorang perencana keuangan di Singapura. Sempat ia depresi akibat selalu merasa kurang uang hingga akhirnya ia menjadi freegan. Tay mengawali gaya hidup freegan dengan meminta makanan sisa tetangganya. Awalnya ia mengatakan ini adalah sebuah proyek. Anehnya, para tetangganya di apartemen ini justru merasa senang karena tak harus buang-buang makanan lagi. Lama kelamaan Tay pun mengunjungi supermarket dan bisa mendapatkan buah-buahan segar dalam kondisi layak makan.

Tak hanya untuk dirinya sendiri, ia bahkan sampai surplus dan membagi-bagikannya ke orangtua dan saudaranya serta mendirikan komunitas freegan di Singapura yang hingga kini anggotanya telah mencapai 300an orang. Dari gaya hidup freegan, ia bisa memangkas pengeluaran bulanannya dari S$2000 menjadi S$1100 saja sudah termasuk biaya sewa tempat tinggal, transport, listrik, asuransi hingga internet.

7. Pertanyaannya kemudian adalah: apakah aman mengonsumsi produk yang telah masuk ke tempat sampah?

Bagaimana kita bisa yakin produk tersebut masih aman dikonsumsi setelah sampai di tangan kita? Setiap jenis produk memiliki daya tahan berbeda-beda. Produk susu dan olahan susu misalnya, hanya tahan 1-2 minggu setelah tanggal kedaluwarsa. Sementara itu sereal bisa bertahan berbulan-bulan hingga maksimal setahun setelah tanggal kedaluwarsa, telur bisa dicek dengan memasukkannya di gelas penuh air. Jika mengambang, maka telur itu sudah busuk. Jika tenggelam, maka telur itu masih dapat dimasak. Sayuran harus dipisahkan dengan menyortir daun satu per satu.

8. Makanya ketika seseorang memutuskan menjadi freegan, ada aturan-aturan yang harus ditetapkan sendiri sebagai standar agar tidak sembarangan mengonsumsi sesuatu

Di antara beberapa aturan, yang paling penting adalah: hanya ambil sisa-sisa makanan dari supermarket atau tempat yang memang mengizinkannya (biasanya supermarket besar punya kebijakan sendiri termasuk tak mengizinkan orang mengambil sampah buangannya), ambil yang masih dalam kemasan tertutup rapat kecuali sayur dan buah, perhatikan tanggal kedaluwarsa dan yang paling penting: tinggalkan tempat sampah dalam keadaan seperti semula atau lebih bersih.

9. Jika memang menjadi freegan membantumu menghemat uang, tertarik mencobanya?

Orang-orang memutuskan menjadi freegan dengan alasan tertentu dan tidak sama satu dengan yang lainnya. Ada yang memang untuk menghemat, ada yang untuk melawan kapitalisme, ada yang ingin menyelamatkan lingkungan. Sebenarnya gerakan pangan selain freeganisme juga ada, contohnya fruitarianisme di mana pelakunya hanya mengonsumsi buah-buahan, dalam kasus ekstrem bahkan hanya buah-buahan yang telah jatuh dari pohonnya.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu tertarik untuk menjadi bagian dari freeganisme? Komunitasnya sudah banyak di seluruh dunia, termasuk yang khusus memetakan supermarket mana saja membuang pukul berapa saja, bahkan membuat jadwal ‘hunting’ bersama. Tapi ingat, tetap lakukan dengan aman ya. Jangan mengambil makanan sembarangan dan jangan lupa pula untuk mengolahnya dengan bersih ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES