‘Melumpuhkan’ Tubuh Stephen Hawking Sejak Usia 21 Tahun, Apa Itu Sindrom ALS Sebenarnya?

21 Maret 2018
|Chandra W.
0SHARES

Beberapa hari yang lalu, dunia dikejutkan dengan kabar kematian salah satu ilmuwan terkemuka asal Inggris, Stephen Hawking. Kalau kamu menonton The Theory of Everything, A Brief History of Time atau Hawking, atau mengikuti penemuan-penemuannya, pasti kamu sadar bahwa ilmuwan satu ini mengalami sesuatu yang tidak biasa, yang melumpuhkannya dari leher ke bawah. Apakah itu?

Namanya  Sindrom ALS. Kepanjangannya Amyothropic Lateral Sclerosis. ALS adalah salah satu sindrom langka, turunan dari penyakit kelainan saraf motorik. Saraf motorik adalah saraf yang mengendalikan seluruh pergerakan otot manusia. Orang yang mengidap ALS mengalami degenerasi atau penurunan fungsi saraf motorik baik di otak maupun tulang belakang sebagai pusat sistem saraf secara terus menerus. Pergerakan tubuh bagian atas sampai bawah bahkan hingga otot pernapasan dan organ dalam bisa kehilangan fungsinya dalam waktu cepat maupun lambat.

Penyebab seseorang mengidap ALS sampai sekarang belum ditemukan dan dengan demikian obat atau penangkalnya juga belum ada. Pengidap ALS lambat laun kehilangan kemampuannya untuk berjalan, berdiri, makan, bahkan sampai berbicara dan bernapas. Rata-rata orang meninggal dalam hitungan hari hingga maksimum dua tahun setelah didiagnosa terkena ALS. Yang beruntung seperti Stephen Hawking adalah yang tidak terserang sistem pernapasan dan sistem pencernaannya sehingga tetap bisa bernapas dan bisa menelan makanan.

Gejala ALS antara lain lemas dan sulit menggerakan badan, kram otot, sulit berbicara dan berkomunikasi seperti biasanya, sulit menelan, sulit bernapas, gangguan emosional seperti tidak bisa mengendalikan tawa dan tangis. Stephen Hawking pertama kali didiagnosa terkena ALS pada usianya yang ke-21 tahun. Ia kehilangan kemampuan berbicaranya pada tahun 1985. Sejak saat itu ia ‘berbicara’ melalui sensor yang ditempelkan di pipinya untuk mengetik.

Stephen Hawking adalah satu keajaiban di antara orang-orang yang mengidap ALS. Ia bertahan selama lebih dari 50 tahun sejak didiagnosa dan tetap bisa berkarya, menghasilkan penemuan-penemuan hebat tentang semesta.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES